
Mira dan keluarganya baru saja selesai sarapan
" Bu, sepertinya kita harus tinggal lama disini, Farhan semalam nelpon aku kayaknya dia akan dia akan sering bolak balik Jakarta Kalimantan jadi perusahaan akan sering di tinggal dan kita nggak mungkin terus menerus di bebankan ke Faisal, lagian dia akan tetap membutuhkan tanda tangan aku atau farhan, jadi tetap harus ada salah satu dari kita yang ada disini" kata Budi melanjutkan ucapannya "tapi sekarang juga dia pulang dulu, sebentar lagi aku jemput"
" ya sudah gimana baiknya saja" kata Bu asih sambil tersenyum " tapi kalau kita disini bagaimana kios kios kamu"
" tenang saja Bu sudah ada yang pegang" kata Salma sambil mengelus punggung mertuanya
" ya sudah tapi Bu aku mau kebandara dulu jemput farhan" kata Budi sambil menyalami ibunya
" bang aku ikut ya" kata Mira
" tapi kan kamu katanya mau mulai kerja di firma hukum Vita?"
" aku akan izin dulu deh besok aja mulainya" kata Mira sambil nyengir
" kamu itu kerja belum udah izin aja" kata Salma sambil geleng-geleng
"ya udah ntar telat ntar kalau kelamaan nunggu dia ngamuk lagi" kata Budi ya udah bentar aku ambil tas dulu kata Mira sambil berlari kearah kamar.
" Syifa sayang bunda berangkat dulu ya" katanya sambil mencium kening Syifa dan anaknya Salma
"ok bunda" kata keduanya sambil melambaikan tangan aku berangkat dulu ya sayang, mungkin aku akan langsung kekantor" kata Budi pada Salma sambil mencium kening Salma dan Salma menyalami tangan suaminya
__ADS_1
" ya kamu hati hati jaga diri dan hati" kata Salma sambil tersenyum.
Akhirnya Budi dan Mira berangkat menuju bandar, sampai di bandara mereka duduk di ruang tunggu karena Farhan sedang mengurus barang bawaannya, tak lama terlihat Farhan bersama istrinya,
" Abang aku disini..."kata Mira sambil melambaikan tangan kearah Farhan dan istrinya.
" kamu juga disini dek" kata Farhan sambil memeluk dan mencium kening Mira" bagaimana keadaan mertua kamu sudah lebih baik?" Mira mengangguk sambil menoleh pada Budi, " ada apa sepertinya ada yang mau menjelaskan sesuatu Sam Abang"Farhan emang paling peka kalau Sam orang dia sayang tapi kalau sama yang lain melihat dia tersenyum pun susah.
" nanti saja dirumah kita ngobrol" kata Budi menyela
" jadi cuma Abang ja nih yang di sambut dan dipeluk, mbak nggak di kengenin nih" terdengar suara Desi istrinya Farhan sambil melipat tangan di dada.
" yah kangen dong" kata Mira sambil beralih ke pelukan desi
" aku baik..." kata Mira lemah
" kamu sehat kan dek" tanya Desi lagi dia melihat Mira sepertinya kurang sehat
" sudah sudah kita pulang aja nanti ngobrol nya dirumah" kata Farhan dia menyela obrolan mereka Farhan yakin ada yang tidak beres dengan adik perempuan semata wayangnya itu.
akhirnya mereka pun meninggalkan bandara
" di, nyari tempat makan dulu ya aku laper banget tadi belum sempat sarapan" kata Farhan
__ADS_1
" kamu mau makan di mana sayang?"dan beralih beralih pada Desi istrinya
" di mana aja Sam saja,kalian sudah sarapan?" tanya Desi
" kita udah tadi" kata Budi
"ya udah kita nyari makan dulu, kita temani" kata Mira,. Budi membelokan mobilnya ke arah sebuah restoran untuk sarapan.
mereka baru selesai makan,tiba tiba Mira mendengar suara yang sepertinya dia kenal
"bang, gimana hubungan Anang sama istrinya Abang itu?"
" aku nggak tahu, aku bingung" dan suara itu adalah suaranya Arif, " aku pusing Mira tuh keras kepala" sambungnya lagi. Desi, Budi dan Farhan saling tatap Farhan sudah mengepalkan tangannya, dia ingin beranjak tapi di tahun Budi sambil menggelengkan kepalalalu memberi isyarat supaya Farhan duduk lagi, akhirnya Farhan duduk lagi dengan wajah yang sudah menegang
"lagian kamu itu masih saja pertahanin istri kayak gitu, sebenarnya kamu itu cinta nggak sih sama dia" terdengar suara mona, Sura mereka jelas terdengar karena tempat duduk mereka yang dekat tak terhalang
" aku nggak tahu, tapi aku rasa sepertinya sudah mulai sayang sama dia, dia teman yang baik untuk ngobrol dan dia sangat peduli sama keluargaku" Mira yang mendengar tersenyum miris jadi di mata Arif dia hanya orang yang baik untuk berteman
" bang, aku mau tanya tapi Abang jawab jujur dan jangan marah ya" dan hanya di angguki oleh Arif, Mona memegang tangan Arif lembut
" bang apa Abang masih cinta sama aku?" tanya Mona dengan mata penuh harap.
Ayo udah ada yang bisa nebak belum jawabannya?
__ADS_1
jawabannya ada di bab berikutnya, tapi dukung author nya ya dengan ninggalin jejak like, komen dan jadikan vavorit ya😘😘😘😘