
Dua hari sudah berlalu semenjak kejadian hari itu Arif masih setia mengurung diri di kamarnya dan Mona pun masih setia menunggunya ini sudah masuk hari ketiga, Mona masuk ke kamar Arif membawa nampan yang berisi makanan untuk Arif
" sayang, makan dulu ya " Arif hanya menggeleng lemah, bagaimana tidak tubuhnya sudah dua hari ini tak terisi makanan
" sayang dengar aku, kamu boleh sedih,boleh marah, dan boleh menyesali perbuatan yang sudah kamu lakukan tapi hidup kamu harus tetap berlanjut jadikan semuanya motivasi kamu harus buktikan kalau kamu tanpa mereka pun bisa hidup bahagia, kamu masih bisa meneruskan hidup dan sukses dan dengan kejadian ini kamu bisa melihat dengan jelas siapa yang benar benar peduli sama kamu, kalau kamu seperti ini mereka akan puas melihat kamu terpuruk, lihat sekarang kamu tahu sekarang Mira dan siapa itu namanya dia akan menikah hari ini, kamu tunjukkan pada mereka kalau kamu juga sangat bahagia tanpa adanya Mereka" kata Mona panjang lebar sambil menyuapi Arif, kunyahan Arif terhenti sebentar mendengar hari ini Mira akan menikah ada rasa sakit menyayat hatinya tapi sesaat kemudian dia sadar bahwa dirinya ikut andil dalam pernikahan Mira,karena dirinya berselingkuh dengan Mona sehingga Mira tak mu lagi hidup bersamanya, Arif hanya bisa pasrah walaupun didalam relung hatinya terdalam sudah mulai mencintai Mira, tapi rasa itu tersamar karena kembalinya Mona di kehidupannya tapi semua terlambat dia sadari, dia sangat kehilangan Mira dan anaknya terlebih sekarang ayah dan adiknya pun pergi meninggalkan nya sendirian apalagi ibunya sudah lebih dulu meninggalkan mereka dan sekarang rasa kehilangan itu cukup membuatnya down,
" kamu harus bangkit untuk hidup kamu"lagi lagi Mona memberikan manuver setelah melihat kegamangan Arif, dia tak mau kehilangan Arif dia akan melakukan apapun supaya Arif tidak pergi dari hidupnya.
Arif masih diam menyelami hatinya dan menimang apa yang harus dia lakukan kata kata Mona ada benarnya juga dia harus bangkit.
" kita kembali ya kita lanjutkan cita cita kita memajukan kafe kita" akhirnya Arif mengangguk menyetujui apa saran Mona walaupun dia tidak yakin apa yang dia pilih itu benar atau salah yang dia tahu pasti semua orang pergi meninggalkannya walaupun dia sadar bahwa mereka pergi juga karena dia bersalah.
" ya sudah sekarang kamu habiskan dulu makannya setelah itu kamu mandi dan kita berangkat" kata Mona dan lagi lagi Arif hanya mengangguk lemah.
Arif akan mencoba untuk mencari tahu siapa sebenarnya Mona dengan caranya sendiri dia sangat penasaran kenapa semua orang begitu sangat tidak menyukai Mona,siapa sebenarnya Mona dan kalau memang Mona seperti apa yang mereka bilang dia akan berusaha untuk merubahnya walaupun Arif tidak tahu apakah dia mampu melakukannya.
setelah selesai mereka bersiap merekapun akhirnya meninggalkan desa diperjalanan mereka hanya diam tak ada yang berani memulai pembicaraan
__ADS_1
" sayang kamu sekarang kan nggak mungkin tinggal dirumah Ridwan yang dulu kamu tinggalin sama orang tua kamu, gimana kali kamu tinggal di rumah aku saja?"tanya Mona, Mona memang sangat ingin Arif selalu bersamanya, karena dia tak ingin kehilangan buruannya, Arif menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Mona
" sebaiknya aku mau cari tempat kost di sekitaran Kafe saja supaya tidak jauh berangkat kerja" Arif mencoba beralasan karena dia yakin kalau mereka tidak serumah semua akan menambah masalah.
" lho kok kos sih, paling nggak tinggal di apartemen yang aku tawarkan dulu sama kamu mau Ya" rengek Mona
" sebaiknya aku tinggal di kost saja lagian akan menambah masalah baru yang lebih rumit" jelasnya pada Mona
" emangnya masalah apa sih?" kata Mona mulai kesal, Arif menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Mona
" begini, kita akan dapat masalah dari orang yang ada di sekitar kita karena kita belum menikah, apa kata orang kalau kita hidup satu atap tapi tidak ada ikatan pernikahan" jelas Arif
" kita akan menikah tapi bukan sekarang kita butuh waktu aku ingin bapak dan Susi memaafkan aku sepenuhnya, baru kita akan menikah, aku harap kamu sabar dulu, dan sebaiknya kita harus hidup tidak serumah karena kalau kita satu rumah hal itu akan sulit kita peroleh, sampai disini kamu mengerti" kata Arif panjang lebar.
"tapi kamu kerja di kafe kan?" tanya Mona lagi
"aku nggak tahu sebaiknya aku mau mencoba mencari pekerjaan yang lain aku ingin membuktikan pada semua orang kalau aku bisa menghidupi diriku tanpa harus bergantung padamu, dan aku ingin kamu juga bisa menerima aku kalau nanti aku dapat pekerjaan yang gajinya tidak besar"kata Arif menjelaskan keinginannya
__ADS_1
" kamu mau menghindar dariku seperti apa yang mereka inginkan, dan berniat meninggalkan aku setelah apa yang aku lakukan buat kamu,?" Mona sudah menangis, Arif kembali menarik nafas panjang, sambil menggelengkan kepalanya
" aku bukan mau menghindari kamu, kalau aku menghindari kamu aku nggak akan minta kamu menemani aku untuk mencari tempat kontrakan, kan kalau aku menghindari kamu, kamu bisa mencari ku ditempat itu,aku hanya menunjukkan kalau aku adalah pria yang bertanggung jawab yang tidak hanya bisa berlindung dari harta kamu, aku ingin menunjukkan pada mereka kalau apa yang mereka pikirkan itu salah aku mendekati kamu karena aku mencintai kamu bukan karena harta kamu" jelas Arif Mona menatap Arif
"kalau aku kangen gimana"
"kita akan bertemu weekend atau kita kan bisa teleponan buat apa kita punya ponsel " kata Arif meyakinkan Mona
" tapi kamu nggak ada niat buat ninggalin aku kan?" tanya Mona masih ragu untuk menyetujui permintaan Arif
" apa alasannya aku ninggalin kamu, aku nggak akan bisa menghindari kamu, lagian semua tentang aku kamu tahu" kata Arif lagi
" kalau aku bantu Carikan pekerjaan bagai mana?" tanya Mona kembali menawarkan bantuan, Arif menggelengkan kepalanya
" aku kan coba cari sendiri dulu kalau sudah mentok baru aku akan minta kamu buat buat bantu kamu" kata Arif, Mona menghela nafas sebentar lalu mengangguk menyetujuinya
"maaf bukannya aku tak menghargai semua bantuan kamu, tapi aku jengah di katakan kalau aku hanya berlindung pada seorang Mona aku ingin membuktikan kalau aku juga bisa maju tanpa bantuan kamu, dan setelah aku berhasil sukses aku akan langsung melamar kamu untuk jadi istri aku," kata Arif me.inta maaf karena dia sadar sedikit banyak pasti Mona akan kecewa, tapi dia harus melakukannya dia harus tegas agar bisa mewujudkan semuanya.
__ADS_1
Akhirnya Mona kembali menjalankan mobilnya mencari kontrak yang layak untuk Arif tinggali.