Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 20


__ADS_3

ketika Mira dan Ana sampai didepan ruangan Ana, ana yang hendak membuka pintu ruangan nya di tahan Mira


" na, tolong bilang sama kak Andi ya jangan kasih tau dulu siapa sebenarnya gue sama keluarga gue, gue takutnya kak Andy ngomong sama Ridwan dan bang Arif, bilang aja seperti apa yang udah gue jelasin ke kalian tadi di resto" kata Mira


" iya gue bilang sekarang dech takutnya ntar gue lupa" kata Ana mengurungkan niatnya masuk ruangan dan berbalik arah


" ya udah gue langsung ke ruang rawat mertua gue ya udah lama takutnya bapak sama mama juga laki gue khawatir sama gue" katanya tapi ditahan Ana


" hubungan lo Ama laki Lo baik baik aja khan?" " "gue jelasin ntar pas kita lagi ngumpul aja biar nggak harus ngulang jelasinnya" kata Mira


" ya udah, tapi kalau ada apa-apa ngomong sama kita Lo masih nganggap kita sahabat kan, jangan Lo pendam sendiri ok?"


" ok gue janji Lo berdua sahabat yang paling mengei gue jadi nggak mungkin gue ngumpein apa apa dari kalian, tapi sekarang waktunya nggak tepat" jawab Mira

__ADS_1


" ya udah Lo hutang penjelasan sama kita, percayalah kita sayang sama Lo" kata Ana lagi sambil memeluk Mira, dan akhirnya mereka berjalan berlainan arah.


ketika Mira membelok kearah ruangan Bu Diah di bertemu dengan Arif yang berjalan dari arah toilet tapi belum menyadari kehadiran Mira yang melihatnya Arif yang seperti berjalan sambil melamun melewati Mira yang sedang menatapnya


" apa yang ada dipikiran kamu bang? apa perempuan itu aku yakin, ada yang kamu sembunyikan dari aku tapi semoga dugaan ku salah, tapi mendengar pembicaraan bapa waktu tadi pagi aku yakin kalian pernah berhubungan" gumam Mira dalam hati sambil berjalan di belakang Arif tanpa mau menyapa Arif di ingin tahu sampai kapan Arif menyadari kehadirannya sambil tersenyum kecut, hatinya seperti tercubit mendapat sikap Arif yang berubah sejak kejadian tadi pagi didepan ruang operasi. ketika sampai di depan pintu Mira mendahului membuka kenop pintu, Arif yang kaget dengan kehadiran Mira yang tiba tiba menurutnya


" mir sejak kapan kamu disini?"tanyanya bingung


" Mira mir, maaf aku terlalu memikirkan kesehatan mama" ketika mereka masuk ternyata pak Agus dan Bu Diah sedang berada di toilet


" oh memikirkan kesehatan mama ya" kata Mira sambil melipat tangannya di dada sambil tersenyum sinis" kalau kamu melamun karena khawatir dengan kondisi mama, berarti kamu baru merasa khawatir mulai tadi pagi dan dari kemarin kemarin kamu tidak terlalu khawatir?" kata Mira berjalan kearah nakas menyimpan kantong berisi makanan untuk pak Agus dan Bu Diah


" mir denger dulu aku..."

__ADS_1


" kalian sudah datang?" terdengar suara pak Agus yang mendorong kursi roda Bu Diah dari arah toilet. dan Arif pun mengurungkan niatnya untuk berbicara pada Mira


" iya pak ini aku bawain makanan buat bapak sama mama, gimana keadaan mama sekarang? sudah baikan?" tanya Mira tanpa menoleh pada Arif lalu membatu Bu Diah menaiki ranjangnya


" Alhamdulillah, nak ibu baikan semoga ibu cepat sehat biar ibu tidak terlalu merepotkan kalian ya, maaf selama ini ibu membuat kalian repot dan khawatir" kata Bu Diah dengan mata berkaca-kaca


" mama ini ngomong apa sih aku nggak ngerasa repot sama sekali" kata Mira sambil merapihkan selimut Bu Diah


" iya mama ini kok ngomongnya gitu " kata Arif


" kamu memang membantu yang baik nak, kamu menyayangi kami. seperti orang tua kamu sendiri, kalau bukan kamu yang jadi menantu kami, bapak tidak tau apa jadinya kami" kata pak Agus mengusap punggung Mira sayang sambil menatap tajam pada Arif.


Arif yang merasa tersindir dengan ucapan pak Agus hanya menarik nafas kasar, dan duduk di sofa, dalam hati dia merasa bersalah kepada Mira atas kejadian tadi pagi.

__ADS_1


__ADS_2