
jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam mereka semua sudah lengkap dengan kedatangan Ridwan dan Andi
" karena semuanya sudah kumpul ayo mending sekarang kita mulai makan," kata Bu Asih pada semuanya dan mereka langsung menuju meja makan
" wiiih makan besar nih kita" kata Andi
" iya karena sudah lama sekali kita tidak kumpul seperti ini" kata Bu Asih, Mira pun terlihat sedikit melupakan masalahnya
" mir, ibu tadi udah siapin makanan buat suami dan mertua kamu nanti kamu anterin kerumah sakit ya," semua yang ada di meja makan menghentikan kunyahan mereka saling bertukar pandang dan saling memberi kode seperti saling tunjuk untuk menjelaskan,
" ka..." Budi yang mengerti berusaha untuk menenangkan ibunya
" Bu sudah selesaikan dulu makannya. setelah itu kita ngobrol ya" kata Budi sambil mengelus lembut punggung tangan ibunya dan diangguki oleh semuanya.akhirnya Bu Asih pun melanjutkan makannya sesekali di mencuri pandang pada semua yang ada di sana dia merasa ada yang tidak beres dari mereka.
Selesai makan mereka berkumpul diruang keluarga mereka semua sudah duduk lesehan di karpet karena memang diruang keluarga tidak di sediakan sofa Bu asih lebih suka duduk di bawah ada yang sambil tiduran dan mereka bebas.
" Bu..." kata Budi membuka pembicaraan dia merasa sudah saatnya ibunya juga tahu tentang kemelut rumah tangga Mira dan Arif
" hmmm, ibu pasti bertanya-tanya dari tadi tentang ketidak hadiran Arif aku akan jelaskan, tapi kita mohon ibu jangan panik dulu dan tolong jangan potong dulu kalimat budi, ok?" kata Budi lembut pada ibunya.
" sudah kuduga, ya sudah ibu dengarkan" kata Bu asih menarik nafas panjang lalu menghembuskanya
__ADS_1
" begini Bu, sebenarnya aku juga belum tahu pasti masalahnya seperti apa, soalnya yang lebih tahu kayaknya nih kunyuk dua Bu" kata Budi menunjuk pada Andi dan Ridwan yang nyengir salah tingkah.
"pokoknya intinya begini, rumah tangga Arif dan Mira sedang ada masalah diduga karena adanya orang ketiga tapi berhubung masalahnya juga masih kita selidiki, nanti setelah semuanya jelas baru kita akan bahas langkah kita selanjutnya" kata Budi, Bu Asih yang sudah berkaca-kaca dari tadi akhirnya langsung memeluk Mira, dia merasa bersalah karena dia yang keukeuh menjodohkan Mira dan Arif.
" maafkan ibu sayang, kalau ibu today ngotot ngejodohin kamu sam Arif mungkin kamu tidak akan sakit hati seperti ini"
" bu, ibu nggak usah merasa bersalah, semuanya sudah takdir bu" kata Mira dan di angguki oleh Bu Asih
" dan untuk sekarang Mira akan tinggal disini dan untuk penyelidikan serahkan pada kami" kata Ridwan sambil menatap iba sekaligus takjub dengan ketegaran mira,
" tapi apa orang tua Arif tahu masalah ini?" tanya Bu asih
" ayahnya sudah tahu karena kemarin aku yang ngasih tahu dengan catatan tak memberi tahu keberadaan Mira pada Arif karena kita ingin tau seperti apa usahanya untuk mencari mira" kata Andi
" gue sepertinya agak lama soalnya Farhan lagi ngurus proyek yang ada di Palembang Lombok jadi gue kesini gantiin dia, urusan di kampung sudah ada yang handle orang kepercayaan gue,lagian mungkin ini sudah jalannya ternyata gue harus nyelesein masalah Adel gue" dan
akhirnya mereka sepakat untuk menyelidiki semuanya, ibu dan Salma sudah masuk kamar untuk istirahat, begitu juga dengan Syifa dan Rafa anaknya Budi sudah sejak tadi tidur.
tingkah mereka berenam ang tersisa dan mereka menyusun rencana selanjutnya. dan sekarang mereka sedang ngobrol bsantai sambil di selingi candaan, tiba tiba Andi mengambil sebuah amplop putih berlogo rumah sakit dan memberikan nya pada Ridwan
"" hasil tes punya Lo" kata Andi menyerahkannya pada Ridwan
__ADS_1
" udah keluar?" dan dia angguki oleh Andi
"Lo jadi tes lagi wan?" kata Budi
" iya gue ngarasa, apa yang Lo saranin ada bener ya juga karena gue was was"
" bagus deh coba Lo buka gue pengen tahu hasilnya ,coba Lo buka " kata Budi sambil memberi isyarat pada Ridwan untuk membuka hasil tes, ketiga perempuan itu saling pandang penasaran
" emangnya ada apa sih?" kata Mira
" sudah kita lihat hasilnya dulu baru kita cerita" kata Budi mereka
Ridwan membuka amplop itu dengan hati berdebar dan begitu juga dengan semua yang.ada ikut tegang dan setelah mengetahui isinya Ridwan mengepalkan tangannya sampai buku bukunya memutih rahangnya mengeras,
Budi yang penasaran mengambil hasil tes itu dari tangan Ridwan, lalu membukanya dan berkata
" sudah gue kira, ternyata benar dugaan gue"
setelah membaca isi dari hasil tes itu.
" emang ada apa sih" kata Mira merebut hasil tes itu.
__ADS_1
" Astaghfirullah..."