
setelah Rayhan tertidur Ridwan keluar dari kamar Rayhan dan ketika membuka pintu Ridwan Ridwan melihat Susi yang mengendap endap memasuki ruang kerja Ridwan, Ridwan yang melihat itu tersenyum smirk melihat kelakuan Susi sambil menggelengkan kepalanya, Ridwan melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya dan membiarkan Susi melakukan aksinya toh semua akan terekam dalam rekaman cctv yang di pasang di tiap sudut ruang kerjanya dan juga kamar pribadi Ridwan, yang langsung terhubung ke ponsel Ridwan secara otomatis.
" kamu menggali kuburan kamu sendiri istriku" katanya sambil tersenyum, dan terlihat Susi membuka buka map Aya terdapat di atas meja kerjanya lalu mengambil beberapa map lalu membuka dan membacanya sejenak lalu mengambil beberapa dan membawanya keluar, semua terekam jelas di rekaman cctv itu, setelah Susi keluar ruang kerja Ridwan dengan mengendap lalu langsung menuju ke kamarnya.
Ridwan langsung mengirimkan rekaman itu ke grup sahabat sahabat nya dan tak lupa pada Rudi asistennya untuk jaga jaga kali suatu saat dia harus menghapus rekaman itu .
tak lama ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk ternyata pesan dari grupnya dari Andi
Andi " bu Diah ngedrop dia masuk RS lagi"
Mira " bukanya tadi udah hampir sehat?"
Andi " iya tadi siang udah ok malah mulai
kontrol berikutnya sudah jadi dua Minggu
sekali"
Vita " gue sama Mira otw RS"
__ADS_1
Farhan " bentar lagi gue sama Budi otw"
Ridwan " gue otw ngajak dulu bini laknut 😁😁😁😁"
Ridwan langsung mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar kamar dan berjalan menuju kamar Susi, ketika sudah sampai didepan pintu kamar, dan akan mengetuk pintu terdengar suara Susi sedang berbicara dengan seseorang , sepertinya sedang telponan dengan seseorang, Ridwan mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu, Ridwan memutuskan untuk menguping apa yang di bicarakan oleh Susi
" Tuan saya sudah menjalankan tugas saya, dan berkasnya sudah ada pada saya," katanya
"..."
"iya tuan besok akan saya berikan, tuan maaf karena budaya menjalin tugas saya, saya harap tuan bisa mendapati janji tuan" kata Susi
" emang kenapa lagi sih bang?" kata Susi rupanya itu telepon dari Arif
"..."
"iya deh aku kesana, sebentar aku siap siap dulu" katanya, Ridwan yang mendengar itu langsung ngacir ke kamarnya pura pura tidak tahu setelah terdengar pintu kamar Susi yang bersebelahan dengan kamar Ridwan baru lah Ridwan pura pura baru keluar dari kamarnya
" mas, kamu mau kemana?" tanya Susi"mama masuk rumah sakit lagi katanya gara gara ribut sama bang Arif" sambungnya lagi
__ADS_1
" ya udah ayo kita ke rumah sakit" mereka pun pergi setelah pamit pada bibi dan Dewi untuk menitipkan Rayhan.
Di perjalanan Ridwan menoleh pada susi, sebenarnya Ridwan ingin marah pada susi, tapi di teringat akan kesepakatannya dengan sahabat sahabatnya untuk mengikuti semua permainan Ivan dan Susi maka dia akan berusaha untuk bersikap biasa seolah tak terjadi apa-apa, Ivan mencoba mencairkan suasana dengan membuka pembicaraan
" hmmm emang ada masalah apa sampai mam sama Ridwan ribut?" tanyanya pada Susi
" Abang menyuruh mama buat pindah rumah sakit untuk berobat mama"
" kenapa harus pindah" kata Ridwan mengerutkan keningnya tanda tak faham
" Abang curiga kalau dokter Andi tuh sengaja membuat pengobatan ibu di lambat lambatin, Karena bang Arif mendengar dari Mona kalau temannya sakit kanker tapi sembuhnya cepat secara kan dokter Andi itu sahabat kakaknya Mira dan adik dokter Andi juga sahabatnya Mira mungkin saja mereka bekerja sama buat balas dendam melalui ibu" kata Susi panjang lebar.
" terus kamu juga percaya" tanya Ridwan
" aku nggak tau mas, soalnya yang aku lihat dokter Andi tuh baik sama mama jadi aku juga nggak yakin sih" katanya Susi
" terus sampai tadi ribut itu Arif sama mama pada kesimpulannya mama nggak mau gitu?"
" nggak tau juga sih, soalnya Abang nggak ngasih tahu secara detil" akhir mereka diam tak ada lagi pembicaraan di antara mereka.
__ADS_1