
pagi di rumah Ridwan mereka sedang sarapan,
" pa, kapan kita jalan jalan?" kata Rayhan pada Ridwan papanya
" nanti papa cari waktu senggang dulu soalnya sekarang papa lagi sibuk banget nggak apa-apa kan" kata Ridwan pada Rayhan, meskipun Ridwan sudah tahu kalau Rayhan ternyata bukan anak biologisnya tapai Ridwan sangat sayang pada Rayhan baginya anak itu tidak berdosa, seandainya nanti dia dan Susi sudah sah bercerai dia akan meminta Rayhan tetap bersamanya, Kate Ridwan tahu Susi tak begitu peduli dengan Rayhan.
" ok tapi nanti ajak Syifa juga ya" kata Rayhan
" ok, anak papa gimana. sekolahnya seru nggak"
" seru papa, aku punya banyak teman ..." Rayhan terus saja bercerita tentang keseruannya di sekolah sedangkan Susi asik makan tanpa peduli dengan celotehan Rayhan
" mas, uang bulanan aku kok belum di transfer sih kan aku lagi butuh." kata Susi pada Ridwan, "iya ntar siang aku transfer" kata Ridwan singkat sebenarnya dia memang sudah males memberi nafkah pada Susi, meskipun tidak pernah memberikan nafkah batin.
" jangan telat ya mas, aku mau ada bayar sesuatu"
__ADS_1
" emang uang yang kemaren udah habis?"
" iya kan sekarang aku suka ngasih buat Mama dan bapa jadi uangnya cepet habis" katanya meyakinkan
" ya udah ntar aku transfer" kata Ridwan, tiba tiba saja ponsel Susi berdering begitu melihat kontak nya Susi langsung menegang, lalu melirik dengan ujung mata pada Ridwan yang masih asik mendengar cerita Rayhan, Susi bangkit dan menjauh, dan tak lama kembali lagi dengan terburu buru
" Rey, hari ini kamu di antar mbak Dewi, ya! mama ada urusan" katanya pada Rayhan
" iya mah " kata Rayhan mengangguk
tak lama setelah Susi pergi Ridwan menghubungi seseorang dan kembali menutup panggilannya.
" hmmm gimana kalau papa saja yang yang anter kamu sekolah?" kata Ridwan pada Rayhan
" beneran pa, asyiiik" Rayhan bersorak dan langsung menghambur ke pelukan Ridwan Ridwan memeluk Rayhan
__ADS_1
" papa sayang sama kamu, walaupun kamu bukan anak papa tapi papa akan berusaha untuk mempertahankan kamu, bila nanti papa berpisah dari ibumu, papa nggak peduli siapa ayah kandung kamu, bagi papa kamu anak papa" batin Ridwan sambil memeluk Rayhan erat dengan mata berkaca-kaca, dia tak mau Rayhan akan terlantar karena sikap Susi yang selama ini seakan tak peduli dengan Rayhan dan Ridwan sangat tidak mengharapkan hal itu terjadi.
" pa, papa kenapa? papa jangan sedih, aku janji nggak bakalan nakal asal papa jangan sedih" kata Rayhan menatap ayahnya dengan penuh rasa bersalah, Ridwan kaget dengan apa yang di katakan anaknya
" tidak tidak, kamu tidak nakal, cuma papa seneng banget kamu selalu ada buat papa, kamu janji ya nggak bakalan ninggalin papa" kata Ridwan dan langsung di angguki oleh Rayhan, dan langsung membenamkan kepala Rayhan kedalam pelukannya, demi apapun dia tak mau kehilangan Rayhan, dan hal itulah yang selalu membuat dia was-was bercerai dari Susi,
" aku janji nggak bakalan ninggalin papa, janji?" katanya dengan mengacungkan jari kelingkingnya kehadapan Ridwan
" janji" kata Ridwan sambil menautkan kelingking mereka dan mereka lalu tertawa
" ya udah ntar kesiangan ayo siap siap" kata Ridwan pada Rayhan " Wi, Rey aku aja yang antar ya" katanya pada pengasuh Rayhan.
" iya pak, ini kotak bekal Rey pak" kata Dewi pada Ridwan yang langsung di terima Ridwan
" mbok, wi kami berangkat ya" pamitnya pada asisten dan baby sitter nya dan balas dengan. lambaian tangan keduanya dan Ridwan langsung melajukan mobilnya.
__ADS_1