Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 68


__ADS_3

Ridwan mendengarkan dengan seksama cerita yang di ucapkan Arif, dan sekarang sepertinya sudah mulai tampak jelas akar dari masalah Arif dan Mira,


" terus lu percaya begitu saja dengan ucapan Mona?" tanya Ridwan


" awalnya gue juga nggak yakin tapi dia meyakinkan gue sampai dia sujud sujud minta maaf sama gue akhirnya gue luluh apalagi saat dia menawarkan apartemen dan pekerjaan buat gue tambah yakin kalau apa yang dikatakannya itu benar, dan disaat dia datang gue sangat membutuhkan itu lu tau sendiri kondisi ekonomi gue saat itu seperti apa" kata Arif dan Ridwan manggut manggut faham dengan penjelasan Arif dalam hati Ridwan berkata sungguh pintar Mona memanfaatkan situasi.


" terus sekarang udah resmi balikan dong ya sama tuh si Mona emang secinta apa sih lu sama Mona, sampai segitu yakinnya lu sama dia apa buat lu yakin banget sama dia apa yang membuat lu secinta itu sama dia?" kata Ridwan lagi Arif tersenyum penuh arti.


" gue yakin dan rasa cinta gue tambah subur buat dia, dia bisa memberikan apa gue butuh, pekerjaan, kendaraan bahkan materi gue terpenuhi, " kata Arif sambil tersenyum mengingat semua yang sudah dilakukan mona, Ridwan muak sebenarnya melihat ekspresi Arif yang tersenyum me**m.

__ADS_1


" termasuk s*x?" tanya Ridwan lagi, Arif yang di tanya itu melebarkan senyumnya


" ya lu tau sendiri lah, kebutuhan kita yang satu itu sudah dikendalikan apalagi didepan mata" katanya sambil mengusap tengkuknya malu malu, ingin rasanya Ridwan menampol tuh kepala si Arif pake palunya si Thor saking keselnya.


"wah seru dong secara kan si Mona tuh ****, dan berpengalaman kayaknya pasti bisa banyak gaya tuh " kepalang tanggung kesel Ridwan akhirnya mancing Arif bicara


" ya gitu deh banyak pengalaman baru gue dapet bareng dia yang tidak pernah di lakukan Mira Mona bisa" katanya bukannya malu malah tambah jadi Ridwan geram sekali ingin rasanya Ridwan mengeluarkan jurus halilintar buat menghantam tuh muka me***m si Arif.


" aduh Gusti, Bu Susi tolong tenggelamkan manusia ini" teriak Ridwan dalam hati

__ADS_1


rasanya Ridwan tak sanggup lagi meneruskan cerita tentang bahasan itu Ridwan harus cari akal buat mengalihkan pembicaraan.


" dan apa yang membuat Lo benci sama Mira secara kan Mira gue lihat nggak ngelkuin hal yang aneh aneh" kata Ridwan pertanyaan yang sudah dari kemarin kemarin bercokol di kepalanya, Arif kembali menghela nafasnya panjang


" sebenarnya gue nggak pernah benci sama Mira, selama ini hanya sama Mira keluarga gue bisa saling berbagi suka duka, tapi kelakuan dia yang seakan malah senang dengan perceraian kami dan dia seolah asik tebar pesona sama lu, Andi, dan siapa yang kemarin memakai masker waktu di pengadilan kayaknya nempel terus, sama dia, tapi di juga mengahsut mereka semua buat terus menghasut mama sama bapa buat membenci gue sama Mona" Ridwan menggigit bibirnya antara mau tertawa dan takut dosa ternyata dia cemburu dengan laki laki di sekitar Mira.


" ok sekarang gue ngerti dan gue mau meluruskan tentang persepsi lu tentang kami yang menghasut mama sama bapa, tapi ini pendapat gue aja ya tapi perasaan gue ini yang bener, satu kenapa orang tua lu dekat dengan kami, dua kenapa mama sama bapa nggak suka banget sama Mona itu kan yang jadi masalah lo sehingga lu ngotot pengen mindahin rumah sakit mama berobat ok gue jelasin kenapa mama sama bapa Deket dengan kami Yaman karena kami bisa ngobrol santai, dalami apa yang mereka mau itulah orang tua mereka merasa malu mereka di perhatikan, kedua kenapa mama sama bapa sangat nggak suka sama Mona mungkin karena cerita masa lalu kalian dan kamu harusnya tahu banget sifat mama sama bapa mereka tidak suka sama perempuan yang suka mengumbar aurat, bersikap sombong sama orang lain dan kasar gue rasa semua hal yang mama sama bapak itu melekat banget didiri Mona dan diperparah sama kelakuan lu yang berubah drastis setelah ketemu Mona lu yang dulu patuh Sekarang suka ngelawan dan suka kasar dan suka memaksakan pemikiran lu mereka harus ikut aturan lu dan itu kami semua tahu itu bukan sifat lu banget, lu nyadar nggak perubahan didiri lu, dan satu lagi mama sama bapak bukan orang bodoh yang nggak ngerti kelakuan liar lu sama mona, orang tua mana yang nggak sedih mendapati kenyataan anaknya yang suka maaf melakukan hubungan intim diluar nikah, apa lu akan terima kalau Syifa melakukan hal itu, gue nggak minta lu ngejauhin Mona tapi lu udah bangkotan yang sudah tau mana yang benar dan salah." kata Ridwan sambil menepuk bahu Arif pelan " lu pikirin apa yang gue bilangin.


" gue kedalam dulu lu mau masuk lagi nggak"

__ADS_1


" ya udah gue masuk" katanya dan mereka pun berjalan menuju ruangan Bu Diah.


__ADS_2