
Aldo terus menggengam tangan Gisel melewati kerumunan orang.
Untung saja saat itu Ia memakai masker jadi mereka tidak jadi pusat perhatian para pengunjung Mall yang lagi ramai ramainya siang itu.
"Ayo masuklah ...." ucap Aldo sedikit lembut setelah membukakan Gisel pintu mobil bagian depan.
"Trimah kasih ..." ucap Gisel dan memasuki mobil.
"Sama sama ..." balas Aldo dan menutup kembali pintu mobilnya.
Aldo menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankanya dengan kecepatan rata rata.
Tiba tiba Aldo membelokkan mobilnya di sebuah butiq mewah yang berada di tengah tengah kota.
Setelah memarkirnya dengan benar Aldo kemudian mematikan mesin mobilnya.
"Ayo turun ! Ambil kartu ini kau bisa belanja pakaian trand masa kini supaya orang orang tidak lagi menghinaMu seperti tadi " ucap Aldo sambil memberikan kartu kredit kepada Gisel.
Gisel membulatkan matanya menatap ke kartu kredit tanpa batas yang di berikan Aldo padanya.
"Aku tidak mau menerimahnya ..!Lagian baju baju saya masih bagus bagus kok mata orang sombong saja yang menilaiKu terlalu berlebihan" kilah Gisel membelah diri.
Aldo menyentil jidat Gisel dengan jari telunjuknya.
"Ah Bodoh ..mereka tidak berlebihan menilaiMu tapi berlebihan menghinaMu! pokoknya mulai saat ini Aku tidak mau melihat atau mendengar orang menghinaMu karena baju katroMu itu!Ambil ini dan belilah apa saja yang Kau butuhkan untuk menunjang penampilanMu! Kalau kau masih menolak jangan salahkan Aku kalau Aku mengurungMu di dalam Mension supaya tidak ada lagi yang bisa menghinaMu sesuka hatinya " ucap Aldo sambil memberi kartu kreditnya ke pada Gisel.
__ADS_1
"Tapi apa Tuan tidak akan bangkrut bila saya meggunakan kartu ini untuk membeli segala jenis kebutuhan saya" ucap Gisel sedikit canggung .
Aldo mengkerutkan dahinya dengan umapan Gisel .
"Ha .ha .haa biarpun kau membeli seisi toko ini kekayaan Aku tidak akan habis ..Aku malah bersyukur kalau Kau mau membantuKu menghabisi seluru hartaKu yang sudah tidak terbilang lagi jumlahnya itu! dan lagian Kau itu istriKu sudah sewajarnya Aku menafkahiMu lahir dan batin" ucap Aldo sambil menatap penuh Arti kepada Gisel.
ucapan Aldo barusan membuat Gisel salah tingkah dibuatnya.
"Apaan shi.." ucapnya sambil mengambil kartu kredit di tangan Aldo dan keluar dari dalam mobil.
Aldo tersenyum tipis dan ikut keluar mengikuti langkah Gisel masuk kedalam butiq mewah itu.
Gisel terus hanya memilih milih baju yang benar benar Ia butuhkan saja untuk menunjang penampilanya supaya tidak malu maluin lagi seperti kata Aldo.
Aldo yang menunggunya di kursi khusus tamu sesekali memandanginya sambil tersenyum senyum sendiri.
Setelah merasa cukup Gisel segera mendekati Aldo.
"Lihatlah Tuan Aku belanja terlalu banyak bukan! Apa Anda tidak akan bangkrut bila saya belanja sebanyak ini." ucap Gisel memperlihatkan belanjaanya.
Aldo kembali menyentil jidat Gisel dengan sangat lembut .
"Sudah kubilang Biarpun Kau setiap jam belanja segini banyaknya kekayaanKu tidak akan pernah berkurang! Kau tau kenapa? Karna Akulah orang terkaya di kota ini kau paham! Kemarikan itu biar Aku yang bawah" ucap Aldo sambil mengambil barang belanjaan dari tangan Gisel.
"Baik sekali....." senyum Gisel sambil berjalan mengikuti Aldo dari belakang .
__ADS_1
Kembali mereka didalam mobil! Aldo menjalankan mobilnya sedikit kencang.
"Kalau di lihat lihat Tuan Aldo ganteng juga" ucap Gisel dalam hati yang sesekali mencuri pandang kearah Aldo .
"Awas jangan bilang kalau Kau mulai jatuh cinta kepadaKu gadis kecil" ucap Aldo tanpa melihat kearah Gisel karna sibut menyetir kendaraanya.
Gisel langsung kelabatan mendengar ucapan Aldo yang menangkap basah dirinya sedang mencuri curi pandang denganya.
"Pede bangat ...." ucap Gisel sambil membuang pandanganya ke luar melalui jendela mobil.
Kembali Aldo di buat cengegesen oleh tingkah lucu gadis itu.
"Astaga ........."ucap Gisel sambil menepuk jidatnya.
Aldo seketika mengkerutkan dahinya ketika samar samar mendengar suara dari Gisel.
"Boleh tidak Tuan menurunkanKu di sini! Aku mau bertemu Melly sahabatKu ada hal yang harus Kami bicarakan" ucap Gisel memandang kearah Aldo .
"Tidak boleh kecuali Aku yang menghantarkanMu! Aku tidak mau si Melon itu mengajariMu yang aneh aneh seperti dulu" ucap Aldo.
Gisel hanya memanyunkan bibirnya dan mengikuti kemauan Aldo untuk mengantarnya bertemu Melly.
đŸ‘‰terus like , coment ,favorite ,vote dan follow ya trimah kasih banyak.
__ADS_1