Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 16


__ADS_3

Mira menatap mata suaminya dengan mata berkaca kaca, hatinya terluka mendengar hinaan wanita lalin didepan orang banyak sedang suaminya hanya diam tak sedikitpun ada pembelaan padanya sebenarnya ada apa.


" maaf aku mau ketoilet sebentar" kata Mira sambil berlalu dengan hati pedih


" Mira... sayang..." Arif yang baru sadar dengan tatapan Mira memanggil istrinya tapi tak Mira hiraukan hatinya terlalu sakit.


" plak plak" dengan gerakan tak terduga sebuah tamparan keras bersarang di pipi Arif, ya pak Agus yang marah bahkan sangat marah menyaksikan menantu kesayangannya dihina didepan orang banyak, dia marah pada Mona tapi lebih murah lagi pada Arif


" lebih baik kamu kejar perempuan murahan itu, kamu masih mengharapkan dia kan?" kata pa Agus dan akhirnya kecurigaan Ridwan dan pertanyaan di hati Ridwan dan Mira benar ternyata Mona adalah mantan kekasih Arif, Mira yang sebenarnya tidak benar-benar pergi ke toilet menghentikan langkahnya ketika mendengar tamparan dan suara mertuanya yang agak meninggi dan masih bisa didengar.


" sungguh tega kamu bang, pantas kamu tak berusaha untuk membelaku ternyata ini yang sebenarnya terjadi, ok kalau itu mau kamu kita you can see what i Will do" tekad Mira lalu dia mengusap air matanya lalu merapihkan penampilannya dan berjalan menghampiri mereka seakan tidak terjadi dan tidak mengetahui apapun


" mama masih belum selesai" kata Mira mengagetkan Merry bertiga

__ADS_1


" kamu lapar sayang kamu belum makan dari tadi," kata Arif kikuk berusaha untuk bersikap biasa dan mengambil kembali hati Mira tidak tau apa yang seby terjadi itu yang ada dipikiran Arif


" nggak usah bang ntar aja kalau operasi ibu sudah selesai, lagian tadi aku udah janjian sama kak Andi mau makan bareng ana juga,kamu mau ikut nggak wan?" tanyanya pada Ridwan


" ok aku pasti ikut sekalian aku udah lama nggak ngobrol sama Andi" kata Ridwan yang juga ikut kesal pada Arif yang menurutnya Arif laki laki pengecut dan ingin memberikan sedikit pelajaran pada kakak iparnya itu.


" kenapa sama dokter itu kan aku suami kamu nggak baik pergi sama laki laki lain tanp suami"


kata Arif terlihat marah dengan jawaban Mira dan Ridwan yang lebih memilih makan bersama dokter Andi.


" makasih pak bapak emang the best" kata Mira mgacungkan jempolnya pada pak Agus tanpa mempedulikan kondisi Arif yang sudah marah


" mir..." belum selesai mengucapkan kalimatnya bersamaan pintu ruang operasi terbuka.

__ADS_1


mereka sontak menghampiri dokter Andi yang baru keluar


" bagaimana dengan istri saya dok"


" gimana mama kak?"


" Budi gimana mertua gua?" pak Agus, Mira dan Ridwan bertanya bersautan tak sabar pada dokter Andi


"eits sebentar sebentar aku mau nafas dulu ruang operasi sumpek" kata dokter Andi tersenyum jail pada ridwan dan Mira


" Lo mau gue bogem ndi?" kata Ridwan kesal sama sahabatnya itu


" iya iih orang lagi serius juga masih sempet sempetnya jail" kata Mira sambil memjukan mulutnya lucu Andi pun tertawa sambil mengacak rambut Mira itu adalah kebiasaan dari dulu sama seperti pada ana adiknya

__ADS_1


" Oke oke, Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan semoga pasien cepat pulih, dan pasien sebentar lagi sudah bisa di pindah keruang rawat,


" Alhamdulillah kata mereka serempak dengan wajah bahagia kecuali dengan Arif yang sudah memasang muka yang tidak enak dilihat"


__ADS_2