Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 11


__ADS_3

setelah Susi dan Ridwan pulang mereka masih duduk dalam diam, sebenarnya Ridwan memutuskan akan kembali dan menyarankan agar ok Agus, Mira dan Arif menginap di rumahnya sedangkan dia dan Susi yang bergantian menunggu Bu Diah cuma Susi menolak dengan alasan besok anak anak besok harus sekolah dan akhirnya Ridwan memutuskan untuk mengantar Susi pulang dan dia akan kali lagi kerumah sakit. diperjalanan hanya hening Susi hanya bisa memilih bajunya terlihat sekali kalau dia sedang ketakutan dan was was, sampai di tempat yang agak lengang dan sepi Ridwan menepikan mobilnya


" apa maksud kamu membohongiku hah.?" ridwan bertanya sepertinya pertanyaan yang sejak tadi ingin segera ditanyakan akan luap saat ini juga dari tadi dia tahan karena tidak enak dengan keluarga Susi dan tidak mungkin juga akan dia tanyakan di rumah karena ada anak anak, " kenapa kamu membuat seperti orang yang sangat tidak berguna dan seperti tidak peduli dengan keadaan mama hah? Mama itu ibu kamu kenapa kamu tega bersikap seperti itu, kamu tidak sadar bagaimana paniknya, susahnya bapak, bang Arif dan Mira mencari dan memikirkan jalan keluar untuk pengobatan ibu, kamu tau sendiri keadaan mereka seperti apa, mereka serba pas Pasan apa kamu tidak khawatir, hah jangankan membantu biaya pengobatan nengok pun kamu tidak pernah anak macam apa kamu ini dan sekarang kamu menyeretku untuk menjadi orang yang sangat kejam seperti kamu" amarah Ridwan akhirnya tumpah juga dia gak habis pikir dengan kelakuan istrinya, sedang Susi belum sempat membela diri sudah di potong lagi sama Ridwan" sebenarnya masalah kamu apa sih sama keluarga kamu itu? sama ibu kandung kamupun kamu sudah tega berbuat seperti itu, jangan jangan kalau sampai keluargaku yang mengalami hal semacam itu kamu akan melakukan hal yang lebih kejam." lanjutnya dengan marah dan napas tersengal menahan marah, Susi mengangkat kepalanya dengan air mata yang membasahi pipinya

__ADS_1


" aku... aku ..." Susi belum melanjutkan ucapannya dia mengusap air mata dengan tangannya " aku nggak mau kamu khawatir dan gak fokus "


" sudah itu aja?" Susi menggeleng

__ADS_1


"Astaghfirullah Susi, kamu itu mikir gak sih, kamu memang tidak bertanggung jawab tapi kamu tanggungjawabku otomatis dengan mamah dan bapak, memang secara hukum memang itu tanggung jawab bang Arif tapi lihat keadaan ekonomi bang arif, sedangkan kita yang mampu wajib membantu mereka kita ada susi..." Ridwan mengusap kasar wajahnya tak tau harus berbuat apa dengan susi.


" kenapa sih mas kamu itu selalu bela mereka, aku istri kamu mas yang harusnya kamu bela, bukan mereka!" Susi menjawab tanpa rasa bersalah yang ada malah seperti dia yang menjadi korban.

__ADS_1


" ya sudah ngomong sama kamu gak akan ada habisnya kita bahas ini lain waktu aku harus kerumah sakit lagi, aku antar kamu pulang dan ku akan ngambil keperluan aku selama di rumah sakit" kata Ridwan sambil melakukan mobil dengan kecepatan sedang dia nampak menarik dan mengeluarkan nafas panjang untuk meredakan emosinya yang memuncak dan takut melakukan hal yang di luar batas pada Susi istrinya.


__ADS_2