
Hari sudah mulai menjelang sore, mereka masih asik ngobrol dan bercanda, Indra datang, karena memang dia baru bisa hadir karena ada pekerjaan yang harus di tanganinya sendiri,
" Assalamualaikum..."
" waalaikumsallam..." jawab mereka serempak
" sorry ya gue baru bisa datang, selamat ya semoga samawa ya Ndi, Ta" katanya sambil menyalami Andi dan Vita.
" Aamiin, makasih doanya bang, semoga cepet nyusul bang" kata Andi sambil tertawa
" ah lu mah bisa aja," jawab Indra sambil terkekeh mendengar doa Andi yang menurutnya konyol, Indra mengerutkan keningnya lalu mengedarkan pandangan keseluruh ruangan,
" kemana tuh anak, biasanya paling berisik, " gumam Indra dalam hati
" tumben sepi pada kemana tuh cewek berisik" tanya Indra pada mereka, dan mereka pun saling pandang
" tadi ada di sebelah sana sambil ngerumpi" kata Reynand dan ikut mengedarkan pandangannya
" coba gue tanya bini gue lah" kata Budi perasaan sudah merasa tidak enak, Budi berjalan menghampiri Salma istrinya
" sayang kamu lihat, Mira Ana sama Susi nggak" tanya Budi pada Salma, Salma mengerutkan keningnya dan menggeleng bingung
" nggak lihat dari tadi aku sama mbak Desi dan Yuni disini ngejagain anak anak, tadi sih aku lihat di pojokan sana" kata Salma sambil menunjuk kearah pojokan tempat tadi Mira dan sahabat sahabatnya kumpul, kamu jagain anak anak sayang jangan jauh jauh dari mereka pastikan mereka ada bersama kalian ok" kata Budi pada Salma, Desi dan Yuni mulai panik, dan Budi bergegas menghampiri mereka dengan wajah gusar,
" mereka nggak ada, kata Salma mereka dari tadi nggak kelihatan dan terakhir mereka terlihat kumpul bertiga di pojokan sana" kata Budi
" kita berpencar sambil Lu Rey Hubungi Mira, gue hubungi Ana, lu wan terus hubungi Susi" Indra memberi arahan dan diangguki oleh Mereka
" lu kearah sana,.gue kesana ..." Indra terus memberi arahan " lu Han cari tau dari orang orang lu, lu Di lu amanin anak anak dan semua keluarga kalian" kata Indra
"ponsel Mira nggak Aktif" kata Reynand wajahnya sudah pucat khawatir dengan keselamatan Istrinya
__ADS_1
" sama Susi juga" kata Ridwan
" duh Ana juga kata Indra, kalian disini aja, jangan menunjukan kehebohan pada para tamu, lu tunggu kabar dari kita aja, orang akan heboh kalau pengantin kelayapan serahin sama kita aja" Indra menyuruh Andi tetap di tempat
" tapi Adek gue..." Kata Andi sudah panik dengan mata sudah memerah
" lu serahin kekita saja, " kata Reynand menenangkan Andi padahal dalam hatinya dia juga panik karena istrinya sedang mengandung anaknya
dan mereka pun berpencar mencari keberadaan ketiga wanita, sambil terus menghubungi.
"kamu di mana sayang?" kata Reynand sambil berjalan,
" Rey kita keruangan, cctv " Indra memhubungi Reynan
" ok" jawab Reynand singkat dan berjalan menuju ruang cctv dan mereka pun masuk
"maaf pak kami ganggu, kita mau lihat rekaman cctv" izin Reynand sopan
" kita diruang cctv" jawab Reynand singkat setelah melihat nama kontak yang menghubunginya ternyata dari Ridwan yang menghubunginya
" Rey sini, lu lihat " kata Indra sambil menunjuk layar yang menayangkan ada tiga orang laki laki yang menghampiri mereka " zoom pa" kata Indra pada petugas itu
" mereka di todong pake pisau itu " kata Reynand dan terlihat mereka bertiga menggiring Mira, Susi dan Ana keluar ruangan, dan mereka berpindah ke layar yang terhubung ke kamera bagian luar dan menampakan mereka masuk kedalam mobil
" zoom ke arah nomor seri pak" perintah Reynand
" ok dapat " kata Reynand Indra langsung menghubungi satlantas untuk melacak nomor seri tersebut sambil berlari keluar ruangan dan di luar mereka bertemu dengan yang lain dan mereka pun mengikuti Reynand dan Indra untuk melakukan pengejaran.
" Rey lu lacak di mana terakhir ponsel Mira mati" perintah Indra, dan Reynand langsung mengecek
" jalan Sudirman " kata Reynand
__ADS_1
" ok kita kesana, kita di bagi dua tim Ridwan, ikut gue, Farhan sama Budi ikut Rey kita berjalan jalan Sudirman dari arah berlawanan " Indra memberi arahan
" ingat kita harus tetap terhubung" kata Indra
" jam segini jalanan macet sebaiknya kita pake motor lebih efektif " jelas Reynand
" ok ide bagus" dan mereka berlari ke arah garasi motor Andi dan langsung mengendarai Reynand sendiri,, Budi dan Farhan berdua begitupun Indra berdua dengan Ridwan dan mereka langsung melesat ke arah tujuan
" sial, mereka meninggalkan mobil itu di jalan xxx" kata
" ok kita kejalan XXX, kalian ke sudirman" kata Reynand dan mereka pun berpencar menuju arah masing masing.
Tim Reynand sampai di jalan Sudirman dan mengawasi lokasi sekitar dan di sana mereka tak menemukan apapun yang mencurigakan,
" Rey disini rame kayaknya nggak mungkin mereka disini, Mereka Pasti membawa mereka ke daerah sepi" kata Farhan
"iya gue setuju" kata Budi
" Astaghfirullah gue lupa kalau gue pasang alat pelacak di cincin kawin Mira" kata Reynand dan dia langsung melacak berharap mereka bisa menemukan Titik terang di mana mereka
" ok dapat mereka sudah jauh bergerak kearah luar ibu kota, kita harus cepat" kata Reynand dan langsung menghubungi Indra dan mereka langsung melesat menuju arah yang di tunjukan oleh alat pelacak yang Mira pakai.
Dan pertigaan mereka bertemu dan bergabung dan mereka langsung berunding
" lu pasang alat pelacak di bagian apa saja Rey?" tanya Indra
" di cincin kawin sama giwang Mira Om " jawab Reynand gusar, dia khawatir Mira sedang hamil dia takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada calon anak dan terlebih pada istrinya
" ah gue lalai jaga istri gue" kata Reynand sambil menyeka air matanya yang sudah mulai terjun kepipi, segagah apapun Reynand dia lemah jika di hadapkan dengan Mira, dia sangat mencintai Mira, karena dari dulu dia sudah menaruh hati pada Mira cuma pendidikan kepolisian yang ketat dan tak bisa terhubung dengan dunia luar membuat dia tak bisa lagi menghubungi Mira, dan waktu itu Mira masih sangat belia dia baru lulus SMA dan ketika dia kembali ternyata Mira sudah menikah yang membuat dirinya tak bisa move on dari Mira dan dia mengambil tugas luar untuk mengobati luka hatinya dan ketika dia kembali bertugas di ibu kota ternyata Mira sedang menghadapi masalah rumah tangganya. Dan ternyata takdir akhirnya menyatukan mereka dan hal itu tentu saja membuat Reynand menjaga Mira seperti kaca saking hati hatinya, dan sekarang dia kecolongan dan itu membuatnya merasa tidak berguna
" lu yang kuat, mana jiwa patriot lu" kata Indra sambil menepuk pundak keponakan sekaligus Anak buahnya, keadaan Ridwan tak jauh beda dari Reynand, Ridwan bisa di katakan sedang kasmaran pada Susi Karena mereka baru aja memulai kehidupan dengan cinta karena sebelumnya hanya ada keterpaksaan.
__ADS_1
Dan kalau harus jujur Indra juga Merakan hal yang sama seperti Reynand dan Ridwan cuma dia sangat gengsi mengakui itu untuk Ana, dan dia pandai menyimpan rasa, karena memang dia sendiri pun belum begitu yakin dengan perasaannya terhadap Ana..