Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 6


__ADS_3

pak Agus menyimpan ponselnya sambil menatap kearah Arif dan Mira dengan mata berkaca, tak perlu pak Agus mengatakan apa jawaban Susi karena mereka mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Susi pada pa Agus yang suara dari panggilan di buat keras agar lebih jelas terdengar oleh pa Agus maupun Bu Diah yang sudah paruh baya yang pendengaran nya sudah mulai terganggu di makan usia, Mira menatap iba pada pa Agus yang sudah keriput terlihat wajah sedih, marah bercampur lelah, lalu Mira mengalihkan pandangan pada Arif yang terlihat mukanya memerah karena marah dengan ucapan adik kandungnya yang sangat menyinggung hati dan harga dirinya.


" sudah tidak apa apa mungkin Susi belum ada rezeki, pake tabungan aku saja sisanya aku aku akan coba nanya sama ibu barang kali aja ibu ada simpanan dan kita pinjam." kata Mira sambil mengusap halus tangan keduanya.


" tapi mir..." ucapan pa Agus terhenti karena di potong Mira

__ADS_1


" gak apa pak uang untuk modal bisa kita cari lain waktu yang penting mama sembuh dulu, besok aku akan kerumah ibu, bapak sama bang Arif doain semoga aku dapat pinjaman dari ibu ya, jangan banyak pikiran nanti kita sakit, kalau kita ikutan sakit siapa yang mau ngurus mama"


pa Agus menatap Mira dengan mata berkaca kaca, Pa Agus merasa terenyuh dengan pengorbanan menantunya yang tulus mau berkorban untuk mertuanya, sedangkan anak kandung mereka yang mereka besarkan dengan penuh kasih sayang segala keinginannya berusaha mereka penuhi malah bersikap seperti itu, bahkan Susi tidak merasa khawatir pada ibunya yang sedang sakit parah dan membutuhkan bantuan, jangankan untuk membantu untuk biaya pengobatan bahkan sampai sekarang dia belum bisa menyisihkan waktu buat nengok ibunya sekedar memberi dukungan moril pun tak bisa Susi lakukan.


" udah sekarang sebaiknya kita istirahat Rahat sudah malam" kata Mira sambil menghela tangan Arif yang dari tadi hanya menatap kosong dengan mata memerah karena marah mendengar ucapan adiknya tapi tak ayal arif mengikuti langkah Mira yang menggandeng tangannya menuju ke arah rumah mereka.

__ADS_1


sementara Arif dan Mira mereka belum masuk kerumah mereka duduk dulu bangku depan warung mereka, Mira ingin menenangkan dulu hati suaminya yang masih diliputi kemarahan dan kekecewaan pada Susi adiknya


"bang..." Mira belum melanjutkan ucapannya dia menatap pada suaminya, Mira ingin melihat reaksi suaminya. sebelum Mira melanjutkan ucapannya Arif sudah mendahului


" apa aku terlihat anak yang tidak bertanggung jawab pada ibu dan bapak mir? aku memang anak yang tidak berguna disaat orang tuaku membutuhkan ku aku tidak bisa berbuat apa-apa..." Arif benjeda ucapannya, Mira membiarkan suaminya mengeluarkan uneg-uneg yang ada didalam hatinya yang dari tadi tertahan karena tida ingin menyakiti pa Agus dan terdengar Bu Diah " Susi memang benar aku anak yang gak bertanggung jawab." Arif memeluk istrinya dengan erat dia ingin menyalurkan rasa sakit dan kecewanya

__ADS_1


" stttt, kamu salah kamu adalah anak yang sangat bertanggung jawab pada orang tua kamu, kalau kamu anak yang tidak bertanggung jawab kamu tidak akan peduli dengan ibu dan bapa tapi buktinya tidak dari awal ibu sakit siapa yang selalu ada kamu kan, yaah walaupun kamu tidak bisa menunjukkan rasa tanggungjawab kamu dengan materi yang banyak tapi kamu sudah dapat menunjukkan kalau kamu itu anak yang sangat berbakti, udah sekarang kita tidur besok pagi pagi sekali aku mau kerumah ibu dan Abang juga harus buka warung pagi pagi biar rezekinya ga keburu di patok ayam." kata Mira sbil mkembali menggandeng tangan Arif masuk kerumah.


__ADS_2