
sebulan telah berlalu sejak kepulangan Bu Diah dari rumah sakit dan kesehatannya pun berangsur membaik, Arif yang akhirnya ikut tinggal bersam orang tuanya dan bekerja di rumah makan milik Mona dan hubungan mereka pun tambah lengket saja di mana ada Arif pasti ada moba, kecuali mereka sedang ada bersama dengan orang tua Arif, Mona masih belum di beri kesempatan untuk mendekat pada orang tua Arif Karena memang orang tua Arif tak perna memberi celah untuk Mona bisa mendekat pada mereka dan itu tak menjadi masalah buat Mona karena yang terpenting baginya adalah Arif dan dia sebenarnya juga kalau bukan karena Arif yang begitu menyayangi orang tuanya Mona muak dengan kedua orang tua itu, dan Arif yang sudah jarang sekali menemui Syifa anaknya malah bahkan kalau tidak diingat orang tuanya Ridwan enggan Arif sudah berubah seratus delapan puluh derajat, tak ada lagi Arif yang begitu perhatian dan sayang dan tak pernah bisa jauh dari anaknya sekarang seperti ogah ogahan kalau Syifa merengek minta ketemu sebaliknya dengan Mira walaupun proses gugatan cerainya dengan Arif terus berlanjut tapi tak mengurangi intensitas pertemuan Mira dengan orang tua arif, Mira akan datang saat Arif sudah berangkat begitu seterusnya sehingga Bu Diah dan pak Agusus tak pernah merasa kehilangan Mira dan begitupun dengan Ridwan yang akan menemui mertuanya disela sela kesibukannya, Susi yang walaupun beberapa kali datang tapi tak pernah lama dengan berbagai alasan.
Hari ini adalah hari dimana sidang akhir putusan sidang perceraian Mira dan Arif, Mira yang di dampingi gank nya kecuali reynand karena mereka merahasiakan hubungan persahabatan mereka dengan reynand untuk mempermudah penyelidikan atas kasus yang sedang mereka selidiki yang berhubungan dengan Susi, Mona dan ivan.
Arif yang di dampingi orang tuanya dan Susi juga Mona ikut karena Mona datang bersama Arif sedang Bu Diah dan pak Agus datang bersama Susi. Susi menatap tajam kearah suaminya yang malah datang bersama kubu Mira.
" wan lihat mata bini Lo" bisik Budi
" uuuuuh setajam silet" timpal Ana dan mereka pun langsung tertawa cekikikan mendey ucapn Ana
" eh lihat, lihat siapa yang datang sepertinya gue kenal dengan bentukan badan orang itu" kata Farhan yang melihat sosok laki laki tinggi memakai jaket hitam celana jeans hitam dan jangan lupakan masker yang menutupi sebagian wajahnya tapi tak menutupi ketampanannya meski hanya sebagian
" ah itu kayak si kampret reynand, nekad tuh anak" kata Andi, ya memang sekarang hubungan Mira dan reynand sudah semakin dekat. Mira tersenyum ke arah pria itu yang berjalan mendekat ke arah mereka, dan setelah dekat dia langsung merangsek mendekati Mira
__ADS_1
" eh kampret Lo nekat ya, udah kita larang juga kali ada yang tahu berantakan ntar" bisik Farhan melotot yang hanya di jawab reynand dengan mengangkat bahunya santai
" aw sakit bego" kata Reynand sambil memegang kepalanya karena di geplak Andi yang di sambut tawa yang lain
" Lo ke sini mau berkabung .apa mau senang" kata Ridwan
" ini style gue bego" katanya santai " gimana rasanya ketemu calon mantan deg degan nggak?" bisiknya pada mira sambil menunduk karena Tinggi mereka yang berbeda jauh
" nggak, biasa aja tuh" kata Mira sambil mengendikan bahu
" iiih kamu mah"
" aw sakit, iya kan aku tanya kamu suka deg degan nggak kali ketemu aku, kamu nggak mau nanya kalau aku suka deg degan nggak kalau ketemu kamu" katanya malah tambah gencar menggoda Mira yang sudah merona
__ADS_1
"nggak ah" kata Mira sambil mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya lucu ingin rasanya reynand mencubit pipinya itu tapi ini banyak orang.
sudah waktunya mereka masuk ruangan dan Mira berjalan ke kursi didepan hakim dan dengan tak tahu malunya reynand malah ikut duduk di samping Mira yang harusnya diduduki Arif .
" aw sakit kampret" katanya sambil memegang kepalanya
" eh bego Lo mau ngapain duduk disana Lo mau cerai sama adek gue hah" tanya budi, yang di balas cengiran oleh reynand dan berbisik pada Mira
"jangan takut ada aku " dan hanya dingguki oleh Mira dan reynand di tarik oleh Budi berjalan ke arah pengunjung
" bikin malu aja lu" kata Ridwan
" iya ih dasar bucin " kata Ana sedang reynand hanya mengangkat bahunya santai.
__ADS_1
semua tenang mendengar kata demi kata kata yang di bahas.