Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 41


__ADS_3

Mona dan Arif masih diperjalan


" bang kita mampir dulu apartemen yang akan kalian tinggali sekalian lihat apa yang kalian butuhkan ya" kata Mona


" ya udah," kata Arif sambil tersenyum hatinya kembali berbunga, seakan lupa dengan pengkhianatan Mona pada masa lalu dan juga pada Mira dan anaknya.


tak lama mereka sampai di tempat apartemen dan langsung menuju lantai lima dan ketika sudah di depan pintu Mona memasukan beberapa digit angka


" bang kode nya tanggal kita jadian dulu aku kamu boleh ganti nanti kita hubungi pihak pengelola kalau mau di ganti" kata Mona sambil tersenyum penuh arti


" nggak usah itu aja" kata Arif sambil mengelus pipi Mona, lalu mereka masuk


" emang kamu masih ingat?" tanya Mona


" iya aku ingat semuanya" kata Arif sambil menghadap kearah Mona " kamu baik banget sama aku kenapa padahal aku sudah punya keluarga" kata Arif sambil terus mengelus pipi Mona ada rasa yang dulu pernah hilang kini datang lagi, rasa cinta pada Mona memang tak pernah hilang cuma beberapa waktu belakangan tertutup rasa kecewa atas perbuatan Mona tapi rasa kecewa dan benci itu hilang, Arif mendekatkan wajahnya dan mereka pun berciuman dan keadaan mereka yang Anya berdua seakan mendukung kegiatan mereka tangan Arif sudah traveling keseluruh tubuh Mona dan Mona membals semua apa yang di lakukan Arif " aku cinta sama kamu," kata Arif sambil terus menerus kan kegiatannya.

__ADS_1


" aku bahkan sangat sangat cinta sama kamu, aku mohon jangan tinggalin aku bang, " kata mona dan seakan gayung bersambut Mona seakan malah menuntun Arif untuk terus melakukan hal yang lebih dan Arif yang sudah lebih dari satu bulan tak melakukan hubungan intim dengan Mira karena mereka sibuk mengurus pengobatan Bu Diah, seperti kucing yang kelaparan yang di hadapkan dengan ikan. Mona menuntun Arif menuju kamar yang anti akan ditinggali Arif. Mata, hati, dan pikiran Arif sudah ditutupi oleh gairah lupa bahwa dia masih terikat pernikahan dengan Mira dan mereka sudah memiliki anak, dan bukan lagi Arif yang selalu menjaga semua perbuatannya, lenyap sudah Arif yang begitu alim, yang selalu menjaga perasaan orang orang yang ada di sekitar kehidupannya kini berubah jadi Arif sangat berbeda, dan mereka pun melakukan hal yang sangat dilarang oleh agama.


mereka sudah segar, Arif memeluk Mona mereka bercanda hal yang jarang dilakukannya dengan Mira,


" bang, kita sudah melakukan itu, aku takut Abang akan ninggalin aku, gimana kalau aku hamil", kata mona sambil tertunduk seakan dia sudah melakukan dosa besar tapi dalam tanpa diketahui Arif Mona tersenyum tipis, senyum penuh kemenangan " kau telah masuk perangkap ku, aku tak akan melepaskan kamu lagi, kamu harus jadi milikku, dan perempuan nggak tau diri itu harus pergi" kata Mona dalam hati sambil tertawa dalam hati


" kamu jangan taku aku akan menikahi kamu"


" tapi kamu kan masih belum pisah sama Mira" "aku akan menceraikan nya untuk apa aku mempertahankan wanita yang membangkang pada suami aku akan mempertahankan wanita penurut seperti kamu" katanya sambil mengecup bibir Mona


" kita harus meyakinkan mereka dan kamu harus sabar ok" kata Arif sambil menarik Mona dalam pelukannya, Mona tersenyum lebar tujuannya akan tercapai untuk memiliki Arif.


" bagaimana apartemen nya kamu suka?" tanya Mona


" ini sangat bagus sayang, kamu memiliki semua ini, kamu hebat" kata Arif sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang ada disana" tapi kamu sudah nggak nggak pernah ada hubungan dengan laki laki lain kan?" tanya Arif dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


" setelah Abang meninggalkan aku waktu itu aku tak pernah lagi punya hubungan dengan pria manapun" katanya meyakinkan tapi Arif masih menatap Mona dengan mata menyipit Mona mengerti arti tatapan itu


" setelah aku menyelesaikan tugas ku waktu itu dengannya dia memberikan banyak uang untuk pengobatan ibu aku dan masih ada sisa tapi sayang ketika aku pulang untuk membawa ibu berobat semua terlambat, ibu sudah meninggal" kata Mona sambil menunjukkan wajah sedihnya, " akhirnya uang itu aku pakai untuk buka usaha, awalnya kafe' kecil dan hanya menyewa ruko akhirnya berkembang dan memiliki beberapa cabang" kata Mona


" kamu seorang pekerja keras, maaf aku sudah menuduh kamu sebagai wanita peselingkuh, " kata Arif sambil menunjukkan wajah penuh penyesalan.


" nggak apa-apa bang, emang semua orang juga akan melakukan hal itu karena apa yang sudah ku perbuat" kata Mona sambil tersenyum " yang penting Abang sudah tahu semuanya dan kembali bersamaku, yaaah walaupun belum bisa kumiliki " kata Mona.


" aku akan jadi milikmu seutuhnya tapi kamu harus sabar menghadapi sikap orang tuaku" kata Arif meyakinkan." ya sudah sekarang aku harus kembali kerumah sakit sudah terlalu lama aku meninggalkan bapak dan mama" kata Arif yang di angguki oleh Mona.


mereka pun berjalan keluar sambil bergandengan tangan.


bagaimana? part ini cukup berat buat author tapi author sedih belum ada yang ngasih dukungan😭😭😭😭😭


dukung aku ya dengan like dan komen juga jadikan paforit ya, biar author terus semangat ngehalunya ya😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2