
Sesampainya mereka di rumah sakit cepat cepat Mira mengambil no antrian
" mah, mama duduk disini dulu tunggu dulu aku mau daftar dulu." kata Mira sambil membantu Bu Diah duduk
" ya udah mama tunggu disini" kata Bu Diah sambil mendudo dirinya di kursi tunggu.setelah sekian lama akhirnya Bu Diah dapat panggilan untuk giliran periksa
" silahkan duduk bu." kata dokter " apa keluhan ibu?" Bu Diah pun menceritakan secara detail apa yang dia rasakan. dan dokter pun memeriksa Bu Diah yang harus melakukan beberapa pemeriksaan dan yang terakhir tes lab.
" begini Bu untuk perkiraan awal sepertinya ibu menderita kanker payu****" tapi untuk lebih tepatnya kita bisa melihat dari hasil lab dan hasilnya dapat di ambil dua hari kedepan." kata dokter selanjutnya
akhirnya dengan perasaan was was keduanya pulang untuk mengabarkan kabar tersebut.
Dua hari berikutnya mereka kembali dengan di dampingi bapa dan arif, dan hasil lab pun sudah keluar dan Bu Diah di nyatakan mengidap kanker payu****stadium tiga dan harus di operasi dan budiah langsung di operasi seminggu kemudian, Susi sudah di
" Rif kasih tau Susi kalau ibu besok di operasi." kata bapa
" udah pa tapi katanya ga bisa datang soalnya Ridwan suaminya belum bisa cuti." kata Arif
" oh ya sudah ga apa apa yang penting kita udang ngasih kabar"
__ADS_1
kata bapa sambil terduduk lesu, sementara Mira pulang duluan mereka bergiliran menunggu Bu diah.
seminggu kemudian Bu pasca operasi Bu Diah boleh di rawat di rumah dan kontrol seminggu sekali.
ketika Mira sedang menyuapi Bu Diah makan
" Mir, hmmm Susi kok gak pernah nengok ibu ya, apa dia sehat" Bu Diah bertanya pada mira
" hmmm... anu mah katanya masih repot mas Ridwan belum bisa cuti karena masih sibuk dan anak anak belum libur sekolah" kata Mira sambil memainkan sendok yang ada di tangannya.
" sebenarnya dia tuh sayang ga sih sama ibunya,mamah sudah seperti ini tapi dia tidak bisa meluangkan waktu barang sehari" kata Bu Diah terlihat gurat kekecewaan di wajahnya.
" mir, mamah nanya apa sama kamu?" ketika berpapasan dengan bapa di ruang tengah
" anu ... hmmm itu pak mama hmmm..." Mira bingung mau Jawab apa, dia bingung takut bapa tersinggung.
" mama pasti nanyain Susi kan?" Mira hanya mengengguk tanpa menjawab ya sudah biar nanti bapa jelain sama mama" kata bapa sambil berjalan meninggalkan Mira yang masih memandangi punggung bapa yang menjauh.
" mir, mama gimana ?" Arif yang yang sedang menjaga warung bertanya pada mira yang baru keluar dari rumah ibunya
__ADS_1
" Alhamdulillah udah mau mau makan tapi ga banyak." kata Mira sambil duduk di samping Arif.
" mama nanyain Susi lagi ga?"
" ya gitu deh, aku bingung harus jawab apa"
kata Mira sambil tertunduk.
sebenarnya Mira merasakan lelah harus mengurus meriahnya karena ga ada yang gantian selain sama Arif dan bapa, keliling nagih kreditan, jaga Syifa dan warung sementara anak kandungnya Susi belum menampakkan batang hidungnya sampai sekarang. bila di kasih tau pasti jawabannya nyolot dan itu itu saja.
Arif menarik nafas panjang lalu menghembuskanya dengan kasar, sambil menyasak rambutnya kebelakang.
" maaf ..." kata Arif dengan mata berkaca-kaca menatap istrinya yang kelihatan lelah
" maaf untuk apa?" kata Mira sambil mengernyitkan dahi nya
" maaf sudah bikin kamu capek ngurus mama, dan terima kasih" kata Arif sambil menggenggam tangan Mira
" nggak apa apa bang, mamah ibu aku juga jangan di pikirkan." kata Mira sambil tersenyum dan mengusap lembut tangan suaminya.
__ADS_1