Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 92


__ADS_3

" Jangan pernah kamu dekat dekat sama laki-laki lain ya" Andi sudah panik mendengar ucapan Vita " lagian dia duda punya anak kamu akan kerepotan ngurusnya kamu nggak ada pengalaman ngasuh anak.


" kakak denger aku aku tak selalu harus ngasuh anak kan ada pengasuhnya, terus kalau duda memang kenapa justru duda itu lebih berpengalaman berumah tangga lagian kakak kenapa sih kakak heboh banget ngelarang aku, kakak nggak lihat body nya itu Lho pelukeble banget kalau dipeluk dia uuuuuh pa..."


" Vita..."


" iiih kakak nggak asik tau nggak" kata Vita sambil menghentakkan kakinya kesal dengan muka cemberut " lagian apa coba marah marah nggak jelas" omel Vita


" apa kamu bilang nggak jelas?" mata Andi sudah melebar karena kesal dengan Vita yang sama sekali nggak peka


" kamu dengar mulai sekarang kamu itu adalah milikku tak ada yang boleh milikin kamu selain aku" Vita yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya pada Andi, sedang yang lain hanya menonton drama mereka


" maksud kakak?" tanya Vita sambil mengangkat alisnya sebelah


" it itu, ya gitu..."


" apa sih nggak jelas banget" Reynand gemas dengan Andi yang sudah banget terus terang


" lu mau nggak tak gue telponin "kata Reynand


" iya lu harus cepet Ya cowok modelan gitu sangat laris di pasaran" kata Farhan


" bo..."


" denger Ta, aku tuh cinta sama kamu" akhirnya pecah juga, dengan spontan Vita mempokuskan perhatian sama Andi


" hah..."


" ya itu aku tuh suka sama kamu sudah lama, tapi aku selama ini belum yakin, kamu nggak boleh suka sama orang selain aku kamu harus jadi milikku" kata Andi tegas


" iih kakak mah nyatain perasaan tapi ujung-ujungnya maksa" kata Vita membarengut kesal " nggak ada romantis romantisnya "


" lagian cinta tapi gengsi lu Segede gaban, ndi ndi" kata Ridwan


" tapi om Indra gimana?" Vita masih saja mikirin om nya Reynand


" nggak ada Indra Indra an, pokonya aku nggak ada penolakan, titik." kata ya sambil menarik Vita dalam pelukannya posesif

__ADS_1


" dasar bucin" kata Ana sambil mencebik


" kalau gue jadi lu Ta, gue kagak bakalan mau sama laki yang nggak ada romantis romantisnya sama sekali" Ana melancarkan kembali aksinya


" dasar adek nggak sopan, bukan nya didukung ini malah di komporin buat di tolak" gerutu Andi yang tidak melepas dekapannya, Vita memukul mukul dada Andi


" apa sih sayang?" katanya tanpa dosa


" kakak engap ih " kata Vita pelan


" hah..." Andi langsung melepas dekapannya sambil mengusap tengkuknya salah tingkah


" kakak itu sayang apa mau bunuh aku sih" omel Vita sambil manyun manyun " udah maksa mana kasar lagi" ucapan Vita sontak mengundang tawa mereka semua


" maaf..." Ridwan sudah membuka mulutnya


" lu diem ya jangan manas Manasin lagi," tunjuknya, dan Ridwan langsung mingkem.


Terdengar sayup sayup dari masjid sekitaran suara Tahrim berkumandang menandakan sebentar lagi akan tiba waktu subuh.


" iya ngapain juga kita disini orang mereka nggak bakalan ngapa ngapain, udah subuh ini" jawab Budi, Reynand yang menyadari sesuatu


" eh ****** lu pada, misi gue gagal gara gara kalian, dasar sahabat pada nggak punya akhlak" dan mereka sudah menjauh meninggalkan Reynand yang kesal, dan ngomel ngomel karena misi malam pertamanya gagal.


" sudahlah mas, masih banyak waktu" kata Mira sambil mengelus bahu suaminya sebenarnya Mira juga ingin tertawa tapi kasihan melihat suaminya, tapi mau bagaimana lagi,


" ya kan nggak seru, " katanya sambil cemberut


"ya sudah yuk kita siap siap sholat subuh berjamaah" Akhirnya mereka pun masuk kedalam rumah untuk menunaikan ibadah shalat subuh dan setelahnya mereka sarapan


" semalem sepertinya kalian tidak ada yang tidur ibu perhatikan kalian semua masuk rumah menjelang subuh, sebaiknya kalian tidur hari ini semua libur saja"kata Bu asih pada anak anaknya yang terlihat kuyu karena semaleman nggak ada yang tidur.


" tapi Bu kita banyak kerjaan" kata Budi


" mas lagian kamu kerja apa dengan mata seperti itu" kata Salma memberi pengertian pada suaminya.


" itu kasus Ridwan bagaimana sepertinya serius banget sampai sampai kemarin hal itu kejadian?" tanya Bu asih penasaran, memang Bu Asih sejak pertama tidak di kasih tahu, Farhan menghela nafas lalu pandangannya mengedar kepada semua orang meminta persetujuan dan mereka memeberi isyarat mengangguk, akhirnya Farhan menceritakan semuanya tak ada uang terlewat dari awal sampai akhir.

__ADS_1


" Astaghfirullah sampai seperti itu, lalu kalian tidak lapor polisi"


" tadinya sih nggak dulu Bu, tapi sepertinya ini sudah sangat berbahaya dan kami juga tak bisa terus terusan mengurus masalah ini jadi kita putuskan untuk lapor juga, supaya Rey juga bisa bekerja dengan timnya" jelas Budi


" iya memang itu lebih baik, karena masalah ini bisa mengancam nyawa sepertinya"kata Desi lagi


" Rey boleh ibu minta sesuatu sama kamu?" tanya Bu asih hati hati


"iya Bu ada apa" kata Reynand menatap mertuanya lekat " kalau bisa kalian tinggal disini saja, boleh?" tanya Bu asih pelan


"nggak masalah Bu, lagian Mira sama Syifa juga nyaman tinggal disini, aku sih di mana saja bisa lagian mami sama papi juga sepertinya nggak masalah " jelas Reynand dengan senyum lembut pada mertuanya


" terimakasih Rey ibu nggak mau di hari tua ibu hidup sendiri jauh dari anak anak ibu" jelas Bu Asih


" kita ngerti kok Bu, ibu tenang saja" kata Reynand, dengan mengulas senyum, Mira menatap haru pada suaminya, dia bahagia Reynand yang begitu sangat kalau sedang bertugas tapi begitu lembut pada orang orang yang dia sayang, kadang dia merasa rendah diri pada Reynand dan keluarganya tapi sikap mereka semua begitu baik tidak mempermasalahkan status Mira yang seorang janda beranak satu, tapi mereka terlihat begitu menyayangi Syifa.


" ya sudah sekarang kalian istirahat saja," kata Bu Asih pada anak anaknya dan di angguki mereka.


" Yun kamu bukannya mau mendaftar kulia sekarang" tanya Salma pada Yuni, Yuni memang tinggal di rumah Mira, Yuni yang ulet dan tak kaku dalam bergaul dengan siapa saja, dengan asisten rumah tangganya Bu Asih pun Yuni akrab dan itu memeberi nilai tambah.


" iya Teh Salma, tapi pan Yuni teh teu apal kampusnya sebelah mana"katanya sambil tertunduk malu, Yuni sangat terharu dengan keluarga itu yang mau membiyayai nya kuliah, dan tidak menganggapnya orang lain mereka menganggapnya keluarga dia bertekad akan melakukan apapun agar keluarga itu bahagia


" ya sudah biar aku saja yang antar, Ma kamu antar anak anak sekolah ya " kata Desi pada Yuni dan Salma


" ok mbak" kata Salma, keluarga itu memang sangat kompak berbagi tugas tanpa memandang siapa,


" mbak biar Mira saja yang antar anak anak sekolah" kata Mira


" sekarang biar mbak yang antar, kalian istirahat saja dulu nanti kamu yang jemput" jelas Salma


" iya deh kalau gitu, Yuni kamu ke kampus jangan pake baju blink blink lagi ntar kamu di bully orang kamu pake baju yang kemaren kita beli" pesan Mira pada Yuni


" asyiaf..." kata Yuni dan membuat mereka tertawa dengan kelakuan Yuni.


" ya sudah kalian istirahat, kalian juga hati hati" kata Bu Asih


" baik nyai ratu titahmu kami laksanakan" kata Farhan Bu asih terkekeh mendengar ucapan anaknya, memang kalau Bu Asih sudah mengatakan sesuatu mereka akan berusaha untuk melaksanakan nya, Karena perintah ibunya mutlak bagi mereka.

__ADS_1


__ADS_2