
Arif menjalankan motornya keluar dari parkiran khusus karyawan dan tak lama pun motor Arif sudah bergabung dengan kendaraan lainnya yang sudah berada di jalanan yang macet karena memang sekarang jam pulang kerja jadi jalanan makin macet, Arif menjalankan motornya hati hati, ketika melewati sebuah taman kota matanya tak sengaja matanya melihat seseorang yang dikenalnya, Arif menajamkan pandangannya dan ternyata benar itu adalah Syifa anaknya yang sudah lama tak ditemuinya sedang bermain ayunan, Arif menepikan motornya dia berniat akan menghampiri anaknya ada rindu seorang ayah yang sudah beberapa ini tak bisa menemuinya karena dia sibuk dengan urusannya sendiri, tapi ketika dia akan turun dari motornya tiba tiba gerakannya terhenti ketika ada seseorang dewasa menghampiri anaknya dan mereka adalah dan Arif pun mengenal siapa dia, yah dia adalah Reynand ayah sambung Syifa,.Arif memutuskan untuk memeperhatikan dulu dari jauh anaknya dan Reynand yang sedang bermain dengan serunya sambil tertawa bahagia, hatinya bagai di tampar keras melihat keakraban Syifa dan Reynand, hatinya merasa terharu melihat begitu sayangnya Reynand pada anaknya. tak terasa air matanya menetes melihat itu dimana sejak dulu dia belum pernah membahagiakan anaknya walau hanya dengan mengajaknya bermain ditempat yang tidak perlu mewah seperti sekarang ini, tapi Syifa terlihat begitu sangat bahagia,
" akankah Mona menyayangi kamu seperti Reyanand menyayangi kamu dengan tulus" dalam hati dia bergumam
" maafkan ayah nak, karena sampai sekarang pun belum bisa buat kamu bahagia, yang da ayah hanya bikin kamu membenci ayah, ayah memang seorang ayah yang sangat tidak berguna," katanya sambil menunduk menghapus air matanya yang sempat menetes
" Ayaaaaaah..." Arif di kaget mendengar ada seseorang yang memanggil nya dan tak lama tubuhnya di tubruk oleh seorang dan itu adalah Syifa
" sayang ..." kata Arif sambil mengangkat tubuh anaknya dan memeluknya erat seakan tak mau lepas.
" ayah main yu sama aku dan papa" katanya sambil menunjuk kearah Reynand yang sedang melihat mereka sambil tersenyum dengan tangan yang dimasukan kedalam sakunya menambah ketampanannya.
Syifa terus saja merengek mengajak ayahnya untuk ikut bermain dengan mereka
" ya sudah ayo kita ke papa" katanya sambil tersenyum dan menghampiri Reynand yang sudah duduk di bangku taman.
" apa kabar Rey" tanyanya sambil mengulurkan tangannya mengajak Reynand bersalaman dan di sambut oleh Reynand sambil tersenyum
__ADS_1
" Alhamdulillah gue baik, kalau lu gimana" tanya Reynand menggeser duduknya mengajak Arif duduk di sampingnya dan Arif pun duduk.
Syifa terlihat sangat bahagia duduk diantara kedua ayahnya, dia berceloteh tentang apa kegiatan yang sangat bikin dia bahagia, Arif menatap haru pada anaknya dengan mata yang sudah berembun dia memeluk Syifa
" maafkan ayah sayang, ayah jahat sama kamu" katanya sambil memeluk erat anaknya. Syifa membalas pelukan ayahnya sambil mengelus kepala yang membenamkan wajahnya di dada Syifa
" ayah jangan nangis, ayah nggak jahat kata papa juga ayah belum sempet ngajak main Syifa karena Aya sangat sibuk cari uang yang banyak buat Syifa, sudah sekarang ayah jangan nangis lagi kata om Farhan juga laki laki mah nggak boleh cengeng harus kuat, apalagi ayah sudah tua masa cengeng kan malu nanti dilihatin orang" katanya menepuk pundak ayahnya seperti seorang ibu pada anaknya" Reynand dan Arif terkekeh mendengar penuturan anak mereka
" wiiih pinternya anak papa tos dulu dong" kata Reynand dan mereka ber tos ria ala ala anak anak ABG alay, hilang sudah imagenya sebagai seorang perwira polisi, Arif tersenyum getir melihat apa yang mereka lakukan betapa dekatnya Reynand dan Syifa yang sampai sekarang pun dia belum pernah melakukan hal itu, bahkan caranya pun dia tak pernah tahu, dan dengan menyaksikan hal itu dia merasa betapa dia adalah seorang ayah yang sangat buruk,
" eh tunggu" kata Syifa sambil mengacungkan jari telunjuk seperti mendapatkan sesuatu
" Alhamdulillah ayah sekarang sudah kerja uang halal walaupun uangnya belum banyak tapi bisa buat kita main bareng" kata Arif sambil tersenyum dan mengangguk mantap
" bener boleh?" tanya Syifa lagi memastikan ucapan ayahnya.
" iya sayang " kata Arif lagi " tapi nanti waktunya kita kapan kita harus minta izin bunda dan papa dulu ya" kata Arif memberi pengertian pada anaknya tentang apa yang harus di taati sekarang. Syifa mengangguk tanda mengerti
__ADS_1
dan dia bermain jungkitan dengan anak yang ada di sana dan mereka tertawa berdua walaupun baru kenal tapi mereka terlihat sangat akrab
" Rey, makasih ya" kata Arif dengan tatapan yang tetap ke depan memperhatikan anaknya yang sedang bermain
" buat?" tanya Reynand singkat
" lu udah sayang banget dan lu bisa menggantikan gue buat Syifa" kata Arif sambil menolehkan pandangannya pada Reynand yang ada disampingnya " gue selama ini tak pernah ngelakuin apa yang selama ini lu lakuin buat Syifa bikin dia bahagia" katanya sambil tersenyum kecut, Reynand yang mendengar itu tersenyum lalu menghela nafas
" gue nggak menggantikan posisi lu buat Syifa di hatinya lu adalah ayahnya dan gue adalah papanya, dan kita bisa bekerja sama bikin dia bahagia dengan memiliki kita, lu bisa rubah kebiasaan lu yang biasanya nggak pernah mau ngertiin dia jadilah ayah yang ngerti dia gue sama Mira udah sepakat untuk tidak menutup akses buat lu ketemu sama Syifa" jelas Reynand sambil menepuk bahu Arif pelan
" gue nggak tahu lagi harus bilang apa sama kalian, gue yang selama ini mengabaikan kewajiban gue sebagai ayah tapi kalian masih saja berbesar hati memberi gue kesempatan buat gue Deket sama anak gue" kata Arif sambil menunduk dia terbaru mendengar ucapan Reynand yang tak menjudge dia sebagai orang tua yang buruk buat anaknya.
" Denger Rif, gue tahu apa yang lu lakuin itu salah malah sangat fatal buat Syifa kalau lu nggak secepatnya gaya hidup, pola pikir dan kebiasaan lu" kata Reynand menjeda ucapannya dia ingin melihat reaksi dari Arif, tapi sepertinya Arif mengeri apa yang dia ucapkan " cobalah untuk lebih meluangkan waktu lu buat Syifa, dan satu peringatan gue lu boleh bawa main Syifa tapi jangan pernah lu membiarkan Syifa dekat dengan Mona" peringat Reynand, Arif mengerutkan keningnya tanda tak mengerti apa yang di ucapkan oleh Reynand, Reynand tersenyum mengerti dengan mimik wajah Arif " Syifa punya trauma tersendiri tentang Mona" Reynand teringat ketika Mona mengancam Syifa dengan sangat tidak manusiawi pada anak sebesar Syifa dan Rayhan.
Hal itu terjadi beberapa saat setelah kejadian di rumah Arif setelah Ridwan menghajar Arif waktu acara tujuh hari meninggalnya ibu Diah para laki laki dewasa itu sibuk menyeret dan membentangkan Ridwan dan para wanita itu dengan panik menyusul mereka tanpa mereka sadari Mereka telah meninggalkan Syifa dan Rayhan di rumah itu yang mana Mona ada didalamnya dan Arif yang langsung mengurung diri di kamar tanpa mempedulikan situasi di luar, dan ketika Ridwan sudah tenang mereka baru sadar kalau dua anak mereka tidak ada bersama mereka dan dengan segera mereka semua mencari kedua anak itu dan apa yang terjadi Mona sedang mengancam kedua bocah kecil itu menggunakan pisau buah yang ada disana dan karena hal itulah kedua anak itu sampai sekarang masih takut bila melihat pisau apalagi kalau mereka bertemu lagi dengan Mona.
" maksud lu?" tanya Arif membuyarkan lamunan Reynand tentang hal yang membuat mereka marah besar pada Mona.
__ADS_1
" suatu saat lu akan tahu apa yang gue maksud, dan hal itu terjadi bukan hanya pada Syifa tapi juga pada Rayhan" kata Reynand Ambigu " gue yakin kalau gue katakan hal itu lu nggak bakalan percaya sama apa yang gue omongin sama lu secara kan lu cinta mati sama dia" kata Reynand.
Alhamdulillah karyaku sudah tembus sampai 100 bab tapi aku harap kalian memberikan dukungan dengan terus like dan komennya ya😘😘😘