Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 113


__ADS_3

Ana, Mira dan Susi Mereka sedang ngobrol sambil mengawasi anak anak yang sedang asik bermain, tiba tiba ada tiga orang pria menghampiri mereka dari arah belakang mereka dan begitu rapat


" maaf mas jangan terlalu dekat bukan Muhrim" kata Mira ketus, karena kesal dengan pria itu yang tak punya sopan santun menurut nya


" iya Mas, nggak baik di lihat orang nanti menimbulkan Fitnah" tambah Susi lagi


" jangan banyak bicara, atau nyawa kalian yang jadi taruhannya" kata salah satu dari ketiga lelaki itu


" apa maksud kamu" kata Ana hendak membalikan badannya tapi dia merasakan ada sesuatu di daerah punggungnya seperti benda tajam, dan mereka bertiga saling lirik dan saling melihat apa yang ada di belakang tubuh mereka seketika wajah mereka pucat dengan mata membola.


" ap apa yang kalian inginkan ?" Tanya Susi


" ikut kami, dan nanti kalian akan tahu apa yang bos kami inginkan" kata pria situ sambil mendorong masing masing satu orang, dan dengan terpaksa mereka berjalan sambil mengedarkan pandangan untuk mencari bantuan tapi semua orang sedang asik dan tak ada satu pun yang memperhatikan mereka, sampai di halaman depan dan menyuruh mereka masuk kedalam mobil yang sepertinya sudah di persiapkan karena ketika mereka datang pintunya sudah terbuka dan ada seseorang di balik kemudi yang akan siap majukan mobil menuju arah yang mereka tuju, dan setelah mereka di dalam pintu di tutup dan mobil pun melaju dengan kecepatan normal dan melewati para orang-orang yang mengamankan area depan


" dasar tak berguna" gumam Ana dalam hati, Karena kesal pada para orang orang itu yang tak menyadari kalau mereka dalam masalah


Mobil terus berjalan dengan kecepatan yang sedang karena jalanan mulai macet karena sudah masuk jam makan siang, banyak yang keluar mencari makan sehingga mobil tak bisa berjalan dengan cepat, mereka bertiga duduk di jok belakang sedang di jok penumpang di isi oleh orang itu dan sopir, diam diam Ana mengeluarkan ponselnya berusaha meminta bantuan tapi naas salah seorang dari mereka menoleh ke arah belakang


" hei kamu mau apa? sini ponselnya" katanya sbil mengambil ponsel Ana, Ana yang di bentak .Acan itu terlonjak kaget


" t ta tapi ..."


"nggak ada tapi tapian, cepat berikan ponselnya" katanya ambil menadahkan tangannya, meminta ponsel yang makin erat di genggam ana


" mau di ambil paksa atau sukarela" timpal satunya, dengan terpaksa Ana memberikan ponselnya, setelah menerima ponsel Ana tapi mereka masih saja menadahkan tangannya


" itu sudah " tunjuk Ana


" terus yang lain"? tanya nya saat sambil terus menadahkan tangannya


" ponsel saya ketinggalan pa" kata Mira yang terlihat paling tenang


" jangan bohong kamu " bentaknya, dan ketika para pria itu merangsek makin mendekat


" ya sudah ini" kata Mira dan dikuti oleh Susi


" nah gitu dari tadi kek, nggak bakalan kita bentak bentak" katanya sambil mematikan ketiga ponsel itu dan menyimpannya di dalam tas mereka,


Ana, Mira dan Susi saling lirik dan mereka menggeleng sambil menghela nafas panjang

__ADS_1


" gimana Ini mereka akan khawatir sama kita " kata Susi yang memang mentalnya paling lemah diantara mereka. dan mereka terus saja saling berbisik tapi masih kedengaran ke kursi depan


" bang sebenarnya kita mau di bawa kemana?" tanya Mira dan di angguki oleh Susi dan Ana


" nanti juga kalian akan tahu" hanya itu jawabannya


" terus bos yang tadi kalian kalian maksud itu sebenarnya itu siapa?" tambah Susi


" kalian bisa diam tidak, atau kamu sumpal mulut kalian " katanya sambil melotot kan matanya, dan mereka pun langsung bungkam.


Tiba tiba terdengar ponsel salah satu dari para penculik itu mengingatkan


" iya bos" katanya lembut


" ..."


" mereka sudah bersama kami bos dan kami akan membawanya ketempat bos" katanya mantap


"..."


" siap bos"


"..."


" ok bos tenang saja" klik sambungan telepon terputus.


Mobil mereka menepi di jalanan yang agak sepi, dan disana sudah menunggu sebuah mobil Pajero warna hitam


" ayo turun" kata salah satu dari mereka pada Mira, Ana dan Susi


" eh udah Sampai ya" tanya Mira sambil mengernyitkan dahi


" cepet jangan banyak tanya" bentak salah satu dari mereka, akhirnya mereka menurut dan turun dari mobil tapi ternyata dugaan mereka salah, mereka di suruh masuk lagi ke mobil yang sudah berada disana dan meninggalkan mobil itu,


"awasi mereka jangan sampai lengah, dan jangan sampai ada lecet sedikit pun" katanya pada teman temannya sbil berbisik dan yang lainnya mengangguk mengerti


"jadi kalau terjadi sesuatu pada mereka kita tahu akibatnya " katanya lagi


" ya kami tahu" jawab yang lain

__ADS_1


salah satu dari mereka berbalik menghadap pada Ana,Mira dan Susi


" kalian jangan banyak tingkah kalau kalian masih mu umur kalian panjang, kalian Nurut saja" katanya menatap dengan tatapan membunuh


" eh om kita dari tadi diem duduk, kalian aja yang heboh sendiri" cibir Ana, sambil mencebikan bibirnya, para penculik itu hanya menarik nafas panjang, mereka kesal dengan mereka yang dari tadi berisik tak mau diam


" eh om, ini kalau nggak salah menuju ke daerah Banten ya" kata Mira sambil melihat kearah luar


" bukan ini tuh ke daerah ci mere kan om" sambung Ana lagi


" eh kalian ribut saja ini tuh menuju ke daerah Bogor tuh lihat " kata penculik itu sambil menunjuk ke arah luar


" masa sih tapi daerahnya kok mirip Banten ya" kata Mira keukeuh" sambil tersenyum tipis dan hal itu sudah di fahami oleh Ana


" iya om aku juga rasanya sudah merasa kita mau ke banten, ini daerah Tangerang kan " kata Ana lagi


" mana Ada kita kearah Tangerang kita tuh mau ke Sukabumi" kata penculik itu mereka belum sadar kalau mereka sedang di jebak


" ke sukabumi om emang kita mau ngapain ke Sukabumi itu kan jauh " kata Susi memberanikan diri menimpali omongan mereka


" ya mau ketemu bos kita lah"


" aduh Pms gue lagi banyak banyaknya ini" kata Ana memulai aksinya


" jangan bilang lu bocor na" kata Mira sambil menatap pada Ana


" om bisa berhenti di toilet umum nggak yang ada mini marketnya nggak ini anak lagi Pms udah dari pagi belum ganti pembalut" Kata Mira pada para penculik itu, mereka menatap ketiga wanita itu dengan tatapan curiga


" tapi nggak apa deh Mir, kayak ya mereka takut kita kabur, paling gue tembus disini" kata Ana santai


" eh jangan ngotorin mobil gue ya" kata lelaki yang lebih tua


" ya mau gimana lagi om, kan kalau begini kita nggak bisa menghentikannya, ini tuh alamiah, anugrah dari Allah sebagai kodrat wanita" kata Mira santai


" ya kalau om nggak mau mobilnya kotor ya saya harus ganti pembalut lah, kalau nggak yang saya minta maaf om, itu bukan salah saya itu kan om yang mau" kata Ana santai


" ih lu jorok na, ntar celana lu juga kotor" kata Susi sambil menatap jijik pada Ana


" ya gue harus gimana Si, kita kan lagi di sekap" kata Ana, dan para penculik itu saling tatap dengan tatapan yang jijik

__ADS_1


" ok kita berhenti di SPBU depan biar ada mini marketnya" perintah laki laki yang duduk- di kursi depan.


__ADS_2