
Sesampainya mereka dirumah mereka tidak langsung pulang kerumah mereka tapi mereka langsung menemui pa Agus Untuk mengabarkan kalau uangnya sudah ada agar mereka bisa segera mengurus pengobatan Bu diah.
"Assalamualaikum pa kami pulang" kata Mira langsung masuk rumah karena tida dikunci
" waalaikumsallam, kalian sudah pulang? mana syifa?"kata pa Agus yang mengedarkan pandangannya mencari cucunya
" Syifa gak mau pulang, lagian ibu menahan Syifa untuk sementara supaya kita fokus ke pengobatan ibu aja" kata Mira " mama gimana pak udah makan?" sambungnya lagi
" udah baru saja, dan sudah minum obat langsung tidur, gimana kalian berhasil? kata pa Agus gak sabar
" Alhamdulillah pak ibu ngasih pinjaman, rencananya sekarang kita mau ke rumah sakit, mau minta rujukan dari dokter kerumah sakit kota" Arif yang menjawab pertanyaan bapaknya
__ADS_1
" gak istirahat dulu, kalian kan baru pulang masih capek" kata pa Agus khawatir pada anak day mantunya.
" ga usah pa biar cepet beres semoga saja besok bisa langsung kita berangkat ke kota," kata Mira yang baru datang dari kamar Bu Diah setelah mengecek keadaan Bu Diah.
" apa ibumu harus ikut sekarang?" kata pa Agus di khawatir keadaan istrinya ngedrop bila kecapean sedang besok harus ke kota
" ga usah pak kemarin kata dokternya cuma bawa hasil diagnosa pemeriksaan akhir ah buat rekomendasi" kata Arif
dan akhir mereka pun pergi untuk mengurus surat rujukan buat besok mereka berangkat ke rumah sakit yang ada di kota.
" kalau mau tidur, tidur aja dulu soalnya antrian masih panjang nanti kalau giliran kita aku bangunin?" kata Arif pada istrinya " atau mau cari makan dulu kita makan tadi di rumah ibu sampai sekarang belum makan lagi?" kata Arif menambahkan.
__ADS_1
" gau usah ntar aja makan nya kalau udah selesai urusan Mama baru kita cari makan, sekarang aku mau istirahat dulu ga apa apa kan?" kata Mira
" ya udah senderan di bahuku aja ntar aku bangunin" kata Agus sambil merengkuh bahu istrinya dan menyandarkan kepala istrinya kebahunya. dan tak perlu waktu lama Mira pun sudah terlelap walau pun tidak senyaman di rumah tapi dia butuh rehat sebentar.
Arif duduk melamun memikirkan nasib ibunya, keadaan rumahtangganya dan adiknya yang sam sekali tidak peduli dengan keadaan ibunya. satu jam berlalu akhirnya giliran mereka masuk ruangan Arif membangunkan istrinya perlahan menepuk pipinya pelan dan Mira pun membuka matanya.
" sudah giliran kita ya bang?" kata Mira sambil mengucek matanya dan menguMpulkan nyawanya. " ayo kita masuk" katanya sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan, tangannya digandeng Arif dengan lembut. mereka langsung masuk ruangan setelah dipersilahkan masuk.
" silahkan duduk " kata dokter
" terima kasih dok," kata Arif dan mereka pun duduk di depan meja dokter
__ADS_1
" bagaimana ibu bapa sudah ada kepastian soalnya ibu Diah harus segera di tangani kalau tida sel kanker nya akan segera menyebar ke bagian lainnya" kata dokter itu panjang lebar
" iya dok kedatangan kami kemari pun untuk mengurus surat rujukan dan yang lainnya ke rumah sakit yang anda rekomendasikan" jawab Arif sedang kan Mira hanya mendengarkan apa yang mereka bicarakan. akhirnya dokter itupun mengurus semua dokumen yang harus di bawa untuk mengobati penyakitnya Bu Diah. setelah semua urusan selesai mereka pun segera pulang karena akan mempersiapkan keberangkatan mereka besok kerumah sakit.