Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 58


__ADS_3

di sebuah ruangan di sebuah restoran


" gimana? apa sudah ada perkembangan?" tanya seorang pria tampan dengan tatapan tajam menatap lawan bicaranya.


" saya lihat kamu sepertinya menikmati hidup dengan laki laki hasil jarahan yang sudah kamu jarah dengan bantuan saya" katanya lagi


" a a nu tu tu tuan it itu..." kata mona, ya perempuan itu adalah Mona, dengan tampak gugup dengan pertanyaan si pri tampan tersebut


" sudah saya bilang jangan terburu buru, tapi Lo tidak nurut dan hasilnya seperti ini ini jauh dari perkiraan dan Lo malah dengan asyiknya menikmati hasil sebelum melakukan usaha, yang gua mau tau cewek hancur dulu" kata pria itu


" maaf tuan ini diluar perkiraan, saya kira perempuan itu akan mempertahankan pernikahannya demi anaknya tapi ternyata dia malah mengambil langkah cerai, dasar wanita brengsek" umpat Mona kesal


" maaf tuan boleh saya bertanya?" tanya Mona


" boleh, tapi gue akan Jawab kalau menurut gue


penting untuk di jawab" katanya datar Mona menelan Salivanya.


" kenapa tuan sangat ingin menghancurkan mereka" tanya Mona dengan pelan tapi masih bisa di dengar, di saat pria itu akan menjawab tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu

__ADS_1


" maaf tuan saya Susi" dan ternyata Susi yang datang, ya Susi menghentikan aktivitasnya ketika mendapat panggilan dari seseorang , karena Susi tahu orang ini tidak pernah bisa menunggu karena kalau hal itu terjadi maka akibatnya akan fatal.


" masuk!" dan munculah Susi dengan muka kusut " duduk...kenapa telat?" tanyanya


" maaf tadi jalanan macet banget" kata Susi


" maaf tuan tadi..." kata Mona yang masih penasaran, laki laki itu menoleh pada Mona dan mengangguk


" mereka sudah menghancurkan hidup saya, dan Karena mereka hidup saya serasa nggak ada artinya, terutama suaminya dia" katanya sambil menunjuk pada Susi "dialah penyebab kehancuran saya" katanya


" mak...." ucapan Susi terpotong


" apa sejak kapan mas Ridwan tahu kalau Rayhan bukan anaknya ?" kata Susi kaget


" saya tidak tahu persisnya kapan, yang saya dapat informasi dia sudah tahu semuanya, ternyata mereka tak sebodoh kita kira" katanya dengan mengepalkan tangannya dan menggertakaan giginya, dia marah semua rencana yang sudah disusun ternyata gagal karena dia tidak mengira kalau mereka mengambil langkah yang tidak terpikir olehnya.


sementara di tempat lain ketika Ridwan baru turun di lobi gedung firma hukum Vita dan Mira


ponsel Ridwan berdering, Ridwan melihat siapa yang menghubunginya dan langsung menekan tombol hijau

__ADS_1


" ya..."


"..."


" ok terus awasi" kata Ridwan dan memutuskan panggilan


" ada apa?" tanya Farhan


" Susi tak lama dipenginapan itu, di buru pergi dan mereka sekarang ada di sebuah resto dan orang suruhan gue sudah menyelipkan kamera pengawas di tali tasnya Susi" kata Ridwan


" sebentar lagi akan mengirimkannya ke ponsel gue"


" kalau begitu kita tidak perlu jauh jauh pergi, kalau gitu ngapain buang buang energi" kata Budi


" lu bisa ngira nggak siapa yang di temui bini lu?" Ridwan hanya mengendikan bahu tanda tidak tahu


" gue rasa kayaknya si Ivan " kata budi


" gue sependapat " kata reynand, mereka pun akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu di tempat itu.

__ADS_1


tak lama sebuah pesan masuk di ponsel Ridwan dan sebuah video yang menampakkan tiga orang yang tak lain adalah Mona,Susi dan Ivan mereka membahas sesuatu, ya pria yang bersama Mona dan Susi adalah Ivan.


__ADS_2