Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 59


__ADS_3

Mona baru sampai di kafe langsung masuk keruangannya yang di jadikan satu dengan ruangan Arif, Arif yang sedang asik dengan pekerjaannya mengalihkan perhatiannya pada arah pintu yang dibuka tanpa mengetuk, sebenarnya Arif sudah tahu siapa lagi yang datang tanpa mengetuk pintu selain sang pemilik kafe.


" kamu baru datang? gimana di kafe sana rame?" tanya Arif sambil menghampiri Mona yang datang dengan wajah lesu, Mona memang mengatakan akan kekafe cabang untuk mengontrol administrasi dan keuangan di sana.


" lumayan " kata Mona singkat, Arif langsung meraih pinggang gadis itu dan menarik tubuh Mona agar lebih dekat hingga tak ada jarak, Mona yang menerima perlakuan itu langsung menyambutnya dengan langsung meraup bibir Arif dan untuk beberapa saat bibir mereka saling perpagut dan mereka berhenti setelah di rasa asupan udara di tubuh mereka menipis tapi itu tak berlangsung lama setelah kembali mendapatkan udara mereka langsung mengulangnya lagi yang lebih panas dan menuntut hal yang lebih yang mereka tak tinggal diam traveling kemana mana (seperti otak author yang udah traveling, skip ah kalian bisa traveling sendiri dechπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…).


setelah kegiatan mereka disiang hari yang panas, hasrat mereka sudah tak lagi mengenal waktu dan tempat di manapun mereka menginginkannya maka saat itu mereka lakukan, merupakan hal yang menurut Arif hal yang baru yang tak pernah di lakukan ya dengan Mira, Mira akan melakukannya di tempat yang sangat privasi bagi keduanya sedangkan dengan Mona tanpa di minta dan walau pada awalnya Arif ragu untuk melakukannya tapi Mona akan menuntunya untuk melakukannya, kucing mana yang menolak ikan.


tubuh Arif rubuh setelah penyatuan mereka tubuh mereka Bermandi keringat, dan setelah di rasa tubuhnya kuat Arif bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena dia sadar mereka bukanlah di kamar tapi ruang kerja takutnya ada yang datang, akhirnya ceritanya untuk menyingkat waktu mereka membersihkan diri, tapi yaaah bukannya menyingkat malah menambah waktu, dan Arif seakan terbuai dengan hubungan bergelimang dosa, yang selama ini selalu dihindarinya tapi sekarang malah jadi candunya.


Mereka keluar dari kamar mandi dengan badan sudah segar dengan rambut yang masih basah tak lam mereka mendengar ketukan pintu dan Mona langsung membuka kunci pintu ruangannya dan Arif dengan terburu buru menyemprotkan pengharum ruangan untuk menghilangkan aroma sisa sisa aktivitas mereka tadi lalu dengan cepat mereka duduk di kursi mereka masing masing dan seakan tak pernah terjadi sesuatu

__ADS_1


tok tok tok


" ehem ..ya masuk" Kata Mona untuk menormalkan suaranya dan mereka saling menatap Arif yang melihat kelakuan Mona terkekeh, tak lama pintu terbuka dan ternyata karyawan bagian keuangan yang akan melaporkan laporan pendapatan bulan lalu. dan mereka pun langsung larut dalam pekerJam sudah menunjukan waktu pulang mereka pun siap siap membereskan meja masing masing


" sayang kamu langsung pulang? mau mampir kerumah nggak?" tanya Mona


" kayaknya nggak deh soalnya sekarang jadwal kontrol mama ke RS" jawab Arif dengan masih pada pekerjaannya.


" bang,..."


"mama kamu masih kontrol kerumah sakit itu ya, apa nggak ada niatan pindah RS" kata Mona

__ADS_1


" sebenarnya sih sudah aku saranin buat pindah tapi mama sama Bapak ngotot nggak mau, katanya dokternya baik dan obatnya bagus" kata Hadi sambil menarik nafas dan menatap kedepan " kenap emang?"


" nggak apa-apa sih, cuma apa nggak curiga kalau penyakit mama kamu disengaja nggak sembuh sembuh" Mona mulai melancarkan aksinya.


" maksudnya, kamu curiga dokter Andi sengaja melakukan malpraktik gitu" tanya Arif penasaran Mona mengangguk tanda membenarkan


" iya secara kan dokter Andi adalah sahabat kakaknya mira, dan adiknya juga sahabatnya Mira" kata Mona meyakinkan, Arif yang mendengar ucapan Mona memikirkan ucapan Mona yang di rasa ada benarnya juga.


" kalau benar begitu ibu kamu bukannya sembuh yang ada nanti tambah parah karena mereka dendam sama kamu jadi melalui ibu kamu mereka balas dendam." Mona terus saja menghasut Arif yang sudah mulai termakan omongannya.


" ya nanti aku bicarakan sama mama dan bapak, moga aja kali ini mama mau mendengarkan kata-kata ku karena selama ini mama sama bapa hanya mau mendengar apa yang di katakan mereka" kata Hadi sambil tertunduk dengan kesal, Mona yang mendengar itu tersenyum merasa umpannya sudah mulai mendapatkan respon

__ADS_1


" berarti mereka menghasut orang tua kamu juga supaya mereka membenci kamu dan tambah benci sama aku, kalau gitu kapan kita akan nikah kalau orang tua kamu masih saja bergaul sama mereka, mereka akan terus meracuni hati dan pikiran orang tua kamu" kata Mona dengan air mata yang sudah dibuat berderai seolah dia korban, Arif yang melihat itu langsung memeluk Mona untuk menenangkannya


" kamu jangan khawatir muali sekarang dengan atau tanpa restu dari orang tuaku aku akan menikahi kamu."kata arif.


__ADS_2