
Setelah selesai pemakaman akhirnya keluarga Mira, reynand, Ridwan Andi dan Ana memutuskan untuk kembali ke ibukota karena mereka terlalu banyak pekerjaan mereka yang tertunda dan Yuni pun akhirnya ikut ke kota setelah perdebatan yang panjang dengan orang tua Yuni yang khawatir takut anaknya kenapa napa dikota setelah Bu Asih dan keluarganya meyakinkan mereka, dan karena mereka percaya pada Mira yang akan menjaga yuni akhirnya mereka mengizinkan Yuni ikut dengan mereka, dengan senang Yuni langsung membereskan barang yang akan di bawanya.
sedangkan Arif dan Susi masih tinggal di kampung untuk menemani pak Agus sementara yang masih berkabung dan memutuskan untuk kembali menetap di kampung halamannya, karena alasan dia kekita adalah untuk mengobati penyakit istrinya, tapi sekarang istrinya telah berpulang jadi tak ada alasan untuknya asih tinggal di sana.
Pa Agus masih belum mau berbicara dengan arif, karena pak Agus sangat kecewa pada Arif dengan semua yang sudah dilakukan arif.
Susi yang melihat itu merasa canggung dengan sikap mereka yang diem dieman seperti itu, Susi mencoba untuk mencairkan suasana yang tegang, Susi menghela nafas panjang sebelum memulai pembicaraan
" Pak, bapak makan dulu ya, bapak dari tadi pagi bapak belum makan" kata Susi mencoba untuk berbicara dengan lembut,
" nanti saja bapak belum lapar" jawab pak Agus
" pak, kalau bapak tidak makan nanti bapak sakit" tambah Susi lagi dia mencoba untuk bersabar menghadapi sikap pak Agus yang diam, Susi mengerti dengan sikap ayahnya yang seperti ini bukan hanya karena kehilangan istrinya tapi dia juga sangat kecewa dengan sikap Arif yang sudah kelewatan dan kelakuannya yang sudah tak lagi dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, Susi sadar selama ini terlalu asik dengan dunianya sampai dia tak begitu peduli dengan orang tuanya, dan setelah kepergian ibunya Susi sadar betapa jahatnya dirinya pada mereka yang begitu menyayangi nya, Susi berjanji akan mulai berubah untuk kebaikan semuanya.
__ADS_1
" ya sudah gini aja kalau bapak tidak makan aku juga tidak makan, biar kalau kita sakit bisa barengan katanya, pura pura marah agar bapaknya mau makan." pak Agus yang mendengar ucapan Susi menghela nafas berat dia tidak mungkin membiarkan putrinya tidak makan.
" ya sudah bapak makan bareng kamu dan kalian, Rayhan mana?" tanyanya pada cucu laki lakinya,
"ada di dalem lagi nonton TV" Mira menjeda ucapannya" ya sudah Susi siapin makannya ya"
dan di balas anggukan oleh pak Agus seraya merasa lega karena sikap Susi sudah mulai berubah, tapi ketika melihat kelakuan Arif dadanya terasa nyeri dan sesak, ayah mana yang akan bahagia melihat kelakuan anaknya yang suka melakukan hubungan intim dengan bukan muhrimnya.
pak Agus mengingat ketika sakaratul maut istrinya sedang anak laki lakinya sedang melakukan hal yang sangat dilarang oleh agama, mengingat hal itu dadanya serasa di hantam oleh batu besar saking berat dan sakitnya " Ya Allah apakah aku dan istriku begitu besar berbuat kesalahan dan dosa sehingga Kau menghukum kami melalui anak kami, apalagi sekarang setelah kepergian istri hamba rasanya hamba tak mampu" katanya dalam hati menjerit meratapi nasibnya, sudahlah ditinggal istri sekarang harus menghadapi anak dengan kelakuan yang sangat di luar batas, Pa Agus menundukkan kepalanya tak terasa air matanya sudah meleleh dipipi ya yang sudah keriput, bahunya bergetar menahan tangis.
yang begitu terpuruk. hatinya ikut sakit menyaksikan itu, Susi langsung menghambur memeluk ayahnya yang kondisinya sangat mengkhawatirkan.
" bapak jangan nangis Susi tahu bapak terpukul dengan kepergian mamah tapi Susi mohon bapak jangan begini, mamah pasti ibu akan sangat sedih melihat keadaan bapak kayak gini," kata Susi sambil menangis memeluk ayahnya yang sudah renta dan jiwanya yang rapuh, pak Agus tak lagi dapat membendung air matanya yang sejak kemarin dia tahan akhirnya tumpah di pelukan putrinya, tak dapat berkata tenggorokannya seakan tercekat hanya mampu menumpahkan air matanya, dia memeluk anaknya begitu erat, mengingat istrinya yang begitu sangat menyayangi mereka, tiga puluh lima tahun mereka hidup bersama suka dan duka mete lewati walau hidup dalam kesederhanaan tapi kebahagian selalu mereka rasakan apalagi setelah hadirnya Arif dan susi, dan di tambah dengan kehadiran cucu cucu merek Syifa dan Rayhan yang melengkapi kebahagiaan mereka tapi sekarang dia harus mulai hidup sendiri tanpa adanya istrinya yang selalu memberinya semangat kalau sedang terpuruk.
__ADS_1
Pa Agus melerai pelukannya pada Susi lalu mengusap air mata Purinya dengan sayang
" ingat nak sayangi suaminya taatlah padanya seperti ibumu pada bapak jangan kecewakan dia, dan bahagialah" katanya pada susi, Susi yang mendengar ucapan bapaknya diam terpaku mengingat rumah tangganya yang sangat kontras dengan rumah tangga orangtuanya, jangankan bisa hidup bahagia sejak awal tak pernah sekalipun mereka berhubungan badan atau bahkan sekedar tidur di satu kamar yang Sam pun belum pernah, mereka memang tidak pernah berhubungan badan dan Rayhan adalah bukan anaknya Ridwan, dan Susi juga dari awal memang tidak pernah mencintai Ridwan, tapi seiring berjalannya waktu Susi sudah mulai merasakan kalau dia mulai mencintai Ridwan, dulu dia menjebak Ridwan atas dasar ancaman dari Riky dan Ivan yang nota bener mereka adalah saudara, yang mengancam akan menyebarkan video panasnya dengan Riky, dan dari situlah Riky selalu memerasnya dengan permintaan uang yang tidak kecil jumlahnya, dulu Susi sangat tergila-gila dengan Riky yang notabenenya adalah seorang bintang kampus yang banyak digilai banyak perempuan, tapi Susi merasa tidak mempermasalahkan hal itu dan akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih, dan ternyata Riky memaksanya melakukan hal itu dan walaupun hanya sekali mereka melakukannya tapi ternyata Susi hamil dan setelah di minta pertanggungjawaban Riky malah mengelak dan memaksa Susi untuk menjebak Ridwan dengan memberinya obat tidur, sehingga Ridwan yang tanggung jawab, padahal mereka tidak pernah melakukan apapun dan bercak darah di tempat tidur saat itu bukanlah darah nya melainkan pewarna yang diteteskan oleh riky, ya semua itu adalah skenario Riky dan Ivan dan di bantu mona,
" ingat si kau mau hamil tanpa suami, apa kata orang tua lu" kata Mona " atau lu mau gugurin aja tuh janin" kata Mona enteng hati Susi serasa teriris mendengar ucapan sahabatnya yang selama ini dia bela tapi malah menjerumuskannya kejurang kejahatan, dan setelah Ridwan menikahi Susi ternyata Riky dan Ivan tak pernah membiarkan ya tenang, mereka malah mengancam Susi dengan video panasnya dulu dengan memerasnya habis habisan dan ancaman Ivan yang akan membunuh Ridwan dan Rayhan lalu tak menuruti keinginannya, kalau ingat itu Susi rasanya ingin bunuh diri lalu tidak mengingat Rayhan.
" susi, sus kamu dengar apa yang bapak katakan kan" pertanyaan pak Agus membuyarkan lamunannya tentang nasibnya dan rumah tangganya.
" i iya pak Susi dengar Insyaallah akan Susi usahakan" katanya sambil tersenyum lembut pada ayahnya, rasanya sudah lama sekali Susi tak berinteraksi sedekat ini dengan orang tua nya tapi sekarang hanya bapaknya tidak dengan ibunya.
" katanya mu ngajak bapak, tapi malah ngelamun" kata pak Agus dan diangguki oleh Susi, dan mereka pun makan dalam diam.
yeeeeeey Alhamdulillah akhirnya aku tembus sampai 1109 kata.
__ADS_1
tong jangan lupa like dan komennya ya, 🙏🙏🙏🙏🙏