
seminggu sudah Arif menempati kontrakannya yang baru, hari ini sudah hari kelima dia Luntang kantung mencari kerja di sana sini belum juga dapat hari ini dia menjalankan motornya dan ketika dia melintas di sebuah hotel di melihat ada pengumuman lowongan kerja, Arif menghentikan motornya dan memarkirkan motornya di tempat parkir setelah bertanya pada pihak keamanan dan resepsionis ternyata memang benar ada dan Untungnya pengumuman itu baru dipasang dua jam yang lalu dan Arif adalah pelamar pertama, dan dengan kebetulan Arif di interview langsung karena melihat beberapa surat keterangan pengalaman kerja akhirnya Arif di terima dan mulai bekerja besok dengan posisi di bagian keuangan, Arif pulang ke kontrakan dengan bahagia sampai di kontrakan ternyata Mona sudah ada didepan kontrakan Arif
" Abang sudah pulang kelihatannya seneng banget " tanya Mona sambil langsung bergelayut manja di lengan arif, Arif hanya tersenyum sambil mengangguk lalu membuka kunci pintu dan mereka masuk lalu duduk di sofa,
" kamu nggak mau ngasih tahu aku kamu senang karena apa?" tanya Mona yang masih penasaran, Arif menoleh pada Mona dan tersenyum
" aku sudah dapat pekerjaan " jawabnya sambil menyandarkan kepalanya di Sandaran sofa.
" ah kok dapet sih gagal deh tadinya aku mau dia kerja di kafe lagi, tapi ya sudahlah lagian biar aku juga bebas biar gampang kalau aku harus pergi pergi kalau bareng terus kan dia selalu bawel" gumam Mona dalam hati, lalu dengan cepat tersenyum lebar
" bener? wah selamat ya dimana?" tanya Mona lagi dengan senyum yang dibuat senatural mungkin agar Arif tak curiga.
" iya besok aku mulai kerja" kata Arif lagi sambil tersenyum.
" di perusahaan apa ?" tanya Mona lagi yang makin penasaran
" di hotel Alhamdulillah akhirnya aku dapat kerjaan" katanya sambil menegakan tubuhnya dan kebalikan duduknya menghadap Mona.
" di hotel mana?" tanyanya lagi
" ada dech" jawab Arif sambil tersenyum jail
" ih kamu mah" kata Mona kesal sambil mencubit pinggang Arif yang terkekeh mendapat cubitan yang tidak begitu sakit.
" aku akan bilang nanti pada waktunya soalnya aku hanya karyawan biasa bukanlah pada posisi yang bikin kamu bangga tapi aku akan berusaha lebih baik lagi," kata Arif mantap
" lagian kamu ini coba kalau kamu di kafe kamu nggak usah mikirin gajih kecil semua fasilitas kamu bisa gunakan " kata Mona sambil cemberut .
__ADS_1
" aku tahu itu, justru kalau aku di kafe tidak akan membuat aku memiliki tantangan untuk maju karena semuanya sudah kamu lengkapi hanya dengan membuka mulut minta sama kamu semua langsung aku dapat tanpa harus aku bekerja keras dan itulah yang aku nggak mau aku hanya bisa berlindung di balik kekuasaan kamu bukan dari kemampuan aku." jelas Arif panjang lebar
" iya aku ngerti, tapi kalau kamu hanya karyawan biasa kapan kamu majunya" kata Mona lagi
" kamu tahu aku merasa bangga walaupun hanya menjadi karyawan baru tapi aku bisa berdiri di atas kakiku sendiri, bukannya kaya tapi dengan cara yang mudah dan bukan dengan hasil hanya dengan menadahkan tangan." kata Arif
" ya sudah terserah kamu lah apapun itu aku akan selalu dukung kamu" kata Mona mengalah karena dia tahu kalau dia memperpanjang dia takut akan berakibat Arif pergi darinya apalagi sekarang Arif sudah mendapat pekerjaan dan bukan lagi bergantung hidup padanya itu akan lebih susah lagi.
" Bang kamu nggak kangen sama aku?" tanya Mona sudah mulai mepet menempelkan tubuhnya dan beralih duduk di pangkuan Arif
" aku kangen banget sama kamu, ini sudah lama lho sejak kita dari kampung kita nggak ngapa ngapain" kata Mona sambil me****t bibir Arif, memang sejak kejadian waktu itu mereka tak lagi melakukan hubungan i***m, Arif membalas perlakuan Mona Karena memang dia juga sudah terpancing dari tadi Mona mancing mancing terus dan Arif sudah tak bisa lagi menahan ga***h ditubuhnya yang butuh untuk di lepaskan, Arif mengangkat tubuh Mona dan membawanya ke kamar.
Pagi pagi sekali Arif sudah bersiap dengan pakaian rapih dia sudah sarapan walaupun hanya dengan membeli nasi uduk di warung depan dia tak ingin di hari pertamanya masuk kerja dia datang terlambat, dia kan memperlihatkan kinerja yang baik. Sesampainya di parkiran Hotel dia memarkirkan motor matic nya,
" selamat pagi pak, pagi benar datangnya" kata security yang kemarin bertemu dengannya waktu melamar pekerjaan
" Nah itu baru saya setuju tuh " kata security yang di ketahui namanya Maman itu sambil mengacungkan jempolnya, mereka tertawa bersama " selamat bekerja di hari pertama pak Arif" katanya lagi
" nggak usah panggil bapak, panggil Arif saja pak, nggak enak saya cuma karyawan biasa kok" kata Arif ramah
" oh ya sudah kalau begitu mah, saya juga nggak mau di panggil bapak panggil Abang aja kayaknya umur kita juga nggak terlalu jauh" katanya sambil tersenyum
" oke kalau begitu bang Maman saya masuk duluan ya" kata Arif dan hanya di balas acungan jempol oleh Bang Maman. Arif berjalan menuju lobi hotel dan langsung menuju ruang kerjanya yang ternyata baru ada satu orang karyawan.
" Hai karyawan baru ya?" salahnya ramah
" iya baru kemarin, kenalkan nama saya Arif" kata Arif memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya dan disambut
__ADS_1
" gue Hadi, santai saja disini jangan di bikin kaku kita semua teman kok" jawabnya
" oh kalau gitu terimakasih mohon bantuannya soalnya pasti banyak yang gue belum faham." dan mereka pun langsung akrab dan ngobrol mengisi waktu sebelum jam kerja di mulai dan karyawan yang lainpun mulai berdatangan dan diruangan itu terdiri dari tujuh orang termasuk seorang kepala bagian, terisi dari tiga orang perempuan dan empat laki laki dan mereka sudah saling kenal dan berbaur dengan suasana kerja yang nyaman tanpa ada kata senior dan junior semuanya sama bahu membahu dan saling bantu.
Hari pertama kerja Arif sudah disibukan dengan pekerjaan yang sudah menumpuk untungnya Arif sudah berpengalaman dalam bidang itu jadi tidak terlalu membuatnya keteteran.
Jam pulang kerja pun tiba mereka sudah bersiap merapikan meja mereka masing masing
" ayo balik balik " kata Hadi dengan semangat
" ah lu mah di waktunya balik semangat bener" ejek Mirna
" Eh Mir lu tahu nggak si Hadi ini bukannya semangat balik dia semangat nongkrong di depan ngecengin para karyawan kafe sebelah " resa
" ah dasar kadal buntung lu " kata Mirna sambil melempar dengan kertas, Hadi yang sudah cengengesan
" hidup itu harus dinikmati kawan, iya nggak iya nggak" kata Hadi sambil menaik turunkan alisnya.
" serah, suka suka hati lu lah" kata Mirna, Mereka pun tertawa
" eh Rif lu mau ikut gue nggak, karyawan cewek kafe sebelah beuh bohay bohay" ajak Hadi pada Arif yang dari tadi hanya tertawa mendengar obrolan unfaedah teman temannya
" nggak ah gue pengen cepet balik rebahan enak tuh kayanya" kata Arif
" jangan mau Rif ntar lu ikutan jadi kadal burik mau lu" kata Resa. ruangan.pun kembali riuh oleh tawa mereka
" lu gitu amat sama gue Sa,masa gue di samain sama kadal burik, tampan nih" jawab Hadi dengan gaya narsisnya. mereka pun berjalan menuju parkiran dan menuju arah masing masing.
__ADS_1