
Di rumah sakit Bu Diah sedang diperiksa oleh Andi
" Bu Sekarang boleh pulang, tapi inget jaga pola makan, perbanyak istirahat jangan melakukan aktivitas fisik yang membuat kelelahan, jangan banyak pikiran dan masalah anak anak jangan dipikirin, biar mereka berjalan sesuai keinginan mereka ibu sebagai seorang ibu hanya boleh mengingatkan mereka sudah dewasa sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri wali menurut kita itu tidak baik, tapi hidup kita juga harus berlanjut" kata Andi sambil mengusap punggung tangan Bu duah, Andi sangat iba melihat orang tua ini bukannya mendapat ketenangan diusia mereka yang menuju senja yang da malah di Benni dengan penyakit dan kelakuan anak anaknya yang tak tau diri dan lihat sekarang Susi anak perempuan yang harusnya mengurus nya malah sampai sekarang selama Bu Diah di rawat terhitung cuma dua kali menengok dengan alasan alergi bau obat..
Arif sedang mengambil obat.
" wan Lo jadikan bawa ibu ke tempat Lo" katanya
" jadi," jawab Ridwan singkat
" emang kalau menurut saya lebih baik kalian tinggal ditempat Ridwan dan jangan sampai terpengaruh untuk mau tinggal di tempat perempuan itu" kata Andi pada bu Diah " tapi itu pun terserah kalian, kalian yang menjalani kami hanya orang luar yang peduli karena kalian menyayangi sahabat sahabat kami Mira dan Ridwan" kata Andi sambil menepuk pundak pak Agus yang mengangguk angguk an kepalanya.
" kamu mengerti kami sangat berterima kasih atas kepedulian kalian terhadap kami, kami tahu apa yang harus kami lakukan tapi kami kadang merasa tidak enak dengan Ridwan" kata pak Agus.
" pak, kata ibu aku sama Mira bukan hanya menantu di mata ibu dan bapak tapi kami adalah anak kalian, iya kan Bu?" tanya Ridwan pada Bu Diah yang mengangguk " makanya kalian juga jangan sungkan karena dalam uang kami ada hak orang tua juga, ok" yang sontak saja pak Agus dan Bu Diah memeluk Ridwan
" kalau itu alasannya kami tak akan pernah menolak apapun darimu dan Mira" kata pak Agus"" terimakasih " lanjutnya lagi
__ADS_1
" ATM itu bukan hanya aku yang ngisi tapi juga Mira" kata Ridwan lagi
" kalian anak anak yang baik semoga Allah membukakan pintu hati anak anak ibu untuk bisa belajar dari kalian, dan sampai sekarang kami tidak mengerti kenapa Arif bisa bersikap seperti itu secara tiba tiba, dia anak yang baik selama ini tapi kenapa sekarang dia jadi begini"
kata Bu Diah sambil menundukkan kepalanya " kali boleh ibu memilih, ibu tidak apa-apa sakit tidak terobati asal anak anak ibu kembali seperti dulu" katanya dengan air mata yang sudah meleleh dipipi.
" eits ibu jangan nangis, inget apa yang sudah saya pesan buat ibu tidak boleh stress,ok" kata Andi menghibur Bu Diah yang mendapat peringatan itu langsung menghapus air matanya dan tersenyum " nah gitu, apapun yang terjadi ibu harus sembuh dan bahagia ok"
tambah Andi lagi.
" Assalamualaikum ibu, bapak maaf aku baru datang tadi pasiennya banyak jadi aku nggak mungkin ninggalin mereka" kata Ana sambil mencium tangan Bu Diah dan pak Agus.
" lihat siapa yang mau bicara sama ibu" kata ana sambil memperlihatkan layar ponselnya kearah pak Agus dan Bu Diah, dan mereka pun langsung tersenyum dan bahagia sebenarnya dari tadi mereka menunggu Mira
" Assalamualaikum mah, pak maaf Mira nggak bisa datang" kata Mira
" tidak apa-apa nak kami mengerti, terima kasih atas semuanya kau selama ini yang mengurus ibu tapi sekarang kamu tidak ada" kata. Bu Diah dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
"ibu jangan sedih inget kata kak Andi ibu ibu nggak boleh banyak pikiran, jangan takut aku kan selalu ada buat ibu dan bapak kata Mira" dan di balas senyum
" awas lu geser dulu sekarang giliran gue" terdengar suara orang di sebrang sambungan telepon ternyata suara Mira dan Vita yang berebut bicara
" aish dua bocah ini" kata andi
" mereka selalu saja bikin gaduh" kata Ana sambil tertawa
" ya itulah mereka" kata Ridwan bsambil tersenyum menatap ke arah ponsel, Ridwan merasa lucu melihat kelakuan Mira yang sudah kembali pada Mira yang ceria.
Arif yang melihat ekspresi Ridwan mendelik tidak suka, dia sangat cemburu melihat kedekatan Mira dan Ridwan, tak bisa di pungkiri dihatinya yang paling dalam dia sangat menginginkan Mira dan tak ingin kehilangan Mira apalagi melihat antusiasme orang tuanya terhadap Mira, Arif tahu Mira wanita yang sangat baik dan santun, tapi kehadiran Mona tak bisa dia tepis.
" kalian mau ngomong apa mau berantem hah" terdengar Andi pada dua wanita diseberang sambungan
" iya ih nih aki aki suka sensi" kata Vita yang memberangus mendengar suara Andi dan begitu juga dengan Mira yang yang memajukan bibirnya lucu.
Akhirnya Bu Diah dan pak Agus pulang ketempat yang baru dia antar ridwan, Ana dan Andi minta maaf karena tak bisa mengantar mereka karena masih ada jadwal periksa.
__ADS_1