Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 52


__ADS_3

Setelah pulang dari pengadilan Mona dan Arif memutuskan untuk pulang ke rumah Mona


" sayang udah dong jangan cemberut saja'" kata Arif pada Mona yang dari tadi pulang marah marah saja " kamu kenapa sudah jangan di dengarkan apa yang Farhan ucapkan" kata Arif menenangkan


" apa kamu bilang jangan di dengarkan? dia itu menghinaku dan kamu dim saja tanpa ada niatan ngebelain aku?" katanya sambil menangis " aku malu, semua orang menertawakan aku dan kamu hanya diam, dan apa dia bilang kita bego yang bego itu sebenarnya istri si Farhan itu, hu hu hu.." katanya sambil terus menangis, Arif yang tak mengerti arah pembicaraan Mona mengernyitkan dahinya.


" maksudnya?" tanya Farhan


"ya dia itu istri macam apa yang rela suaminya punya selingkuhan dan di bawa barsamanya..."ucapan Mona terpotong denga tawa Arif yang tergelak sampai mengeluarkan air matanya " kamu itu kenapa malah tertawa?" kata Mona malah tambah memukul Arif Kate kesal ditertawakan


" kamu beneran nggak tahu hubungan antara Mira dan Farhan?" tanya Arif dan di balas dengan gelengan " Farhan itu kakak tertuanya mira, jadi Mira itu bukan selingkuhan Farhan" Mona yang me dengar penjelasan Arif membelalakkan matanya dia kaget pantas saja semua orang menertawakan dirinya yang dengan PD nya menuduh mereka berselingkuh hanya untuk menjatuhkan nama Mira dan Farhan, dan dia pun menegakkan tubuhnya seperti menyadari sesuatu.


"pantas Ivan terobsesi banget ingin menghancurkan Mira ternyata dia adalah adiknya Farhan" tentu saja ucapan itu hanya keluar dari hatinya.


" kenapa kamu nggak pernah ngomong sama aku?" tanya Mira


" aku sudah ingin memberi tahu kamu cuma kamu memotong pembicaraan aku jadi ya nggak jadi" kata Arif lalu menatap Mona " dan aku juga penasaran apa kalian pernah saling kenal sebelumnya dan di mana?" tanya farhan, Mona menegang mendengar pertanyaan Arif yang selama ini di hindari ya.

__ADS_1


"ak ak u tidak meng mengenal siapa itu farhan" Mona tampak gugup dan kikuk.


" bang kita mau pulang apa ke kafe dulu?" Mona segera mengalihkan pembicaraan dia takut keceplosan dan akan menghancurkan semuanya. dan itu berhasil.


" ini masih siang gimana kalau kita ke kafe dulu nggak enak sama yang lain aku sering ninggalin kafe kata Arif.


\* \* \* \* \*


Sementara di tempat lain Mona dan yang lainya sedang berkumpul di rumah Andi.


" ok satu masalah sudah selesai tinggal kita menggali apa hubungan bininya Ridwan, si Mona dan si Ivan itu" kata Budi membuka pembicaraan


" gue sependapat sama Lo Rey, " kata Ridwan


" tapi kenapa bang Ridwan kan nggak ikutan waktu itu bang Ridwan masih di Kalimantan kan?" kata Ana


" nah itu juga yang jadi pertanyaan" kata Farhan " kalau Sam gue sama keluarga gue ok mungkin dia dendam karena usahanya gue hancurkan atau sama Andi Karena mungkin dia mikir biang masalah nya dari Ana dan Andi

__ADS_1


" sebenarnya yang namanya Ivan itu yang kayak gimana sih, dari kemaren kalian ngomongin tuh orang tapi gue kagak tau orang seperti apa" kata Ridwan.


"Lo kan kemarin lihat foto yang gue tunjukkin"


" iya tapi itu fotonya nggak jelas, mungkin buat kalian yang sudah tahu akan mudah mengenali nah buat gue" kata Ridwan


dan semua mata tertuju pada Ana, Ana yang mengerti arti tatapan mereka menhhel nafasnya


"aku nggak tahu Masi ada atau nggak Karena aku sudah menyuruh bibi membakarnya, coba saja tanya bibi" kata Ana, Andi langsung memanggil bibi selagi bibi mencari


" itukan foto enam tahun yang lalu dan mungkin kita juga kalau ketemu belum tentu mengenalnya, ya nggak ya?" kata Mira pada Vita


" iya bener, aku juga lupa lupa ingat wajahnya kay apa, yang kita inget dari dia tuh ganteng dan... aw sakit kak" kata Vita terpotong karena di sentil keningnya oleh Andi. Andi pura pura cuek dengan meminum kopi yang ada di hadapannya dan semua yang ada saling tatap dan terkekeh.


"dan yang aku inget banget dari Ivan tuh tahi lalat di keningnya yang sering kita jadiin ngebuli dia" kata Mira


" tahi lalat di kening? apa di bagian tengah dan agak besar?" tanya Ridwan

__ADS_1


" iya bener" kata Mira, Ana dan vita


" perkiraan aja sih setelah mendengar ciri ciri itu lagian kan yang punya tahi lalat di kening kan bukan cuma dia " kata Ridwan dan mereka pun ngobrol perihal rencana berikutnya.


__ADS_2