Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 44


__ADS_3

di rumah sakit


tok. tok. tok...


" Assalamualaikum..."


" waalaikumsallam..." Jawab Bu Diah langsung terlihat bahagia melihat siapa yang datang


" nenek..." kata Syifa sambil berlari naik keatas ranjang tempat Bu Diah dirawat


" aaaduuuuh cucu nenek, tambah cantik aja sekarang" kata Bu Diah sambil mencubit gemas pipi cucunya


" sayang jangan naik keatas nanti kesenggol bekas lukanya nenek" kata Bu asih, " apa kabar Bu, maaf saya sekeluarga baru sempet nengok" kata Bu asih dengan raut menyesal


" nggak apa-apa Bu, lagi harusnya saya yang minta maaf, karena selalu ngerepotin ibu sekeluarga, terutama Mira" kata Bu Diah sambil tertunduk


" jangan sungkan kita keluarga, oh ya kenalin ini mantu saya, yang ini Desi istrinya Farhan dan yang ini Salma istrinya Budi, dan ini anaknya Budi, Salim sayang" kata Bu asih memperkenalkan mantu mantunya, dan mereka semua menyalimi tangan Bu Diah


" mantumu cantik cantik dan sopan, Sam seperti mantuku" kata Bu Diah tersenyum


"iya mantumu adalah anakku " dan mereka tertawa dalam bu Asih sebenarnya tidak tega


" Bu, hmmm..." Bu Diah menjeda ucapannya

__ADS_1


" Mira ada sama ibu?" katanya sambil menatap sendu pada Bu Asih


" ya dia sama saya beberapa hari ini" kata Bu asih dengan senyuman menenangkan


" maafkan ank saya ...." katanya dengan meta sudah berembun


" sudah jangan banyak pikiran, apapun yang akan terjadi kita tetap keluarga kan?" kata Bu asih


" maksudnya? Mira cerita sesuatu?" kata Bu Diah sambil menunduk dia bertanya dalam hati


seberapa jauh Arif menyakiti mira, karena dia tahu bukanlah orang yang mudah untuk membicarakan hal yang menurutnya pribadi.


" sudah jangan dipikirin, kalaupun anak kita sudah tak bersama lagi kita tetap keluarga, jangan sungkan" kata Bu asih sambil mengelus tangan besannya" dan sekarang kami juga pindah kesini karena Abang abangnya Mira mengurus kerjaan mereka disini" sambung Bu asih.


" assalamualaikum..." semua yang ada mengalihkan pandangan ke arah pintu


" ini mertua kamu jadi?..." salma dan Desi kaget sambil menutup mulut ,"kasihan orang tua yang sangat baik kenapa kelakuan anaknya nggak ada yang benar" dalam batin Desi bergumam.


" memang kalian kenal dengan mantu saya"


" dia sebenarnya anak yang terbuang dan dipungut sama ibu" tiba tiba suara Farhan


" eh kampret maen samber aja Lo" kata Ridwan melotot pada Farhan

__ADS_1


" itulah mereka kalau sudah ketemu"


'"Assalamualaikum .... mah, gimana ada kemajuan, maaf Mira pergi beberapa hari ini" kata Mira sambil menyalami ibu mertuanya


" Alhamdulillah sudah lebih baik, dokter Andi mengobati mama dengan sangat baik" kata Bu Diah sambil mengelus sayang tangan menantu kesayangannya.


" bu, pa besok kalian kan udah boleh pulang aku udah siapin rumah tak jauh dari rumah sakit ini biar memudahkan kalian" kata Ridwan dia sudah bicara tadi sama sama Andi


" tidak usah wan aku sudah ada tempat tinggal aku ada teman yang menyuruh ku untuk menempati apartemennya dan dia juga memberi pekerjaan" kata arif,semua orang menatap Arif dengan tatapan curiga


" bapak akan tinggal di rumah yang Ridwan sediakan, kalau kamu terserah" kata pak Agus tegas.


" tapi pak..."


" keputusan saya sudah final, dan sepertinya saya tahu teman yang kamu maksud" kata pa Agus. akhirnya Arif diam dia tahu sifat ayahnya kalau sudah memutuskan tak akan bisa diganggu gugat.


drrrrtttt. drrrrttt ponsel farhan, Budi, Ridwan dan Mira bergetar bersamaan tanda ada pesan masuk di grup mereka, ya mereka sudah membetuk grup chat( kaya ABG ya? ha ha ha)


Merry saling pandang setelah membuka pesan itu, lalu Farhan mengetik balasan setelah terkirim di angguki oleh keduanya.


" sayang kalian pulang sama ibu dan anak anak ya bawa mobil Budi aza,aku sama Budi ada urusan kantor dulu" kata Farhan mengecup kening dan pipi Desi sambil membisikan sesuatu dan si angguki oleh oleh Desi, begitupun denga Budi dan Salma.


setelah menyalami Bu asih mereka pun pergi.

__ADS_1


ada yang bisa tebak urusan apa ya?


tinggalin jejak dulu biar akunya semangat ngehalunya ya'😘😘😘😘


__ADS_2