Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 60


__ADS_3

Arif masih melamun memikirkan apa yang di katakan mona,


POV Arif on"


apa memang aku sedalam itu menyakiti perasaan Mira sampai sampai mereka semua sampai dendam dan ingin melampiaskannya pada mama, rasanya tidak mungkin, Mira yang sepertinya sangat sayang sama mama dan bapa apa mungkin tega? lagian mama sama bapa yang begitu menyayangi Mira bahkan lebih dari pada anaknya Karena Mira pun terlihat begitu sangat menyayangi mama sama bapak, tapi apa yang di katakan Mona mungkin ada benarnya karena sampai sekarang mama sama bapak belum tergoyahkan untuk bisa merestui hubungan kami, tapi sepertinya kesehatan mama malah tambah membaik, tapi tak ada salahnya kalau aku coba ngomong sama mama dan bapak supaya mau pindah rumah sakit mungkin bersama dengan mereka memberikan dampak buruk terhadap pikiran mama dan bapa Karena intensitas mereka bertemu cukup sering, tapi kalau mereka tidak mau bagaimana? tapi ada baiknya aku mencobanya.


POV Arif Off


Mona yang melihat Arif melamun dia tersenyum puas umpannya sudah mulai direspon tinggal terus saja menghasut arif, apalagi Arif sekarang seakan tunduk padanya


" bang pulang bareng aku nggak ?" tanya Mona setelah sekian lama membiarkan Arif sibuk dengan pikirannya sendiri yang telah dia buat.


" nggak usah, aku kan bawa mobil, lagian kalau aku diantar kamu mobil aku tinggal dong" kata Arif sambil tersenyum lembut pada Mona, memang Mona memfasilitasi Arif dengan segala kemewahan dan kebutuhan biologisnya dan ternyata itu berhasil menaklukkan Arif, an itu tidak masalah bagi mona, yang penting baginya Arif kembali ke pelukannya walaupun sekarang dia sekarang ada dalam bayang bayang Ivan.


Akhirnya mereka pulang ketempat masing masing, sesampainya di rumah Arif, orang tua ya sudah tidak ada di rumah, rumah dalam keadaan sepi.


" kemana mereka apa mereka sudah berangkat duluan." kata Arif sambil melihat jam yang tergantung di dinding.

__ADS_1


" astaghfirullah ternyata aku memang sudah sangat terlambat, ini kelamaan bareng Mona, entah kenapa aku sama Mona tuh, semua kebutuhan ku terpenuhi tapi entah kenapa aku merasa masih kadang merindukan Mira, apa mungkin aku juga sudah mencintai Mira?" Arif bergumam sambil tersenyum mengingat kegiatannya tadi bersama Mona di ruangannya dan di kamar mandi toilet sungguh itu merupakan pengalaman yang sangat indah baginya, jika bersama Mona kebutuhan biologisnya serasa terpuaskan.


" apa mungkin dengan laki laki itu juga Mona melakukan hal yang sama padanya" tanya nya dalam hati.


Arif mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi ibunya, setelah tersambung


" ma, mama sudah di rumah sakit?" tanyanya lembut


"..."


" oh ya udah aku nyusul ya" katanya sambil menutup sambungan telepon nya, dan bergegas menuju rumah sakit untuk menyusul orang tuanya.


" udah periksa ya?" tanya Arif pada pak Agusus dan bu Diah, dan di angguki oleh mereka


" sudah dokter Andi memang baik dia selalu mempermudah semuanya tanpa harus menunggu lama" kata pak Agus sambil berjalan menyusuri lorong rumah sakit dan Ridwan yang mendorong kursi roda yang diduduki Bu Diah


" bagaimana perkembangan kesehatan mama? apa sudah lebih baik?" tanya Arif dia ingin tahu

__ADS_1


" Alhamdulillah badan ibu sudah terasa lebih segar dan kaya dokter Andi kalau sel kankernya sudah tak tumbuh lagi paling empat kali lagi kontrol ibu sudah bisa kontrol sebualn sekali tak lagi seminggu sekali" kata Bu Diah


" benarkah?" tanya Arif. Arif memutuskan untuk tidak bicara lagi dia akan mengatakan rencananya memindahkan pengobatan Bu Diah kerumah sakit lain.


"mama sama bapak tunggu disini ya aku ngambil obat dulu" kata Arif sambil mencuci roda kursi roda Bu Diah dan di angguki keduanya.


Ketika mereka sedang menunggu Arif yang sedang mengambil obat mereka bertemu ana yang baru saja selesai visit pasien diruang rawat


" lho ibu sama bapa, baru selesai kontrol ya?" tanya Ana, dan langsung mencium tangan pak Agus dan budiah.


" iya nak, ini baru selesai kamu baru selesai periksa ya?" ibu Bu dari ruang sana kata Ana menunjuk sebuah ruangan


" ibu sama bapak di antar siapa?" tanya Ana lagi


" sama Arif sedang ngambil obat" katanya sambil menunjuk kearah lorong tempat pengambilan obat.


" gimana kali nunggunya di ruangan aku saja biar ngobrol nya enak bisa sambil minum" kata Ana dan diangguki keduanya.

__ADS_1


" nanti aku telepon Arif ngasih tahu kalian ada di ruangan ku kata Ana lagi" sambil membuka kunci roda kursi roda Bu Diah sambil menuju ruangan Ana mereka mengobrol sambil tertawa bahagia seperti anak dan orang tua.


.


__ADS_2