
Ana berjalan memasuki rumah makan tempat dia dan sahabat sahabatnya janjian ternyata Mira dan Vita sudah ada di sana lebih dulu, Ana menghampiri mereka sambil tersenyum lebar
" lu dari mana aja sih lama banget, kita hampir lumutan tau nggak nungguin lu" kata Vita sambil manyun manyun
" sorry maklum tadi pasiennya banyak banget biasa hari senin" kata Ana sbil menyeruput minuman yang sudah dipesankan oleh mereka, mereka sudah sama sama tahu makanan dan minuman apa saja yang biasa satu sama lain pesan untuk makan siang, sarapan atau makan malam persahabatan mereka memang luar biasa bahkan kadang bisa di definisikan lebih dari saudara saking dekatnya mereka, tak ada satu hal pun yang mere tutupi dari yang lainnya, makanya bila salah satu dari mereka disakiti makan yang lain akan bergerak untuk membela.
" lu tau nggak gue dapat penggemar rahasia" kata Ana pelan tapi masih bisa di dengar olah yang lain
" hah yang bener siapa siapa?" tanya Mira
" eh lu denger ya, yang namanya penggemar rahasia ya rahasia mana gue tau siapa dia kalau gue tahu gue kagak bakalan dia itu penggemar rahasia" kata Ana kesal
" he he iya juga ya" kata Mira nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" emang lu di kasih apa, coklat?" tanya Vita
ana menggelengkan kepalanya
" gue dapet bunga, lu tahu bunga apa?" tanya Ana sambil tersenyum lebar
"hmmm bunga bangkai" tebak Vita yang sontak di sambut tawa oleh Mira sedang Ana memberangut kesal
" eh b**o lu kata gue apaan masa gue di kasih bunga bangkai yang ada itu mah bukan dari pengagum rahasia tapi teror " kata Ana
" terus bunga apaan ?" tanya Mira
" alaaah palingan bunga sepatu" bukan Ana yang jawab tapi Vita, Ana yang kesal dari tadi Vita sok tahu dengan bunga tebakannya yang sama sekali jauh dari kenyataan.
" lu tahu, kalau gue dapet bunga sepatu lu kata gue orang penyakitan yang harus minum ramuan bunga sepatu" gerutu Ana, sedang Mira dan Vita tertawa, memang dimana pun mere berada pasti akan membuat rusuh lihat saja meja mereka jadi pusat perhatian dari pengunjung lain sedang kan mere malah asik meneruskan aktivitas mereka makan sambil
terus tertawa dan bercanda receh mereka tanpa peduli sekitar.
" Habis ini lu mau balik rumah sakit lagi Na?" tanya Mira, Ana mengangguk sambil menyeruput minuman nya
__ADS_1
" iya gue masih belum Visit ruangan inap" jelas Ana " terus lu pada? jangan bilang lu pada mau
nge mall and gak ngajak ngajak gue ya" tunjuk Ana ada Vita dan Mira
" hari ini kita gak bakalan sempet ke mall soalnya kita mau ketemu klien Bentara lagi jadwal kita hari ini juga pedet banget " jelas Mira dengan mantap
" ok kalau lu yang ngomong gue percaya, tapi ni orang yang ngomong belum tentu gue percaya" katanya pada Vita
" Hey luka kata gue tukang bohong, wah kwalat lu" tunjuk Vita nggak terima di katakan seperti itu Ana
" bukan gitu gue cuma bilang gak begitu percaya" kata Ana dengan menahan tawa
" ya sama saja b**o" katanya ketus sedang Mira dan Ana sudah tertawa.
Mira melirik ke arah depan sekilas lalu tertunduk lagi lalu Mira mengetikan pesan pada mere berdua
"lu coba pura pura ngaca Na dan lu Ta pura pura selfie di belakang kalian pria berhoodi dari tadi curi curi pandang ke kita" pesan Mira dan memeberi isyarat supaya membuka ponsel dan mere pun mengikuti arahan Mira, dengan Vita yang pura pura selfie dan mengambil foto orang itu Begu juga dengan Ana yang pura pura ngaca dan sontak mereka saling lalu mereka saling memberi isyarat, dan mereka pun kembali ke sifat normal
" Na gue jadi lupa kan, lu tadi dapet bunga apa" tanya Mira lagi pada Ana menormalkan suasana.
" ah lu mah lama" kata Vita manyun
" ok ok gua bilangin kata katanya cuma " Maaf " kata Ana antusias
" cuma maaf doang " tanya Mira sambil mengerutkan alisnya
" emang tuh orang punya salah apa sama lu?" Ana hanya mengangkat kedua bahunya tanda dia pun nggak tahu
" ya mana gue tahu kan orang nya juga gak tahu, ya mana gue tahu die salah apa sama gue" jelas Ana
" iya juga ya" kata Mira sambil manggut manggut mengerti.
" emang lu dapet dari mana tuh bunga?" tanya Vita sambil menatap Ana
__ADS_1
" gue dapet dari Asisten gue, dan dia bilang dia dapet dari penjaga resepsionis"jelas Ana
" berarti yang tahu resepsionis itu dong " kata Mira.
" justru itu gue udah tanya ke orang resepsionis nya ternyata bunga itu mereka dititipi sama seorang anak, katanya anak itu juga di Suruh seseorang dan nggak tahu siapa orang itu"jelas Ana lagi
" lu inget nggak siapa yang pernah bikin masalah sama lu" tanya Vita
" ada banyak banget malah dosanya sama gue" kata Ana sambil manggut manggut dengan senyum yang sudah di artikan
"Siapa?" tanya Vita dan Mira bersamaan
" lu pada" kata Ana singkat dan itu sontak membuat kedua sahabatnya gemas
" AW sakit b**o" kata Ana memegang kepalanya karena di geplak Mira.
" lagian orang mah serius ini malah bercanda dasar nggak ada akhlak lu" kesal Mira.
" gue yakin orang itu pernah buat salah sama lu" kata Vita sambil mengetuk dagu dengan jari telunjuknya
" apa mungkin?" kata Mira dan sontak Ana dan Vita melebarkan matanya mereka saling pandang itu tandanya mete memiliki pemikiran yang sama.
tiba tiba ponsel Ana bergetar tandanya ada panggilan masuk
" ya mbak sebentar lagi aku sampai"kata Ana langsung ketika melihat kontak yang menghubunginya adalah asisten nya
" gue harus segera balik ada panggilan gawat darurat, gue duluan ya" kata Ana sambil beranjak dan bercipika cipiki ria dengan Vita dan Mira
" ayo kita juga mau balik sekarang" kata Vita dan mereka pun berangkat meninggalkan rumah makan itu, Mereka berjalan melewati orang yang memakai Hoodie dan masker itu.
Mereka berpisah Ana menyebrangi jalan dan masuk ke rumah sakit sedang Mira dan Vita pergi meninggalkan tempat itu.
" menurut gue, yang ngirim bunga ke Ana si Ivan"kata Vita sambil menjalankan mobilnya iya gue juga soalnya dia tahu banget kalau Ana suka banget sama mawar putih, dan kata kata yang di tulis adalah maaf.
__ADS_1
" iya gue yakin malah."