Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 61


__ADS_3

mereka sudah sampai di ruangan Ana


" nak sudah lama sahabatan sama Mira" tanya Bu Diah membuka pembicaraan


" sudah sejak SMP kami bersama" kata Ana


" memang Mira besar disini ya" kata Bu Diah


" Mira memang lahir di kota ini, cuma setelah almarhum Ayahnya meninggal, ibu memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya bareng bang Budi" kata Ana

__ADS_1


" kenapa ibu penasaran setelah di kota kehidupan Mira berubah?" kata Ana


" iya ibu rasanya masih penasaran," kata Bu Diah


" baiklah mungkin ini saatnya kalian tahu siapa Ana dan keluarganya." Ana menjeda ucapannya untuk mengambil nafas " Ayah adalah pemilik perusahaan Handoko grup, ayah dan ibu tidak pernah sombong dengan harta yang mereka miliki hal itu juga yang diajarkan pada anak anaknya, dan saat kami smp kelas tiga perusahaan ayah mengalami penurunan karena orang kepercayaan yang ayah tunjuk melakukan korupsi besar besaran dan mengkhianati perusahaan ayah, bang Farhan yang dan bang Budi yang masih kuliah pun akhirnya ikut turun tangan untuk menangani perusahhaan yang hampir bangkrut karena ayah koma terkena serangan jantung, ayah dan papaku adalah sahabat baik dan papa menyuntikkan dana pada perusahaan ayah, dengan bantuan bang Budi dan bang Farhan akhirnya bang Farhan dan bang Budi bisa mengembalikan perusahaannya, dan selama perusahaan ayah di bawah orang orang yang dulu selalu mendekati dan menyanjung mereka berbalik jadi membenci dan membuli, dan tak lama setelah perusahaan kembali bangkit ayah meninggal, itulah sebabnya kami semua tidak percaya dengan orang baru, saat itu hanya tinggal aku dan Vita yang selalu bersama Mira, sedang bang Farhan dan bang Budi pun mengalami nasib yang sama hanya bersama kakak, bang Rey dan bang Ridwan, yang masih tetap setia, ibu memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dengan hidup sederhana dan ditemani bang Budi, sedang perusahaan dilanjutkan bang Farhan dan Mira tinggal bersama bang Farhan sampai lulus kuliah, setelah wisuda Mira berniat untuk istirahat sejenak sebelum memulai bekerja tapi pas pulang ibu malah menjodohkannya bersama Arif" kata Mira menutup ceritanya sambil menghela nafas panjang.


" itulah sebabnya dia menyembunyikan siapa dirinya pada Arif, Mira ingin tahu ketulusan Arif, dan semuanya terbukti" kata Ana, akhirnya mereka pun ngobrol di luar topik tadi ketika Arif datang Merry sedang tertawa bersama


terdengar suara pintu diketuk dan tak lama munculah Arif dan mengajak pak Agus dan Bu Diah pulang.

__ADS_1


" Bu ayo pulang Jang kelamaan disini terlalu banyak aura aura tidak baik " kata Arif dengan wajah datar menatap tajam pada Ana, ana yang mditatap seperti itu membalasnya tanpa rasa gentar.


" maksud Lo apa? hah? tanya Ana dengan menatap tajam balik, heh denger ya Lo tuh sebenarnya, tanya nih sama perempuan pemuas nafsu lo, siapa yang sudah menghasut, kita disini tidak perlu mencari sekutu ya karena semua orang juga bisa menilai man yang baik dan mana yang buruk" kata ana sambil bertolak pinggang


" apa kamu bilang Mona wanita pe.uas nafsu, emang ya kalau cinta itu buta segala galanya, tai ayam aja rasa coklat, dan Lo jangan sok suci didepan gue borok Lo sama kekasih tercinta Lo sudah ada di tangan kita yang ada malah Lo yang nggak tahu apa apa siapa tuh cewek sebenarnya, gue aneh ya sama Lo berlian Lo buang sampah Lo pungut" kata ana tak mau kalah, Arif yang sudah memerah sudah membua mulutnya untuk melayangkan ucapan ucapan tak kalah pedasnya tapi keburu terpotong oleh ucapan pa Agus


" sudah sudah ayo pulang bikin malu saja" kata pak Agus sambil berjalan mendorong kursi roda Bu Diah


"sampaikan salam kami buat semuanya ya" kata Bu diah. dan mereka pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2