Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 24


__ADS_3

Arif masih duduk di bangku taman memikirkan apa yang terjadi padanya yang selalu saja lemah kalau menyangkut Mona, sedalam itukah cintanya, dia bingung bagaimana caranya meminta maaf pada Mira dan bersikap seperti sebelumnya sebelum hadirnya kembali Mona.


" bang, Abang lagi apa di sini" Arif yang terlonjak kaget karena tiba-tiba ada yang duduk di sampingnya.


"kamu? sejak kapan kamu disini? dan lagi apa?" tanya Arif sambil menatap tajam kearah Mona, ya yang datang mengagetkannya


" aku tadi lewat sini, habis beli mkn, aku tinggal di daerah sini" kata Mona menjelaskan" Abang lagi apa disini ini tempat paforit kita dulu kan bang, aku juga sering duduk disini kalau lagi bete dan inget kamu"Arif tersenyum mengejek


" hah kamu inget sama aku buat apa? buat bisa nyakitin aku lagi?" Arif menatap tajam Mona yang tertunduk.

__ADS_1


" bang..." Mona mendongak menatap Arif dengan mata sudah basah oleh air mata" sebenarnya aku melakukan itu sama atasan kamu, itu sangat terpaksa bang, ibu aku sakit parah dan membutuhkan biaya yang sangat mahal, sedangkan aku juga masih kuliah nggak mungkin aku bekerja, kalaupun aku kerja pun tak kan bisa memenuhi biaya pengobatan ibu aku juga hidupku, dan atasan kamu siap Menggung semua yang ku butuhkan biaya pengobatan ibu, dan menjamin biaya hidup aku asal aku mau melakukan itu, aku mohon maafkan aku bang, aku sangat mencintai kamu" kata Mona yang sudah duduk bersimpuh di depan Arif.


" kalau kamu butuh uang kenapa kamu nggak ngomong sama aku akan dengan seng hati banyu kamu, tapi apa yang kamu lakukan malah lari ke pelukan laki laki lain?" tanya Arif dengan wajah sudah memancarkan kemarahan dia luapkan uneg-uneg nya


" aku tidak mungkin minta bantuan kamu karena aku tau kamu baru saja bekerja dan tak akan menutup biaya pengobatan ibu sedang hanya aku satu-satunya anak ibu, dan aku baru tau hari itu kalau dia atasan tempat kamu kerja hari dimana kamu mengetahui hal itu" kata Mona.


" kamu nggak tahu bagaimana hancur nya aku saat mengetahui hal itu dan bukan hanya aku tapi dengan bapa kamu tau sendiri mereka tidak merestui hubungan kita ditambah menyaksikan hal itu" kata Arif


" dan sekarang kamu datang di saat aku sudah punya mira, dia wanita yang baik yang selalu menerima semua kelebihan dan kekuranganku, dan aku tak akan bisa menyakiti nya" kata Arif mengusap wajahnya prustasi,

__ADS_1


" kalau memang aku nggak bisa memiliki kamu izinkan aku jadi teman kamu bang , aku akan berusaha menerima kamu yang sebagai teman aku walaupun aku akan sakit melihat kebersamaan kalian "


" itu tak mungkin karena Mira sudah mengetahui hubungan kita dulu dan dia marah besar" kata Arif lagi


" kalau dia istri yang baik, yang mau Nerima kamu apa adanya dia juga tidak boleh mempermasalahkan dengan orang orang yang ada di sekitar kamu dia akan menerima dengan senang hati, kalau dia bridal bisa menerimanya berarti dia belum bisa di kategorikan mencintai dan menerima kamu apa adanya" kata Mona panjang lebar, Arif yang mendengar penjelasan Mona menatap lekat pada Mona dan dia mulai berfikir apa yang di katakan Mona ada benarnya kalau Mira wanita yang tulus dia akan menerima dengan siapa saja dia berteman.


wajah mereka yang begitu dekat dan pandangan yang sama-sama lekat tanpa sadar dan entah siapa yang mulai mereka sudah berciuman dan saling bersahutan erat, ketika Mona seakan berharap lebih Arif yang tersadar segera menyudahi pagutan mereka, Arif menjambak rambut nya kasar.


" maaf, " kata Arif dengan mata penuh penyesalan tapi dalam hati kecilnya dia menikmati pagutan mereka tadi dan tak dapat di pungkiri dia sangat merindukan wanita itu dan dia mengakui kalau dia masih mencintai wanita itu karena Arif merasa kebencian yang dulu dia pendam terhadap Mona tak terlalu beralasan karena dia mengetahui kalau Mona melakukan nya dengan terpaksa.

__ADS_1


" nggak apa-apa bang, kita lupakan yang tadi mulai sekarang kita berteman ok" kata Mona lagi meyakinkan. " ya sudah aku antar kamu kerumah sakit sekarang ya, kamu nggak bawa kendaraan kan" tanya mo. yang di angguki Arif akhirnya Mona mengantar Arif dengan senyuman penuh kemenangan.


hai teman teman jangan lupa like dan komenya ya dan jangan lupa jadikan cerita ini cerita paforit kamu ya, happy reading 😍😍😍😍


__ADS_2