
Ridwan biru buru pulang kerumahnya dia harus sampai rumah sebelum Susi, sesampainya di rumah Ridwan langsung memarkirkan mobilnya asal lalu memberikan kunci mobil pada pada supir keluarganya untuk memarkirkan mobilnya dengan benar dan pintu sudah di buka oleh bibi dengan senyuman penuh kasih sayang, Ridwan langsung menyalami tangan wanita paruh baya yang sudah dianggap seperti orang tua kandungnya itu.
" Bi, Susi sudah pulang?" tanyanya pada bibi "belum, dari tadi pagi belum pulang " katanya sambil mengelus lembut lengan anak yang sudah diasuhnya sejak ada dikeluarga ini, bibi sangat menyayangi Ridwan karena dia sendiri tak memiliki anak dari pernikahannya bersama mang Ujang yang sekarang sama sama bekerja di rumah ini " kalau Rayhan?"
" sudah tuh lagi main siraman belakang sama dewi" katanya sambil menunjuk kearah taman belakang dan di balas anggukan oleh Ridwan
" ya sudah aku kekamar dulu mau bersih bersih", katanya dan baru dua langkah dia kembali berbalik " Bu kalau nanti ada Rudi suruh tunggu sebentar" Rudi adalah asisten dan orang kepercayaan Ridwan.
" iya nanti bibi sampai kan " katanya sambil mengangguk dan tersenyum, Ridwan langsung menuju kamarnya yang selalu dikunci dan langsung bersih bersih beberapa menit kemudian Ridwan sudah tampak segar, setelah berpakaian lalu langsung turun dan melihat Rudi sudah duduk dan mereka langsung berjalan menuju ruang kerja Ridwan sambil membawa setumpuk map yang berisi berkas berkas penting.
mereka masuk ruang kerja dan sekitar satu jam mereka didalam akhirnya mereka keluar dari ruang kerja dan langsung berpamitan, Ridwan menatap punggung Rudi sampai menghilang, lalu menarik nafas lega.
__ADS_1
"papa..." Ridwan langsung menoleh kearah sumber suara dan mendapati Rayhan yang muka penuh dengan bedak putih putih, Ridwan yang melihat itu tak dapat menahan tawanya
"iiiih papa jangan ketawa, aku sudah ganteng, aku udah bisa dandan sendiri, aku hebat kan, kan" katanya lucu dengan alis yang turun naik dan tangan dilipat didepan dada.
" iya dong Rey ganteng, masa nggak ganteng kan papanya juga ganteng" kata Ridwan sambil memeluk Rayhan lalu menggelitik Rayhan dan mereka tertawa bersama mereka bermain sambil bercanda.
ketika Ridwan dan Rayhan masih asik dengan kegiatan mereka terdengar suara mesin mobil yang dimatikan dihalaman rumah
" biarin aja, aku kesal sama mama, nggak pernah ada dirumah temenin aku main" Ridwan hanya menarik nafasnya, Karena itulah Ridwan tidak rela kalau Rayhan diasuh Susi.
" mas kamu sudah pulang?" tanyanya pada Ridwan
__ADS_1
" ya sudahlah kamu lihat ini jam berapa?" kata Ridwan menunjuk jam yang ada didinding, Mira langsung menoleh kearah jam dinding dan mengangguk
" ya sudah aku bersih bersih dulu" kata ya sambil berlalu tanpa menyapa Rayhan dia berjalan melewati Rayhan dengan santai, Rayhan yang mendapat perlakuan ibunya, Rayhan tampak sedih, Ridwan langsung peka
" kamu jangan sedih kan ada papa, nenek, kakek, mbak Dewi oma dan opa juga ada, nanti kalau kita libur kita kerumah Oma dan opa mau nggak" kata Ridwan, dan mata Rayhan langsung berbinar
" mau mau mau.." katanya semangat,
"ya udah sekarang kita makan dulu biar sehat dan kuat," kata Ridwan
" ok let's go papa" katanya dengan penuh semangat 45, Ridwan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya itu. dan mereka pun makan dengan tenang dan lahap. dan setelah nya Ridwan menemani Rayhan tidur dan membacakan cerita seperti itu kegiatan Ridwan bila memiliki waktu senggang.
__ADS_1