Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 30


__ADS_3

selesai sarapan Andi tak langsung berangkat


" mir, sekarang rencana kamu apa?" tanya Andi sambil menatap Mira


" aku nggak tau kak tapi yang jels aku belum siap buat ketemu bang Aris lagi" kata Mira sambil menunduk


" ok kalau gitu gimana kalau kamu disini aja dulu sampai kamu siap?" tanya Andi, dan hanya di jawab anggukan oleh Mira


" tapi aku khawatir sama bapa dan mama" katanya


" ok, jadi gini semalam kakak sama Ridwan membicarakan masalah kamu ini, tapi maaf bukannya aku sama Ridwan mau ikut campur urusan rumah tangga kamu, tapi untuk masalah ini kami ingin menyelidiki apa sebenarnya hubungan Arif sama perempuan itu , supaya tidak jadi fitnah kedepannya dan untuk memberi shock therapi buat Arif sudah membuat kamu menangis, " Arif menjeda ucapan nya " dan untuk masalah mertua mu kakak akan bicara sama dia kalau kamu ada di tempat aman supaya ibu mertua mu tidak ngedrop, dan Ridwan akan pura pura tidak terlibat terlibat untuk menggali informasi dari istrinya dan Arif juga apa sebenarnya yang terjadi dan kami akan pura pura nggak tahu kalau kamu pergi dari mereka, Sampai sini kamu paham?" tanya Andi


"iya kak, dan kak kayaknya aku mau tinggal di apartemen aku aja" kata Mira


" jangan Mir, menurut aku mending kamu disini"


kata Vita sambil tersenyum penuh arti

__ADS_1


"kenapa" tanya Mira sambil menatap lekat sahabatnya


" karena disini serba gratis nggak usah ngeluarin biaya hidup kan lumayan buat tambah angka rekening da,.. aww" ucapan Vita terhenti sambil meringis mengusap keningnya yang di sentil andi " sakit tau kak" katanya sambil mengerucutkan bibirnya lucu dan Andi hanya terkekeh


" kamu itu dasar kedekud, medit " kata Andi lagi


" lagian emang bener kata mereka mending Lo disini kalau Lo sendiri diapartemen Lo bakal kesepian Lo bakalan sedih terus" kata Ana menambahkan


" Sekarang kan si Ana sama kak Andi ke RS Giman kalau Lo ikut gue ke kantor gue, gimana Lo mau nggak" Mira tampak berpikir


" ide bagus tu Mir gue setuju, dari pada Lo di rumah sendiri" timpal ana lagi


"udah nggak usah banyak mikir kelamaan Lo sekarang siap siap" kata Vita


" Lo ambil aja mana baju yang cocok buat Lo" kata Ana dan di angguki oleh Mira sambil pergi menuju ke kamar untuk siap siap.


" vit, kamu di sana bikin Mira sibuk aja biar dia bisa melupakan masalahnya dan inget kita semua harus kerj sama lalu Arif nanya kalian pura pura kaget pasang muka bego aja ya, kamu juga dek" kata Andi pada Vita dan Ana

__ADS_1


" kak apa nggak sebaiknya kita kasih tahu bang Farhan sama bang budi" kata Ana


" untuk itu kita harus tanya Mira dulu, soalnya kalau tuh si kembar tau sudah yakin Mira langsung di suruh pisah tanpabisa di tawar lagi, kalian km tau mereka seperti apa" ya udah dan di angguki keduanya.


" kak kakak ngerasa nggak kalau bang Ridwan kayaknya nggak cinta ya sama istrinya"


" iya bener, soalnya nggak pernah tuh kalau kemana mana berdua"


" ya memang ada cerita di balik pernikahan mereka dan mengharuskan mereka menikah, sudah jangan mikirin Ridwan dia sudah tau apa yang harus dilakukan" kata Andi lagi.


" dek kamu banreng kakak nggak?"


" nggak ah, aku mau bareng mereka aja, vit Lo anterin gue dulu ya,"


"siiiiiip"kata Vita singkat sambil mengacung jempolnya tanda setuju.


" ya udah Kaka berangkat duluan." katanya sambil mengecup kening Ana dan mengacak rambut Vita, tak tau kenapa dia senang' sekali mengacak rambut Vita sambil berbisik

__ADS_1


" mau dicium lagi nggak?"


" kakaaaaaak" Andi langsung ngacir sambil meraih tas kerja dan kunci motor sportnya, ya Andi lebih suka pakai motor nggak kena macet.


__ADS_2