Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 21


__ADS_3

selesai sholat isya Arif mau mengajak Mira makan diluar sekalian arif mau minta maaf pada Mira soal kejadian tadi pagi


" mir, kita cari makan yuk, sekalian lihat lihat ibukota waktu malam" kata Arif pada Mira yang baru selesai menyuapi Bu Diah


" nggak usah mas aku capek, tadi siang kan udah makan diluar sekarang disini aja lagian ini kan makanan masih ada tadi yang dibelikan Ridwan" kata Mira tanpa menoleh pada suaminya dia berdiri merapihkan bekas mkn Bu Diah dia masih males bicara dan bersama suaminya hatinya masih merasa males dan kesal dengan suaminya.


" ya sudah nggak apa apa kalian pergi saja nggak apa-apa ibu disini, sebentar lagi bapak datang dari masjid" kata Bu Diah yang mengerti sepertinya ada yang mau dibicarakan Arif pada Mira


" nggak usah Bu badanku lelah mau istirahat saja" tolak Mira


" pergilah nak, ibu mau ada hala yang harus dibicarakan sama bapak kamu bisa kan,?" kata Bu diah yang mencari alasan agar masalah yang sedang mangganggu keharmonisan rumah tangga anaknya dapat segera baik lagi Bu Diah sangat menyayangi mira.mira menghela nafas panjang dan mengangguk deng lemah karena terpaksa walaupun Mira tau alasan Bu Diah hanya alibinya saja agar Mira mau berangkat dengan Arif. Mira akhirnya pergi meninggalkan bu Diah setelah sebelumnya menyalami tangan mertuanya.


" kamu mau makan apa?" tanya Arif sambil berjalan berdampingan


"terserah" jawabnya singkat dan Arif menghela nafas panjang mendengar jawaban mira

__ADS_1


"gimana kalau kita jalan dulu di dekat taman ada rumah makan lumayan enak " Arif coba menawarkan


" terserah" jawab Mira lagi, Arif mengabarkan hatinya menghadapi sikap Mira yang diam sejak tadi


ya sudah ayok, kata Arif yang ingin menggandeng tangan Mira tapi Mira pura pura memegang tali tas selempang nya, Arif kembali menghela nafas nya. tapi dia akan berusaha bersabar agar Mira kembali memaafkannya dan kembali bersikap seperti semula.


akhirnya mereka sampai ditempat tujuan dan langsung memesan makan, dan mereka pun makan dalam diam dan Arif beberapa kali mencuri pandang pada istrinya, tapi Mira cuek,makan pun selesai.


" bang sudah kita balik lagi aja kerumah sakit, kasihan bapak sendiri" kata Mira sambil bersiap untuk pergi


" ada apa sih bang kan biasanya juga Abang nggak pernah mau kali diajak jalan-jalan malam hari" kata Mira santai, Arif menghentikan jalannya hatinya merasa tertampar, benar ap yang di katakan Mira dia tidak pernah mengajak Mira walau hanya sekei jalan jalan


" ya udah sekarang kita jalan" katanya sambil memelankan jalannya dan tetap menggandeng tangan Mira, akhirnya mereka duduk di bangku yang ada di taman itu Mira masih terdiam


" mir, " Arif menjeda ucapannya setelah menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan" aku minta maaf atas kejadian tadi pagi..."

__ADS_1


" memangnya kenapa dengan tadi pagi kamu tidak melakukan apa-apa dan juga tidak mengatakan apa-apa kan terus kenapa harus minta maaf?" kata Mira sambil tersenyum miris mengingat kejadian tadi pagi


" justru karena aku diam dan tak melakukan apapun makanya aku minta maaf"


" nggak apa-apa bang, nggak usah merasa bersalah lagian aku emang seperti apa yang wanita itu katakan, makanya kamu diam" kat Mira sambil tersenyum miris dia berusaha untuk menahan air matanya yang sudah sejak tadi ingin tumpah.


" tidak, tidak kamu bukan seperti apa yang dia bicarakan kamu istriku, yang wajib aku bela" katanya sambil memegang telapak Mira,


" aku istri yang wajib kamu bela, benarkah?" tanya Mira sambil tertawa " kalau memang aku istri kamu yang wajib kamu bela lalu tadi pagi apa kabar dengan sikap diam kamu yang hanya diam dan tak melakukan apapun hah, ooh atau kamu baru sadar dan baru mengerti kalau aku istri kamu yang pantas di bela..."


" bukan..."


" atau selama ini kamu tak pernah ngnggap aku ini istri kamu? aku tau kita menikah dengan perjodohan tapi aku sudah ikhlas mencoba untuk menerima kamu, keluarga kamu dan berusaha menerima kamu sebagai suamiku, tapi apa sebaliknya? apa hubungan kamu sama dia ?" tanya Mira dengan air mata yang sudah tumpah bersamaan denga kata katanya, dia sudah mengerti dari apa yang pa Agus dan Arif bicarakan tadi pagi tapi dia ingin mendengar Arif yang mengakui langsung " ha ha sebegitu berartinya dia buat kamu, dia mantan kekasih kamu kan, apa kamu masih mencintai dia? jawab" sedang Arif mematung dia kaget dari mana Mira tau kalau Mona mantan kekasihnya, karena tak mungkin pak Agus " oke diamnya kamu, menjelaskan bahwa kamu masih sangat mencintainya." kata Mira sambil berjalan cepat meninggalkan Arif.


"Mir, Mira" Agus yang masih bingung mau menjawab apa kaget dengan kepergian Mira tapi tak di hiraukan Mira dan ketika Arif mengejar Mira sudah terlambat Mira sudah naik taksi dan berjalan dengan cepat. Arif mengusap mukanya kasar dan menjambak rambutnya tak menyangka akan seperti ini jadinya di mendudukkan tubuhnya kasar.

__ADS_1


hai man teman tolong tinggalkan jejaknya dong dengan menggerakkan sedikit jempolnya dengan memberikan like dan komen ya,biar aku semangat up nya🙏🙏🙏🙏


__ADS_2