
Sementara dua laki laki yang sedang menunggu Ana, Mira dan Susi di toilet sudah mulai curiga karena sudah hampir 30 menit mereka menunggu tapi belum ada tanda tanda ketiga gadis itu keluar dan mereka sudah mulai curiga dan ketika mereka akan mulai mendekat masuk kearah toilet tiba tiba ponsel bos itu berdering, dan dia mengurungkan niatnya dan menyuruh anak buahnya untuk melanjutkan maksud mereka untuk menyuruh ketiga gadis itu menyelesaikan kegiatan mereka di toilet.
" ya, ada apa?" tanya nya setelah tahu siap yang menghubunginya adalah anak buahnya yang menunggu di rest area SPBU
" bos cepetan bos, sepertinya orang orang mulai curiga karena mereka terlihat diam diam memperhatikan gerak gerik kita, tadi aja gue udah di datengin satpam SPBU " katanya terdengar mulai panik " mereka terlihat seperti sedang menelpon gue takut mereka menghubungi polisi, kalau kejadian bisa tamat riwayat kita Bos"
" ok gue segera kesana" katanya sambil memutus panggilan tanpa menunggu jawaban anak buahnya.
Laki laki itu menghampiri temannya yang dari tadi masih berdebat dengan sang penjaga toilet.
" maaf, Bu istri saya sedang mengandung takutnya kenapa napa soalnya dari tadi di toilet belum keluar juga" ibu penjaga toilet tampak tidak yakin dia menatap tajam dari ujung kepala sampai ujung kaki, dia merasa heran kenapa pra gadis cantik itu pada mau pada pria yang tidak ada tampan tampannya, dilihat dari segi apapun tetap saja menyeramkan.
" apa iya salah satu dari mereka adalah istri bapa?" tanyanya karena merasa heran
" ya iya ibu kalau bukan istri saya ngapain juga saya rela nunggu dari tadi" katanya meyakinkan, ibu itu terlihat tampak berfikir menimbang apa yang harus dia lakukan, tapi kata si pria ada benarnya juga bagaimana kalau yang katanya istri pria itu kenapa napa di toilet Pasti dia sendiri pun akan terkena imbasnya, melihat ibu itu masih ragu pria itu menyelipkan lembaran uang warna merah entah berapa lembar ke tangan si ibu itu
" terimakasih banyak, pak aduh saya jadi malu " katanya sambil tersenyum dan memasukan uang itu kedalam saku celananya, ternyata sesulit apapun masalah selalu bisa selesai lalu adanya uang semua akan berjalan dengan lancar. " tapi satu orang saja ya" pesannya pada pria itu.
" ok Bu ini teman saya yang saya tinggal di sini, ibu bisa jadikan jaminan" katanya sambil berjalan meninggalkan mereka berdua, masuk menuju arah toilet, dia mengetuk toilet yang masih tertutup
__ADS_1
" sebentar" terdengar sahutan dari dalam toilet dan dia tahu suara itu adalah suara salah satu dari mereka
" saya hitung sampai tiga kalau tidak keluar juga saya akan mendobrak pintunya, cepat keluar semua!" bentak nya keras " satu..." iya iya kita keluar kata mereka sambil membuka pintu toilet dari ruangan yang sama
" cepat kita harus berangkat sekarang" sambil mendorong mereka untuk berjalan terlebih dahulu didepannya siapa ya lebih mudah mengawasi mereka " cepat jalannya, supaya tugas saya cepat selesai" katanya ketus
" iya ih om, kalau mu cepat selesai lepasin kita aja, coba om bayangin kalau istri kalian ada yang nyulik kayak kita gimana?" kata ana dengan muka cemberut dan mereka pun masuk di mobil yang sudah siap dari tadi, "cepat jalan sekarang, !" perintahnya dan mobil pun mulai melaju keluar dari area SPBU, bersamaan dengan itu pula ada beberapa mobil polisi datang dari arah pintu masuk
" cepat ada polisi " kata yang satunya lagi sambil melihat kearah belakang dan mobil mereka melaju dengan kecepatan agak tinggi supaya mereka tak lagi mengejar, sedangkan Ana, Mira dan Susi mengetuk ngetuk kaca mobil dengan telapak tangan mereka meminta bantuan berharap ada yang melihat dan menolong mereka, tapi sia sia mobil yang mereka tumpangi melaju dengan cepat.
" kalian diam lah, kalian tidak akan lepas dari kami, ha ha..." kata mereka sambil tertawa senang.
***
" kami mencari mobil dengan no seri XXX apa kalian melihat?" tanya seorang polisi, ketika polisi itu masih bertanya tak lama datang rombongan Reynand. Reynand dan Indra menghampiri para polisi itu
" selamat siang" Kata Reynand sambil mengangguk lalu berbicara sebentar dan menunjukan KTA Indra dan Reynand, dan pra polisi itu langsung menghormat
" bagai mana?" tanya Indra
__ADS_1
" menurut..." ucapan polisi itu terpotong oleh seorang ibu ibu yang menerobos kerumunan dan mendekati mereka
" bapak yang mana yang namanya pak Reynand?"tanyanya dengan nafas tersengal dan make up yang sudah luntur karena keringat sontak mereka semua menoleh kearah ibu itu,
" saya Bu, ada apa?" tanya Reynand sambil mengernyitkan keningnya
" sa hos hos saya..." katanya masih belum bisa mengatur nafas,
" oh apa ibu yang tadi nelpon saya?" tanya Reynand rasanya tak tega melihat seorang ibu paruh baya dengan badan gempalnya berjalan untuk memeberi informasi padanya, dan dia mengangguk sambil memberikan sebuah kertas, setelah Reynand manbukanya dan Reynand tahu itu adalah tulisan tangan istrinya walaupun tidak begitu rapih tapi dia masih bisa mengenali siapa pemilik tulisan itu, Indra, Farhan, Budi dan Ridwan mendekat ke arah Reynand demi melihat apa yang ada dalam tulisan itu, mereka saling pandang dan mereka saling melempar isyarat dengan anggukan.
" ini pasti saudaranya si neng yang tadi nya, kelihatan meni mirip" kata seorang ibu ibu menunjuk Farhan yang memang wajah nya mirip sekali dengan Mira tapi versi cowok, cuma Budi yang beda sendiri, padahal yang kembar sama Farhan adalah Budi tapi sama sekali nggak ada mirip miripnya,
" iya Bu saya abangnya" kata Farhan sambil tersenyum
" berarti mas Reynand ini suaminya, tapi kalau yang mirip sama mas ini kata ya suaminya yang tadi" kata ibu ibu sambil menunjuk Reynand dan Farhan, ibu itu adalah ibu penjaga toilet
" hah kok bisa? saya yang suaminya,"
" iya tadi dia kan keras kepala minta masuk ke lorong toilet wanita saya izinin karena katanya dia suami ya" kata penjaga itu
__ADS_1
" maaf ya Bu nanti keterangan bisa ke pak polis yang ini ya" kata Indra memutuskan pembicaraan itu, Indra dan Reynand berbicara sebentar para polisi setempat dan mereka saling memeberi hormat ala ala polisi.
"untuk semuanya kami ucapkan terimakasih atas semua bantuan yang telah Banyan merekam kalian, tapi kami harus mengejar mereka untuk menyelamatkan istri dan adik adik kami,kata Reynand dan mereka langsung naik keatas motor dan langsung tancap ga menhungan membelah jalanan demi menyelamatkan mereka bertiga tanpa basa basi lagi mereka fokus pada keselamatan mereka bertiga.