Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 18


__ADS_3

mereka memutuskan untuk makan di rumah makan yang tidak jauh dari rumah sakit, karena Andi dan ana masih ada jadwal periksa


" mau makan apa cepet pesen dulu jangan ngoceh Mulu" kata Ridwan sekarang sejak ada ana Ridwan sudah tidak canggung lagi dengan Mira.


drrrt drrrrt ponsel Ana bergetar


" eh eh si Vita video. call" kata Ana pada mira


" angkat angkat buruan" kata Mira nggak sabar


" eh saodah lama amat Lo angkat, lagi ngapai Lo?" tanya Vita sahabat Mira dan Ana langsung ngomel ngomel


" eh Maemunah lu jangan ngomel Mulu gue lagi


kencan sama si cinta" jawab Ana


" eh Saodah sejak kapan Lo punya pacar?" tanyanya heran soalnya dia tau kalau ana nggak punya pacar


" lo mau tau?" tanya Ana sambil mengarahkan layar ponselnya pada Mira


" markonah elo kemana aja Lo jahat Lo lupain gue hu hu hu" kata Vita dari sebrang


" sorry..." jawab Mira sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya

__ADS_1


" eh Lo pada lagi di mana?" tanya Vita


" kita lagi mau makan siang di rumah makan sebrang rumah sakit, Lo dimana?"


" ok tunggu sebentar jangan makan dulu pesenin gue makanan biasa gue lagi di jalan kearah sana bentar y gue nyampe" kata Vita sambil memutuskan panggilan


" waaaah kacau nih kalau trio gesrek udah ngumpul berisik" tak di hiraukan mereka berdua yang masih saja ngobrol tak lama dari kejauhan datang seorang perempuan tak kalah cantik dari ana dan Mira, ana pun melambaikan tangan memberi tanda kali mereka duduk sebelah sana, Vita pun langsung berjalan menghampiri meja mereka dan langsung memeluk Mira


" markonah gue kangeeeen..., kemana aja Lo? nggak ngasih kabar sama gue" tanya Vita pada Mira dan akhirnya mereka pun mulai makan sambil terus ngobrol dan para pria pun sudah asik dengan obrolan khas para lelaki


" kita udah selesai dan kakak sebentar lagi mau ada operasi kalian masih pada mau disini?"


" ya udah kayaknya mereka masih asik kita aja yang pergi duluan lagian kasihan bapak sendiri ya Rif" kata Ridwan pada Arif " nggak apa-apa kan Mira disini dulu biar dia hiburan sekali kali" tambha Ridwan lagi


" ya udah " kata Arif singkat memang dari tadi Arif tak begitu banyak bicara karena Mira masih mendiamkannya sejak kedatangan Mona


" ya" kata Mira singkat masih malas untuk bicara pada suaminya. akhirnya mereka pun pergi, sedangkan para wanita malah ngobrol tambah seru.


" eh Lo sejak kapan nikah?" tanya Ana pada Mira dan Vita pun ikut mengangguk. Ana menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan mereka


" gue nikah sama bang Arif sudah hampir enam tahun, gue awalnya di jodohkan sama ibu dan dan mama mertua gue, setelah wisuda gue pulang buat istirahat di kampung nggak taunya pernikahan gue udah di atur, Abang sulung gue awalnya nggak setuju karena dia pengen gue fokus ketir dulu, tapi yaaah mau gimana lagi kita nggak mungkin menolak permintaan ibu dan akhirnya kami menikah dan punya anak usia lima tahun." kata Mira menjelaskan secara ringkas


" terus Sekarang Lo tinggal di mana?" tanya Ana lagi

__ADS_1


" gue tinggal di Bogor Deket mertua gue, tak jauh sih sama rumah ibu"


" Lo cinta sama suami Lo?" tanya Vita meyakinkan


" awalnya si nggak tapi seiring berjalannya waktu dan sikap bang Arif yang penyayang akhirnya gue pun luluh walau gue nggak tau apa ini cinta ayu bukan" jawab Mira lagi


" sorry ya mir, gue nanya Kya gitu soalnya gue lihat hubungan kalian kayaknya kaku banget" kata Vita lagi dan di ngguki oleh Ana.


" eh gimana hubungan Lo sama si Ivan Baek Baek aja kan ?" tanya Mira pada Ana


" gue udah ptus, kalian tau apa yang nyebabin kita putus? dia selingkuh," katanya menundukkan kepalanya lalu menghela nafas panjang dan melanjutkan lagi ceritanya" kalian ingat waktu kalian pamit setelah wisuda Lo mau pulang kampung dan Lo mau nengokin nenek Lo di Padang, setelah nganter Lo ke bandara dan Lo stasiun gue langsung ke apartemen nya si Ivan gue langsung masuk soalnya gue udah hafal banget sama password nya, pas gue masuk sepi tuh tapi gue liha ada sepatu cewek dan gue pun berjalan menuju kamar dan Lo tau ap yang terjadi di dalam kamar?" perkataan Ana terhenti karena nafasnya sudah sesak dan air matanya sudah membanjiri pipinya tak sanggup lagi meneruskan ceritanya, Vita dan Mira pun sudah tau kelanjutan ceritanya akan seperti apa.


" yang sabar ya masih banyak cowok yang baik ngapain Lo tangisan laki nggak setia kayak gitu rugi Lo" kata Vita dan memeluk ana yang sudah di peluk Mira.


" iya na justru Lo harus bersyukur karena Allah sudah nunjukin kalau si Ivan tuh bukan cowok yang baik buat Lo, cobalo bayangin kalau udah nikah pasti rasanya bakalan lebih sakit" tambah Mira lagi menguatkan Ana


" iya gue tau dan itu yang membuat gue mutusin buat ngelanjutin kuliah sama kakak gue dan mengambil kedokteran ya biarpun menceng dari jurusan studi awal" katanya, iya soalnya mereka asalnya kuliah di jurusan hukum " eh dan tau nggak Lo pada? tadi pagi gue liat tuh pelakor ada di rumah sakit bertiga am temennya mungkin" katanya sambil mengendikan bahu.


" dan Lo gimana?" tanya Mira beralih pada Vita


" gue lebih suka jomblo males sakit hati gue" katanya cuek


"aaalaaah bilang aj Lo kagak laku" kata ana yang sudah kembali pada mode awal.

__ADS_1


dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali kerumah sakit dan Vita kembali ke kantornya setelah membuat kontak grup chat.


" dan l


__ADS_2