
Hari yang dinanti pun tiba, sekarang adalah hari dimana Andi mengucap ijab qobul untuk menghalalkan Vita, adik dari sahabatnya yang dulu di telah dianggapnya adik tapi sekarang telah berubah statusnya menjadi seorang istri, dan dengan begitu dia akan seumur hidup menjaga adik dari sahabatnya itu.
Vita sudah duduk di depan cermin melihat pantulan wajahnya yang tampak begitu cantik, dan di kelilingi oleh Mira, Ana dan Susi
" gue nggak nyangka lu bisa nikah sama kak Andi, Ta" kata Mira sambil memeluk Vita dari samping " dulu kita sering gangguin mereka sampai mereka pada kesal, kita hancurkan hasil prakarya mereka, bertiga" tambah Mira lagi dengan tatapan tertuju melihat mereka yang berpelukan
" gua malah serasa mimpi tau nggak, bahkan dalam mimpi pun gue nggak pernah lewat di otak gue kalau lu jadi kakak ipar gue, " kata Ana ikut bergabung dengan mereka
" gue memang nggak tahu masa masa remaja atau mas kecil kalian tapi sekarang gue merasa terharu melihat lu sama kak Andi nikah, gua seneng dengan begitu kita bisa tenang sudah ada yang bakalan siaga menjaga lu dengan kasih sayang seumur hidupnya" kata Susi, dan mere berpelukan.
tok. tok. tok
terdengar pintu kamar ada yang mengetuk dan langsung terbuka menaikkan sesosok wanita paruh baya yang begitu anggun.
" lho kok kalian kenapa malah, berpelukan dan sedih seduhan kayak gitu?" tanyanya " kamu kenapa sayang?" tanya nya lagi sambil menghampiri mereka yang sudah melerai pelukan mereka dan menatap Tante Ira, satu satunya keluarga yang ada bagi Vita dia adalah istri dari om Arya adik kandung ayahnya
" aku kangen sama papa, mama dan juga Abang " kata Vita sambil menunduk dan bahunya bergetar menahan tangis, Tante Ira langsung mendekati Vita dan memeluk tubuh ponakan satunya, kenangan dari kakaknya iparnya yang sudah dianggap seperti anak kandungnya sendiri
" kamu jangan sedih ada Tante, ada om Arya, sahabat sahabat kamu dan banyak lagi, kami semua sayang sama kamu, mama, papa sama Abang kamu pasti menyaksikan hari bahagia kamu, dan mereka akan tenang karena kamu sudah mendapatkan suami yang tepat, kamu jangan sedih kita doakan mereka agar tenang di sana,
mereka akan bahagia kalau kamu bahagia" kata Tante Ira sambil mengecup ponakan kesayangannya
__ADS_1
" kamu sudah siap sayang?" tanya nya lagi, Vita tersenyum dan mengangguk sambil menatap wanita pengganti ibunya
" ayo, mereka sudah datang" katanya sambil menuntun Vita di iringi para sahabatnya, mereka berjalan menuruni tangga menuju tempat di laksanakan nya ijab qobul, tampak Andi dengan stelan jas yang warnanya senada dengan kebaya yang di pakai oleh Vita warna putih tampak pas ditubuh atletis Andi yang tinggi dan kekar, dan jangan lupakan wajah tampan yang menambah aura kegagahannya, sudah duduk dengan tegap berhadapan dengan om Arya, dan Vita di berjalan menuju tempat duduk kosong disamping Andi, yang sudah menatap nya takjub, melihat Vita yang akan menjadi istrinya, gadis kecil yang selalu mengganggu ketenangan nya kini akan menjadi istri nya, Vita dan Andi duduk, Andi begitu gugup keringat dingin membasahi tubuhnya, di genggamnya tangan Vita untuk mendapatkan ketenangan dan di balas dan setelah Andi terlihat lebih tenang, prosesi ijab Qobul pundi laksanakan dalam keheningan dan khidmat.
" bagaimana saksi, sah?" tanya penghulu mengedarkan pandangannya pada para saksi yang ada
" sah ..." kata mereka serempak
" Alhamdulillah ..." dan detik itu juga status Vita dan Andi berubah menjadi suami istri, Vita mengecup punggung tangan Suaminya dibalas kecupan di puncak kepala Vita oleh Andi dengan dia yang terucap, setelahnya mereka saling memasang cincin di jari mereka masing masing dan menandatangani buku nikah mereka yang tak luput dari jepretan kamera dan semu yang hadir dengan senyum lebar, saatnya mereka melakukan sungkeman kepada orangtuanya tua pengganti mereka yang sama sama di wakili oleh om dan Tante Mereka, karena mereka sama sama sudah tak memiliki orang tua Pihak Andi di wakili oleh papi Anwar dan Mami Eva orang tua Ridwan dan dari pihak Vita di wakili Olah Om Arya dan Tante Ira sudah duduk di kursinya dan mereka pun melakukannya proses itu dengan khidmat dan penuh haru, stelah selesai dengan orang tua mereka dengan tidak tahu malunya Ridwan dan Ana duduk berdampingan di samping orang tua Andi dengan wajah yang di buat sedatar mungkin mana tahu di dalam hati mereka sekuat tenaga menahan tawa, Andi dan Vita saling tatap bingung
" sekarang giliran sungkem Sama kita" kata Ana dengan wajah tanpa dosa
" iya, secara kan lu berdua saudara kita jadi kalian juga harus sungkem sama kita " Kata Ridwan, dan diiringi derai tawa semua yang hadir, mereka sudah tak asing lagi dengan kelakuan absurd Mereka satu sama lain.
" dan budaya itu akan mulai dari sekarang " kata Ridwan santai sambil tersenyum penuh arti dan di angguki mantap oleh Ana
" lagian ya kak, nggak apalah sesekali ngalah sama kita, " kata Ana dengan wajah menantang. sedang Andi hanya mendengus kesal sama dua manusia itu
" eh mana bisa kayak gitu ?" kata Vita tak kalah kesal
" bisa lah " kata Ana dan Ridwan kompak
__ADS_1
" Eh tapi aku punya penawaran bagus kak" kata Anas ambil tersenyum samar, Andi dan Vita sudah saling lirik
" tapi penawaran itu sepertinya akan merugikan kantong kita sayang" kata Andi yang sudah menebak
" iya, aku rasa juga gitu, Secara ni dua manusia pada matre" kata Vita mencibir, Ana dan Ridwan mendengus mendengar dirinya di katakan matre
" Mau nggak, kalian boleh pilih opsi satu atau dua " kata Ridwan sambil melipat tangannya didepan dada
"emang kalian minta apa?" tanya Andi pasrah, lagian sekeras apapun mere menolak mereka akan melakukan seribu satu cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau, Andi da Vita sudah khatam dengan sifat mereka
" nah gitu kek dari tadi, ya dek?" kata Ridwan pada Ana dan Ana mengangguk sambil tersenyum " gue cuma minta satu koleksi moge lu, kalau kamu dek?" kata Ridwan dengan membelalakkan matanya kaget, mana bisa motor kesayangannya harus di kasih begitu saja, dan dia tak bisa memilih mana yang harus di berikan semuanya adalah motor kesayangannya
" aku hanya minta di beliin perari baru nggak usaha edisi terbaru deh takutnya bengek" kata Ana dengan wajah santai
" apa,? lu berdua udah pada sarap" kata Andi gusar
" eh lu berdua minta apa ngerampok" tanya Vita sambil menunjuk muka Ridwan dan Ana kesal,
sedangkan yang ditunjuk hanya mengendik cuek.
" udah lah Ndi, lu kasih aja dari pada ribet dan lama, lu lihat noh para tamu dah pada ngantri mu ngucapin selamat sama lu berdua" sela Reynand sbil tertawa, Andi menatap para tamu sedang memeperhatikan mereka dengan senyum tak lepas dari bibir mereka, Andi menghela nafas berat
__ADS_1
" ya sudah, tapi gue yang pilihan yang mu gue kasih" Akhirnya Andi menyerah lemah
" ok deal " kata Ridwan sambil menjabat tangan Andi dan Vita yang mengangguk lemah karena sudah dirampok di hari pernikahan mereka,. dan senyum kemenangan dari Ridwan dan Ana