
Arif duduk di bangku taman dia menatap kosong dia bingung dengan dirinya apa iya dia. berubah
" Ya Allah apakah aku salah kalau aku ingin melakukan hal yang terbaik untuk ibuku, apakah aku salh? kenapa seakan semua orang di sekitarku seakan menjauh dan membenciku hanya karena aku ingin hidup bersama orang yang aku cintai kenapa mereka sangat membenci mona? padahal gadis yang baik, dia selalu memberikan apa yang aku butuhkan dan aku inginkan kenapa orang tuaku yang dulu sangat menyayangiku malah berbalik membenciku, ah Mona benar semua ini gara gara Mira, dasar wanita ular dia sudah mempengaruhi orang tuaku supaya membenciku dan menghasut mereka sehingga aku mau kembali lagi padanya, dasar wanita licik" Arif mengeraskan rahangnya giginya gemulutuk dan tangannya terkepal dengan muka memerah Arif marah karena Arif berfikir Mira telah menghasut semua orang untuk membencinya.
" kelakuannya saja sok alim tapi padahal isinya hanya lebih dari iblis aku harus buat perhitungan sama perempuan itu dan kakak kakaknya perempuan macam apa memuaskan suami saja tidak bisa beda dengan Mona belum jadi istri saja sudah bikin aku puas apalagi sudah jadi istri, Mona sangat tahu cara meredakan amarahku oh **** aku membutuhkan nya lihatlah mengingatnya saja hasratku langsung naik aku harus menemuinya,
biarlah urusan mama bisa nanti, toh mamah cuma pingsan" katanya bangkit dan berdiri Arif menginginkan Mona.
Arif sudah sampai di parkiran rumah sakit, ketika angin masuk mobil dia mendengar suara seseorang yang sangat dia hafal,
" Abaaang...." Arif menoleh kearah sumber suara dan ternyata benar dugaannya dia Susi adik perempuan satu-satunya.
__ADS_1
" kamu baru datang?" tanyanya pada Susi
" iya kan Abang ngasih tahunya aja barusan" kata Susi pada Arif
" iya nggak apa-apa" katanya lagi tak lama Ridwan menyusul di belakang Susi.
" hey rif, lama ya nggak ketemu beda kalau udah jadi orang sibuk mah" kata Ridwan sambil terkekeh
kata Arif membanggakan mona, Ridwan yang mendengar itu rasanya muak dan ingin muntah, bagai mana tidak perempuan yang didewakan Arif adalah wanita ular yang sangat berbahaya.
" ehem, ..." Ridwan berdehem untuk meredakan kekesalannya " bagaimana keadaan mama sekarang" kata Ridwan mengalihkan pembicaraan, karena Ridwan eneg kalau harus membahas Mona terus menerus
__ADS_1
" mama masih diruang periksa karena belum siuman" kata Arif pelan walaupun bagaimana Arif sayang sama mamanya, tapi tapi sayang itu sekarang bukan lagi seperti sayang yang dulu Arif berubah setelah bertemu Mona menjadi yang suka memaksakan kehendak dan selalu menganggap apa yang di katakan Mona benar tapi sama sekali Arif tak menyadari itu
" terus Lo mau kemana kali mama belum siuman" kata Ridwan sambil mengerutkan keningnya
" gue eneg didalam ada Mira sama antek anteknya dan ya bapak kan sudah masuk perangkap mereka jadi bapa ngusir gue dia nyalahin gue atas ngedrop nya mama" katanya dengan menggebu gebu Sambil menekan kata antek antek Mira.
" gue rasa lu harus damai dengan keadaan rif,gue heran lu sekarang berubah tau ngga lu," kata Ridwan mencoba menasehati Arif karena disini Arif juga sebagai korban sebagai alat pelampiasan balas dendam Ivan padanya dan merembet pada Arif dan Mira yang sama sekali tidak terlibat
" sus kamu kedalam duluan ya aku mau ngomong sama sang kamu dulu" kata Ridwan dan diangguki oleh susi, Susi tak akan ikut campur tentang urusan arif, itu tugas Mona dan kalau harus jujur Susi sangatlah keberatan dengan Arif bersama Mona karena dia sangat tau siapa Mona dan bagaimana pun Arif adalah kakaknya yang sangat dia sayangi apalagi sekarang dengan sikap kasarnya terhadap orang tua mereka sangatlah bukan Hadi yang dia kenal dan hal itu sangat di yakini Susi Adalah dampak pengaruh Mona yang terus menerus meracuni hati dan pikiran Arif,
" bang aku harap Abang bisa mempertimbangkan segala keputusan sebelum menyesal, aku memang dari pertama tidak menyukai Mira Karena mama sama bapa sangat menyayangi Mira, tapi aku juga nggak mau kehilangan bang Arif yang kukenal sangat sayang sama keluarga dan tak pernah berani bersikap kasar apalagi sama mama dan bapak."
__ADS_1
kata Susi sebelum berjalan meninggalkan mereka untuk ngobrol dengan Arif.