Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 78


__ADS_3

Mereka semua yang ada diruangan menghela nafas berat Ridwan mengepalkan tangannya rahangnya mengeras urat uratnya menyembul keluar mukanya sudah memerah marah.


Farhan yang melihat Ridwan seperti menepuk pundaknya


" lu yang tenang berarti bini lu nggak salah, dia melakukan itu karena diancam" kata Farhan


" iya memang Susi berubah setelah dia memberitahu keluarganya akan menikah, dia jadi berubah pendiam dan jadi sensitif dan kami juga heran Susi yang mengatakan kalau dia punya pacar teman kampusnya tapi menikah dengan orang yang berbeda soalnya Susi pernah menunjukkan foto pacarnya pada kami tapi waktu menikah yang datang bukan itu, dan yang paling kami heran adalah waktu pernikahan yang marathon hanya seminggu dari Ridwan datang kerumah, tapi beda pada umumnya orang akan menikah dia malah lebih ke menghadapi sebuah ketakutan" jelas Mira mengingat waktu Susi akan menikah.


" ya gimana nggak marathon coba dia mengancam gue mau menyebar video waktu gue ngelakuin itu dan ternyata video itu hanya bohong" kata Ridwan


" ok berarti bener Susi nggak salah dia di bawah tekanan dan mungkin ancaman itu berlanjut dengan cara memeras Susi dengan terus menerus meminta uang" kata Reynand dan diangguki semuanya


" gue jahat selama ini memeperlakukan Susi seperti gue pada musuh gue benci sama dia,gue nggak nyadar Susi mendapat tekanan dari mereka dan dari kebencian gue" kata Ridwan pelan sambil menundukkan kepalanya, Ridwan merasa bersalah atas sikapnya selama ini pada Susi yang terkesan benci dan enggan kalau harus bertemu Susi sampai mereka tidurpun harus terpisah.


" lu nggak perlu merasa bersalah karena lu juga nggak tau apa yang sebenarnya terjadi, saran gue berusahalah lebih ramah sama dia dan lindungi dia sampai masalah ini tuntas setelahnya terserah lu mau lanjut gugat dia apa mau lanjut rumah tangga tapi rumah tangga yang asli ya buka tipu tipu" saran Budi


" insting gue si Susi sekarang bukan hanya diancam masalah video saja tapi juga ada hal yang lebih membahayakan, melindungi keselamatan anaknya mungkin atau bahkan keselamatan lu juga" kata Reynand


" tapi kayaknya ngga mungkin demi ngelindungin gue secara kan gue selalu bersikap buruk sama dia" kata Ridwan sambil menunduk


" itu tidak menutup kemungkinan bang, soalnya bagi wanita seiring berjalannya waktu wanita akan mencoba untuk berdamai dengan lingkungan sekitar," jelas Mira,karena dia pun seperti itu dengan Arif


" ya gue setuju dengan itu mungkin karena selama ini kalian hidup bersama, jadi dia sudah mulai suka sama lu" kata Rudi yang sekarang sudah membiasakan diri untuk berbicara layaknya sahabat pada mereka semua.


" nah itu yang aku pikirkan" kata Ana sambil menjentikkan jarinya


" ah lu semua suka ngaco'" kata Ridwan sambil tersenyum kikuk dengan wajah merona

__ADS_1


" aih lihat dia tersipu" kata Vita dan di sambut tawa semuanya, Ridwan malah tambah salah tingkah mendengar ledekan mereka.


" berarti, apa yang di katakan Susi itu nggak bohong kalau lu sama anak itu dalam bahaya dan gue sepertinya gue setuju dengan Rey kalau yuy menutup kemungkinan kalau dia juga ngelindungi lu dan yang lebih parah si Ivan itu juga ngancem bapaknya kerena dia bakalan ngelakuin apa saja demi mewujudkan keinginannya" kata Andi dan diangguki semuanya.


Ridwan mengingat percakapannya dengan Susi semalem dia tersenyum dan hal itu tak lepas dari perhatian para sahabatnya,


" eh si kampret ngelamunin apa lu, omes ya" kata Farhan, Ridwan tersentak kaget mendengar ucapan Farhan


" apa sih lu "


" alaaaah nggak usah ngeles deh lu" kata Reynand melempar Ridwan dengan kulit kacang,


" bunga bunga cinta mulai bermekaran di hatiku" Vita mengatakan nya seolah dia sedang membaca puisi dan mereka pun kembali tertawa, di tengah tawa diantara mereka terdengar ponsel Rudi berdering, Rudi memberi isyarat dengan menempel jari telunjuk di jarinya dan mereka pun menghentikan tawanya mereka fokus pada suara ponsel yang di stel ke mode suara keras oleh Rudi


" ya halo" kata Rudi


" bos, ada dua orang mencurigakan dari tadi pagi mereka mondar mandir didepan rumah nyonya Susi" mere semua saling pandang dan Ridwan seakan menahan nafas mendengar itu dia khawatir dengan keluarganya disana.


" eh tuan, nyonya dan tuan muda sedang pergi belanja dengan pengasuh mereka,..." belum selesai ucapan diujung telepon Ridwan sudah menyambar ucapannya


" istri dan anak say pergi dan kalian diam saja disana mereka pergi tanpa pengawalan kalian mau makan gajih buta hah" kata Ridwan membentak dengan wajah gusar, mereka yang mendengar menarik nafas jengah dengan tingkah Ridwan


" nyonya ada yang mengikuti dua orang tuan dan saya bagian jaga disini lihat situasi sekitaran ruam kami menyewa rumah biar tida mencurigakan " kata bodyguard yang ditugaskan Rudi untuk mengawasi dan melindungi Susi sekeluarga.


" ya sudah kalian pantau terus keadaan disana kalau ada apa apa kasih kabar dan awasi terus mereka kalau bisa ambil foto mereka" kata Rudi memeberi pengarahan pada anak buahnya.


" makanya denger dulu, " kata Vita mencebikan bibirnya pada Ridwan

__ADS_1


" iya kalau khawatir tuh ngomong gengsi aja Segede gaban, tapi ditanya ngeles, dasar muna" ana ngomel ngomel


" iya kan malu, ye bang ye" tambah Mira lagi meledek Ridwan


" apa sih..." Ridwan sudah ingin membela diri lagi tapi terpotong Andi


" udah lu nggak usah ngebela diri kita tuh kagak bego ya yang bisa lu tipu kayak bocah" kata andi, Ridwan mengatupkan bibirnya tak bisa bicara lagi


" sepertinya si Ivan mulai curiga curiga sama Susi " kata reynand


" apa gue perlu nambah orang" kata Rudi


" sepertinya nggak usah, soalnya makin banyak orang baru akan makin menimbulkan kecurigaan but mereka, " jelas reynand


" terus gimana dong gue nggak mungkin ngebiarin mereka dalam bahaya" Ridwan sudah panik " atau gimana kalau Mira yan kesana nemenin Susi" Reynand melotot


" eh ****** enak aja ku mau nyuruh Mira kesan secara di sana kan ada buaya darat si Arif itu entar kalau dia ngedeketin yayang gue gimana asal mangap aja lu kali ngomong" Reynand nggak rela kalau Mira harus kesana


" iya gue rasa malu Mira yang kesana akan menimbulkan tanda tanya besar buat mereka secara kan selama ini hubungan Mira dan Susi kurang baik" kata Budi mereka mengangguk setuju, lalu mereka secara bersamaan menatap pada Ridwan, Ridwan merasa akan ada hal aneh menimpanya dia sudah faham dengan tatapan mereka yang licik dengan senyuman itu, senyuman menjerumuskan


" dan gue rasa orang yang paling berpotensi untuk pergi melindungi mereka ya lu" kata Reynand


" setuju..." mereka semua berseru bersamaan, Ridwan menghela nafas pasrah kalau sudah seperti itu dia tak mungkin mengelak.


" kan ku kesana sebagai menantu dari almarhumah dan lu pantas sampai lama pun di sana " kata Farhan


" dan Di sana lu bisa ngendaliin pengawal lu dengan mudah" kata Budi lagi

__ADS_1


" dan lu kan cukup Deket tuh sama si arif, lu bisa coba sedikit sedikit membuka fakta tentang Mona" kata Rudi lagi,


Akhirnya hari itu juga Ridwan memutuskan untuk berangkat kembali ke kampung halaman Susi sampai selesai acara peringatan tujuh hari meninggalnya Bu Diah, dan segala urusan di perusahaan di percayakan pada Rudi dan Budi untuk sementara membantu Rudi.


__ADS_2