
setelah Mira keluar dari kamar dengan dandanan rapih dan cantik terlihat lebih segar dengan balutan hijab yang pas dengan baju yang di pakainya
" hmmm beautiful, mulai sekarang kamu harus selalu tampil cantik jangan mau lagi di anggap lemah dan lu suh " kata Vita mengeja kalimat lusuh dan memang ketika kemarin mereka bertemu Mira sampai kaget dengan penampilan baju pasaran, dandan ala ala wanita kampung jauh berbeda dari sekarang. Vita dan Yulia saling pandang dan tersenyum penuh arti sambil berdoa ria
" apa sih kalian ini angan merancang rencana gila ya" kata Mira penuh curiga
" lihat aja ntar ya " kata ana aembil mengedipkan sebelah matanya. dan Mira hanya geleng-geleng melihat kelakuan absurd sahana sahabatnya, dan akhirnya mereka pergi dan mengantarkan ana lebih dulu tapi ketika mereka sampai di tempat parkir mereka melihat Arif masuk kesebuah mobil mereka saling pandang dan " cabut vit, " kata Ana pada Vita Lo nggak jadi ke RS demi misi persahabatan gue tinggalin appun. katanya sambil menelpon seseorang yang di duga temannya Ana di RS dan kembali menelpon ternyata Andi yang ditelpon dan meminta izin untuk tidak ke RS dan akan membuntuti Arif dan Andi mengizinkannya dengan catatan akan ada orang yana akan mengikuti mereka seorang suruhan Andi.
mobil yang mereka tuju bukanlah ke arah menuju rumah Susi tapi berlawanan mau
" mau kemana mereka ini kan bukan arah rumahnya Susi dan Ridwan" kata Mira
"kita lihat aja mau kemana mereka, dokumebo siap,?" kata Vita dan di jawab Ana
" siap..."
" cuuuuzzzz" kata mereka berdua berbarengan
" jangan kejauhan vit, ntar hilang lagi gagal deh" kata Ana serius
__ADS_1
" ok, eeeeh tunggu mereka menuju ke arah taman," kata Vita
" iya ini taman yang semalem gue sama bang Arif berantem" kata Mira
"lu berantem di taman Mir,?" Mira mengangguk
" eh diem diem mereka berhenti sebenanya sama siapa sih tu si PK?"
" cewek cuy yang turun" kata Vita
" dia kan wanita itu " kata Mira dengan mata sudah berembun
" beneran tuh cewek?". Mira mengangguk
" itu orang suruhan kak Andi dah Dateng " kata Ana
Ana mengirim pesan dan orang itu melirik sebentar kearah mobil yang mereka tumpangi, dan langsung berjalan mendekati mereka dan sepertinya mereka ngobrol sebentar entah apa yang mereka bicarakan.
terdengar suara ponsel Ana berdering ternyata Andi dan Ana langsung di load speaker
__ADS_1
" dek kalian pulang saja serahin semuanya sama orang suruhan kakak kita tau bersih aja nanti takut nya ketahuan dan makalah bikin berantakan" kata Andi di sambungan telepon
" tapi kak..."
" mau di bantu nggak, kalau mau kalian harus nurut ini bukan pekerjaan detektif amatiran macam kalian wanita itu lihai bukan wanita biasa"
" tapi ntar hasilnya harus bareng bareng ya iya kakak janji, ya udah sekarang kalian pulang ntar sore kita ketemu di rumah kita bahas di rumah" kata Andi lagi, dan akhirnya sambungan telepon terputus
" ya udah kita shopping aja yu" kata Vita
" lu nggak ke kantor?"
" males udah siang juga" kata Vita
" ya udah " kata Mira lemah, mereka langsung menoleh pada Mira
" denger mir sekarang. bukan waktunya Lo tangasin pria brengsek macam dia Lo harus bangkit, Lo lihat dari semalem Lo nggak pulang dari semalem dia bukannya sibuk nyariin Lo tapi di malah asik mojok di taman " kata Vita
" udah sekarang Lo harus bangkit buat anak Lo dan keluarga lo, mereka akan sedih kalau Lo kayak gini," kata Ana
__ADS_1
" Lo jangan takut Lo nggak sendiri ada banyak orang bersama lo, ok" kata vita,
akhirnya mobil mereka pu pergi meninggalkan taman