
selang beberapa lama, tiba tiba saja terdengar suara pintu di buka dengan kasar, Mira dan Vita yang sedang mengerjakan pekerjaan mereka sampai langsung berdiri karena kaget tak berbeda jauh dengan Ridwan yang sedang rebahan dia sampai terjatuh ke lantai, dan tak lama munculah tiga orang pria berbadan kekar tinggi dua orang berpakaian resmi lengkap dengan dasi dan jas yang satu memakai kemeja tapi tetap memberikan kesan sopan berdiri dengan nafas terengah
" kak..."
" Mira Vita Lo nggak kenapa-kenapa kan?" suara dari belakang mendorong kasar ketiga lelaki dengan suara cempreng, ketiga lelaki itu sampai terhuyung menahan keseimbangan tubuh mereka karena di dorong dari belakang yang tak lain oleh Ana yang panik takut terjadi apa-apa dengan sahabat sahabatnya, sampai tidak sadar Ana mendorong farhan, Budi dan Andi yang langsung melongo karena mendapati sahabat mereka yang sehat wal afiat tidak kekurangan sesuatu apapun,
" kalian baik baik saja?" tanya Farhan yang di balas dengusan oleh Vita dan Ana dan ketika kesadaran merr belum sepenuhnya pulih tiba tiba pintu terbuka lagi dengan kasar dan menjatuhkan empat orang yang berdiri di pintu,
" eh ****** kira kira dong kalo buka pintu sakit nih" kata Andi
" iya ih Abang sakit nih" gerutu Ana dengan muka cemberut dan bibir yang maju sambil terus ngomel ngomel sambil merapikan rambut dan pakaian nya yang acak acakan sedangkan Mira, Vita dan Ridwan tertawa puas melihat mereka jatuh bertumpuk di depan pintu dengan Reynand sang pelaku tak sedikit pun ada niatan membantu para korbannya untuk berdiri dia malah melewati mereka dan menghampiri Mira
" kamu tidak apa apa kan?" tanyanya sambil memutar tubuh Mira
" Abang pusing ih " kata Mira sambil memegang keningnya
" eh kampret Lo lulus jadi polisi dengan pangkat Lo yang sekarang hasil nyogok ya" kata Farhan sambil bertolak pinggang menatap tajam pada reynand.
" bahkan Lo nggak bisa ngebedain mana korban dan mana saksi hah?" kata Budi dengan nada tinggi dan tatapan yang tak kalah tajam dari Farhan
" kayaknya pengen dioperasi Lo ya" sambung Andi sedang Ana, Mira , Vita dan Ridwan tertawa ngakak melihat kemarau mereka sedang reynand malah asik memainkan rambut Mira,
" nah bucin, Lo lihat Upin Ipin dah marah " kata Ridwan sambil terus tertawa
__ADS_1
Reynand yang tak mu disalahkan sendiri menatap tajam pada Ridwan yang belum menyadari bahaya mengancam dirinya
" eh somplak, semua gara Lo, kalo Lo ngirim pesan darurat gue nggak bakalan ngelakuin itu,ngirim pesan udah kayak lagi sekarat aja Lo" dan mereka berempat yang mendengar kalimat reynand seakan baru tersadar akan tujuan mereka datang kesana, sontak saja semuanya menatap pada Ridwan yang masih asik dengan tawanya.
Ridwan yang baru bisa mencerna ucapan reynand, Ridwan langsung menghentikan tawanya dan langsung nyengir sambil mengusap tengkuknya salah tingkah.
" ini emang ini darurat" katanya tak mau disalahkan."
"ya sudah kalian duduk lah dulu" kata vitamin
akhirnya mereka pun duduk
" ada apa?" kata Andi iya yang di angguki oleh yang lain.
Ridwan akhirnya menceritakan semuanya seperti ap yang sudah di katakan nya pada Mira dan Vita.
" emang Lo sayang banget ya sama tuh anak?" tanya Budi
" Rayhan itu serasa cerminan hidup gue, yang di buang sama orang tua dan Lo tau Susi tuh seolah menganggap Rayhan itu beban yang menghalangi kebebasan hidupnya" kata Ridwan dengan mata menerawang.
" kalo menurut gue dan melihat Lo yang nggak mau sama sekali kehilangan tuh anak, opsi kedua lebih baik" kata Farhan
" iya kalau emaknya mingkem, nah kalo emaknya tetep aja tuh anak jatoh ke tangan dia"
__ADS_1
kata reynand
" bang Rey bener di mata hukum tetap saja hak asuh jatuh ke tangan orang tua kandung kecuali kalau mereka memberikan nya" kata Mira
" Lo pegang kelemahan dia nggak yang bikin dia nggak bisa berkutik?" tanya reynand
" gimana kalau kita gunain persekongkolan dia dan ivan,?" tanya Andi
Ditengah suasana tegang membahas tentang keinginan Ridwan tiba tiba ponsel Ridwan berdering tanda ada panggilan masuk
" ya..."
"..."
"ok gue kesana sekarang kamu share lock aja"
katanya dan langsung memutus panggilan
" sepertinya gue tambah kekuatan tambahan"
kata Ridwan
"apa?" semua serentak bertanya dengan mata penuh Tanya
__ADS_1
"Susi sekarang lagi ngamar Sam selingkuhannya "
" itu bagus kamu bisa ngancam dia dengan akan melaporkan kepolisi Karena dia punya suami dan perselingkuhan itu aja shock terapi buat dia kalau dia bertingkah kita bisa gunain kasus si ivan." kata Farhan dan di angguki oleh semuanya.