Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 32


__ADS_3

di rumah sakit Arif masih belum menemukan Mira ada di man ponselnya tak aktif dia bingung dan merasa bersalah mana orang tuanya mendesak untuk terus mencari Mira karena mereka khawatir dengan keadaan Mira


" apa mungkin Mira kerumah Susi" tanya Bu Diah


" rasanya nggak mah, soalnya Mira belum pernah kerumah Susi yang sekarang sejak mereka pindah tapi kalau yang dulu pernah" kata Arif dari semalam dia belum tidur


terdengar suara ponsel Arif berdering


" pak, mah aku angkat telepon dulu ya" kata Arif sambil berjalan keluar ruangan, pak Agus dan Bu Diah mengguk, tapi Bu Diah merasa heran karena Arif tak pernah menjauh dari mereka ketika Arif mengangkat telepon, karena tak pernah ada yang di sembunyikan tapi sekarang Arif malah menjauh seperti ada yang di sembunyikan, pak Agus dan Bu Diah saling pandang, pak Agus yang mengerti tatapan istrinya pun berkata


" ya sudah bapak lihat ya" dan diangguki Bu Diah, pak Gus membuka pintu terlihat Arif sedang menerima panggilan sambil menghada kearah jendela dan pak Agus mendekati Arif berdiri di balik lorong dekat Arif berdiri


" iya dari semalam itu Mira belum pulang,"


"..."


" aku juga nggak tahu dia pergi kemana"


"..."


" aku juga sebenarnya kesel juga sih, karena cemburu dia sampai minggat begini"


"...."


" kamu di mana?"

__ADS_1


"..."


" ya udah aku ke bawah ya, makasih ya kamu mau nemenin aku"Arif menutup telepon nya, pak Agus buru. itu berjalan meju ruangan Bu Diah


" gimana?" tanya Bu Diah penasaran


" bapak nggak tahu siapa, tapi sepertinya nggak ada yang aneh" kata ok Agus menenangkan istrinya,Bu Diah menghela nafas lega, tak lama Arif masuk


" Bu aku keluar dulu ya mau cari Mira" katanya sambil menyalami orang tuanya


" ya sudah hati hati ya, bawa kembali menantu ibu" kata Bu Diah pada Arif dan di jawab anggukan oleh Arif akhirnya Arif pun keluar


" semoga tidak terjadi apa-apa dan Mira ibu sangat khawatir, dan ibu juga takut wanita itu mengganggu rumah tangga Arif" kata Bu Diah


selang beberapa waktu ada yang mengetuk pintu dan munculah Andi untuk memeriksa keadaan Bu Diah


" Alhamdulillah semua baik banyak kemajuan sepertinya sebentar lagi boleh pulang cuma harus tetap kontrol seminggu sekali"


" seminggu sekali dok " tanya Bu Diah dan pak Agus bersamaan


" iya , saya mengerti rumah bapak dan ibu jauh tapi itu sudah menjadi prosedur pengobatan penyakit yang ibu derita, kalau masalah itu nanti saya ngobrol sama Ridwan" kata dokter Andi " ibu bisa istirahat ya, pak bisa ikut saya keruangan saya sebentar" kata Andi sambil berjalan keluar.


sesampainya mereka di ruangan Andi


" silahkan duduk pak" kata Andi mempersilahkan

__ADS_1


" terimakasih dok" kata pak Agus


" nggak usah panggil saya dokter pak Andi saja saya masih saudara sepupunya Ridwan kok" kata Andi


" benarkah, ya ampun Alhamdulillah"


" begini pak tapi maaf mungkin yang akan saya bahas ini nggak ada kaitannya sama penyakit istri bapak, tapi ini tentang masalah Mira dan Arif karena Mira adalah sahabat adik saya dan saya sudah menganggap Mira seperti adik saya sendiri, maaf mungkin saya terlalu ikut campur dalam kehidupan rumah tangga Mira tapi semalam dia datang dengan keadaan yang sangat kacau dan memperihatinkan kakak man yang tega melihat adiknya seperti itu, walau pun kami tidak sedarah tapi dia adik saya" kata Andi


" jadi menantu saya ada bersama kamu?" kata pak Gus dengan wajah bahagia dan diangguki oleh Andi,


" jadi begini pak Mira habis bertengkar dengan Arif masalah Arif dengan seorang perempuan, apa bapak tau siapa perempuan itu dan apa hubungannya sama Arif" tanya Andi, pak Gus yang mendengar kata-kata Andi menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan, dia sudah menduga hal ini akan terjadi Mira bukan wanita bodoh dia pasti tahu apa yang terjadi


"Arif dan Mona sebenarnya adalah mantan kekasih tapi Mona berselingkuh dan Arif menyaksikan dengan mata dan kepalanya sendiri perbuatan Mona yang sedang berhubungan dengan laki laki yang ternyata adalah atasannya sendiri" kata pak Agus menjeda ucapannya" dan Arif sangat terpuruk akhirnya istri saya punya ide untuk menjodohkannya dengan Mira anaknya Teman pengajian istri saya dan akhirnya mereka menikah dan mereka hidup bahagia sampai kemarin waktu istri saya sedang dioperasi perempuan itu datang bersama anak saya yang perempuan istrinya Ridwan dan Mona menghina Mira dengan mengatakan kalau Mira adalah pembantu Arif karena dandanan yang sederhana dan Arif Sam sekali tidak membelanya, sampai semalam mereka izin untuk mencari makan tapi Arif pulang sendiri tanpa Mira dan kami mencarinya sampi Sekarang Mira belum pulang" kata apk Agus mengakhiri ceritanya.


" apa bapak tahu siapa nama laki laki yang berselingkuh denga Mona" pak Agus nampak berfikir


" bapak tidak tahu "


" ok sebelumnya Mona juga pernah menjadi selingkuhan mantan tunangan Ana,"


" Astaghfirullah "


" begini pak karena Mira belum mau bertemu Arif jadi Mira akan tinggal bersama ' kami tapi tolong bapak jangan kasih tahu dulu ke Arif soal semua yang kita bicarakan dan keberadaan Mira, kita akan menyelidiki dulu soal hubungan Arif dan Mona dan siapa Mona, bisa pak? tanya Andi di akhir ceritanya


" baiklah saya juga sangat menyayangi menantu kami tidak mau menantu kami terluka, kalau gitu saya titip Mira dan untuk ibu biar saya yang bicara dan mungkin saya tidak akan mengatakan kalau Mira ada sama kalian tapi akan saya katakan Mira ada di kampung takut ibunya keceplosan" kata pak Agus dan di sepakati keduanya.

__ADS_1


__ADS_2