Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 42


__ADS_3

Mira sedang berkumpul bersama keluarganya dan anak anak sedang bermain di taman belakang


" dek hari ini kita kerumah sakit ya, ibu belum sempat nengok selama dia dirumah sakit" kata Bu Asih pada Mira


" tapi Bu..." Mira menggigit bibir bawahnya


"dek, dengar ibu mertua sama derajatnya dengan orang tua kandung dan orang tua sambung, jadi walaupun kamu ada masalah dengan Arif jangan pernah menutup diri kepada mertua kamu" kata Bu asih mengelus lembut tangan anaknya ya sudah mumpung kita ngumpul bagaimana kalau kita semua nengok ke rumah sakit sekalian Syifa juga pasti kangen sama nenek dan kakeknya" dan diangguki semuanya.


Sore harinya mereka berangkat kerumah sakit, mereka berangkat dengan dua mobil, Farhan, Desi dan Mira, sedang di mobil yang lain Budi, salma Bu asih dan anak anak yang selalu nempel dengan Salma dan neneknya, mobil yang di kendarai Farhan langsung melesat kerumah sakit sedang mobil Budi mampir dulu ke toko kue dan buah karena Bu asih ingin membawa buah tangan untuk Bu Diah, tak afdol katanya kalau nengok orang sakit tidak membawa buah tangan.


sampai di parkiran mereka turun dan bersamaan dengan Arif dan Mona yang juga turun dari mobil Mona mereka saling tatap.


Mira menatap tajam pada Arif yang seperti salah tingkah di tatap Mira, Mira tersenyum kecut melihat Arif yang tampak segar dan fokus Mira tertuju pada leher Arif yang terdapat tanda merah. Mira bukan orang bodoh yang tak mengerti tanda apa itu, Mona menghampiri Arif


" aku nggak nyangka, sudah sejauh itu hubungan kamu sama dia, kamu sudah melewati batasan kamu sebagai seorang suami, dan seory laki laki,?" kata Mira dengan mata berkaca-kaca dia tak menyangka orang alim yang selama ini taat akan beribadah melakukan hal seperti itu hatinya sakit, Arif tak menjawab pertanyaan Mira


" uuuuuh ternyata ada pasangan selingkuh" tiba tiba Ana datang " AW AW ini tanda apa nih Rif?" Ana sambil tertawa mengejek" habis gigit gigitan Lo, oh emang jaman sekarang drakula pada nggak takut pans matahari, malahan nggak juga takut sama pans neraka, ini cewek nya juga uh habis mantap mantap kalian, siang hari yang panas gini nggak tambah panas tuh?"

__ADS_1


kata Ana sambil berjalan mengelilingi Arif dan Mona.


bugh.. bugh..


Farhan yang sudah panas dari tadi menahan amarahnya pun melayangkan beberapa pukulan kewajah dan dan dada Arif, untung Andi datang dan melerai pukulan Farhan yang tubuhnya kekar dan tinggi di bandingkan Arif yang badannya lebih pendek dan nggak berotot


dan tak punya ilmu beladiri.


Mona yang marah karena di ejek Ana pun menerjang Ana yang sedang lengah karena kaget melihat Farhan yang menghajar Arif, Ana yang sedang asyik memberi semangat Farhan hampir saja terkena tamparan Mona kali tidak di halau Mira, dengan sebelah tangan Mira memelintir lengan Mona kebelakang, Mona sontak menjerit kesakitan.


Arif yang menyaksikan gerakan kilat Mira kaget, dalam hati dia bertanya Mira yang terlihat lemah lembut ternyata bisa melakukan hal itu


Ana menampar wajah Mona yang tak berdaya karena tangannya di pelintir Mira


"Lo mau lawan kita,Lo mau tau kita siapa hah?" tanya Ana sambil nampak berfikir lucu sedang Andi dan Farhan tertawa ngakak melihat kelakuan Ana " dan Lo PK Lo mau tahu kita siapa? hmmmm tapi kayaknya nggak usah di kasih tau deh biar penasaran, gila gila lo pada mikirin kota siapa" kata Ana sambil mengangkat bahu tak peduli Farhan, Mira dan Andi tambah ngakak melihat kelakuan Ana yang absurd.


Mira mendorong Mona kearah arif dan di tangkap dengan sigap oleh Arif dalam pelukannya bersamaan dengan itu pa Budi datang karena mau keluar mencari makan dia melihat anaknya yang seperti itu dan langsung menghampiri Arif dan tanpa aba aba di langsung menampar pipi dan kanan Arif dengan wajah memerah menahan amarahnya, Arif hanya menunduk dengan Mona yang masih dalam pelukannya.

__ADS_1


tanpa mereka sadari mobil yang di kendarai Budi sudah sampai, Syifa yang hendak memeluk ayahnya karena. beberapa hari tak bertemu mematung menyaksikan ayahnya memeluk wanita lain, untung Salma langsung memeluknya dan menutup mata Syifa sehingga tak melihat kakeknya yang menampar ayahnya.


Syifa kecewa dengan ayahnya.


" A ...haaaah." kata Syifa sontak semua mata dan kaget dengan kehadiran Syifa, Mira langsung menghampiri Syifa dan memeluknya,


Syifa memeluk bundanya sambil matanya menaty tajam pada Arif dengan air mata yang terus mengalir dipipi tembemnya seolah membencinya, Arif yang sadar arah tatapan Syifa segera melepas pelukannya pada Mona,dan langsung berjalan menghampiri Syifa, mundur dan menjulurkan tangannya kedepan


" Stop ayah jangan maju, ayah jahatin aku Sama bunda," Arif berhenti dan ingin menggapai Syifa


"sayang, ay..." perkataan Arif terpotong


" ayah tahu, bunda tiap malam nangis diam diam karena ayah, aku benci ayaaah" kata Syifa


sambil menangis dalam pelukan Mira dan Salma.


" sudah sudah Lo semua bikin ribut di rumah sakit gue tau nggak" kata Andi sambil bertolak pinggang " bubar Lo pada hus hus ..." kata Andi melambaikan tangan seperti orang yang mengusir ayam " kecuali yang cewek cewek ikut tapi Lo pelakor tak masuk hitungan ya" katanya sambil melewati Mona.

__ADS_1


" eh ****** ni cewek milik gue semua ya " kata Farhan pada Andi dan hanya di balas Andi dengan hanya mengangkat bahu.


__ADS_2