
" bang, apa Abang masih cinta aku?" tanya mona sambil menatap Arif penuh harap, Arif mengangguk lemah
" aku memang masih cinta Sam kamu, walau sudah ada Mira tapi rasa ini tak terhapus begitu saja, walau aku sempat kecewa dengan pengkhianatan kamu" katanya sambil menunduk dalam hati Arif pun bergumam.
" bang aku juga masih sangat cinta sama Abang, maaf aku telah melakukan itu, tapi Abang sudah tau alasan aku melakukan hal itu,"
Mira sudah tak tahan lagi diapun bangkit dan mendekati meja mereka dan
" hhhhmmm" Mira berdehem sambil melipat tangannya di dada, Farhan sudah tidak tahan dan takut Mira kenapa napa amarahnya sudah sampai di ubun ubun tapi dicekal oleh Budi
" Han, Lo diem dulu kita lihat apa yang akan dilakukan Mira, kita datang pas ******* nya aja, gue yakin adek kita itu wanita tangguh" dan diangguki oleh Desi, akhirnya Farhan pun mendudukkan kembali bokongnya dengan mengusap wajah kasar dia menyayangi adiknya, Mira di perlakukan ibarat ratu tapi ap yang dilakukan Arif
__ADS_1
" iya mas, aku percaya Mira bukan wanita lemah" sambung Desi
Mona dan Arif mengangkat kepalanya dengan ekspresi yang berbeda Mona dengan wajah pongah menatap hina pada Mira, sedang Arif dengan wajah memucat, sejak kapan Mira disini apa dia mendengar apa yang dia katakan
" mi ...mi..rasa" kata Arif terbata Mira duduk di kursi menghadap ke arah mereka berdua
" sejak kapan kamu disini?" tanya Arif pada Mira
" Mira, apa apaan kamu ini" Arif menggebrak meja dengan wajah memerah marah karena merasa terpojok" kamu...."
" kenapa, malu? atau kaget sama wanita ini kalau aku ini istri kamu? Atau kamu bilang sama dia masih single? ooooh sungguh sangat pandai sekali anda, hanya demi untuk membela mantan pacar yang sudah menyelingkuhi anda sampai tidak berani mengakui kalau anda adalah suami saya, dan anda tahu nona Mona kalau itu itu di sebut perselingkuhan, karena di kamus saya karena kalian sama sama mau jadi namanya se Ling kuh," kata Mira sambil tepuk tangan lalu melanjutkan ceritanya" kenapa wajah kamu merah suamiku? malu? atau marah karena kegiatan anda terganggu oleh kedatangan saya, ok kalau begitu saya minta maaf, tapi memang Allah itu mah adil orang baik tak diizinkan untuk berjodoh dengan peselingkuh, dan sebaliknya Allah akan menjodohkan para peselingkuh, permisi" Mira berdiri hendak pergi
__ADS_1
" Mira..kamu sudah keterlaluan" Mira menatap Arif sambil tersenyum mengejek
" kenapa... tersinggung? ooooh maaf tapi saya rasa itu kenyataan sih, oh ya satu lagi sampai jumpa di pengadilan, permisi suamiku daaan selingkuhan suamiku" kata Mira sambil beranjak
" kamu, ****** sialan " Mona sudah ingin menerjang Mira di tarik kencang dari samping, Mona dan Arif kaget, mula Arif yang tadinya memerah karena marah memucat kaget menyadari kedua kakak Mira ada disitu
apalagi dengan Mona yang melihat kehadiran Farhan, " oooh rupanya ****** ini punya selingkuhan juga dasar nggak tahu diri nuduh orang selingkuh tapi apa kabar dengan dia" kata Mona menatap sinis pada Mira, Mira mengerutkan keningnya karena tak faham apa yang di ucapkan mona, Farhan yang mengerti ucapan Mona tersenyum sambil mendekat pada Mira
" halo apa kabar, kita jumpa lagi dalam kasus baru, oh ya kenalkan ini selingkuhan saya dan itu, sini sayang" kata Farhan melambaikan tangan pada Desi untuk datang dan Desi pun mendekat " dan ini istri saya, saya mah kalau selingkuh istri saya tahu iyakan sayang" kata Parhan sambil mengecup kening Mira dan pipi kiri kanan Mira, Mira dan Desi yang faham pun malah ikut ikutan sandiwara Farhan saling tatap dan tersenyum sambil mengeringkan mata,
" oh saya mah ikhlas kalau suami saya selingkuh sama dia mah karena dia itu wanita yang baik, cantik siapa pun yang jadi suaminya akan menyesal karena telah mengkhianati istri kayak dia, makanya saya ridho suami saya selingkuh sama dia" mereka bertiga tertawa terbahak.
__ADS_1