
mira, Farhan, Budi dan Desi sedang diperjalanan menuju rumah
" gue nggak nyangka ternyata tu cewek pura pura bego apa bego beneran sih" kata Budi masih terbahak mengingat kejadian direstoran
" lagian kalian juga sengklek semua gua udah hampir bengek tahu nggak nahan tawa" sambungnya
" iya nggak kebayang mukanya dia pas dia tahu siapa kita" kata Desi
" tenang dek saingan kamu cewek bego" kata Farhan yang membalikkan tubuhnya menghadap kearah belakang
" iya bang" jawab Mira sambil tersenyum kecut
" terus apa yang akan kamu lakukan selanjutnya dek" tanya Desi sambil mengelus punggung Mira dengan sayang
" jangan bilang kamu mau balik lagi Sam sibrengsek itu yah" kata Farhan garang
" aku nggak berniat untuk kembali, apalagi setelah mendengar percakapan bang Arif dengan Mona tadi, hatiku sakit selama ini aku berkorban untuknya dan keluarganya sampai ada Syifa tapi dia bersikap seperti itu" kata Mira sambil menangis dipelukan kakak iparnya, Desi memeluk erat Mira
" kamu kuat, kamu akan bisa jalani ini ada kami bersamamu, ok" kata Desi dengan mata berkaca-kaca
" tapi mas kok kamu kenal dengan wanita itu?" tanya Desi sambil menatap tajam pada suaminya, Farhan menoleh pada Budi yang sedang mengemudi.
__ADS_1
" bilang aja bang lagian sudah tanggung" kata budi
" dia adalah wanita yang pernah jadi simpanan Ivan mantan tunangannya Ana" jawab Farhan
" Astaghfirullah" Desi membelalakkan matanya
" kamu Sam Ana sudah tahu dek" sambungnya lagi, dan dijawab anggukan oleh Mira
" iya semalam " kata Mira " bang bagaimana kalau aku segey ngajuin gugatan cerai"
" kalau kamu sudah mantap, lebih cepat lebih baik dek" kata Desi
" Ridwan sudah dapat bukti dia?" kata Farhan
" sudah kemarin hasil tes DNA ulang Ridwan sama anaknya keluar, dan ternyata dugaan kita benar kalau bininya siridwan tuh hamil bukan anaknya Ridwan" jawab Budi
" iya tapi aku kasihan sama Rayhan" kata Mira sambil menunduk
" siapa Rayhan?" tanya Farhan
" dia itu anak bang Ridwan"
__ADS_1
" kamu kenal dimana emang"
" bininya si Ridwan itu adiknya si Arif dan juga sahabatnya perempuan yang tadi" kata Budi
"oh astagfirullah, kenapa dunia ini sempit sekali" kata Farhan sambil mengusap mukanya kasar dia tak habis pikir kenapa semuanya bisa barkaitan.
" gini aja kamu Sam Vita tangani kasus Ridwan, kasus kamu biar pengacara Abang yang tangani gimana?" kata Farhan
" ide bagus tuh biar cepet kelar semuanya" kata Budi.
akhirnya mereka sampai dirumahnya dan di sambut gembira oleh semuanya.
* * *
sedang di rumah sakit Bu Diah masih menunggu kehadiran Mira yang tak ada kabar
" kamu mikirin apa?" kata pak Budi pada istrinya sambil duduk di pinggir ranjang tempat Bu Diah dirawat.
" aku mikirin mira, apa yang sebenarnya terjadi tak biasanya dia seperti ini, dimana dia Sekarang, apa yang dilakukan Arif sampai Mira semarah itu" katanya dengan mata menerawang dia sangat merindukan menantunya itu dia kehilangan Mira sudah hampir seminggu dia tak pulang, Bu Diah tahu apa yang terjadi karena pak Budi memberi tahu masalah Mira dan Arif Karena pak Budi tahu kalau istrinya tak akan berhenti bertanya kalau belum di beri tahu. " kenapa wanita itu datang lagi dan mengganggu rumah tangga anak kita, dan arif kenapa dia masih mau berhubungan dengan wanita itu, aku nggak mau Mira tersakiti, dia wanita yang baik, dia menyayangi kita tanpa pamrih dia rela mengorbankan waktu untuk merawatku" kata budiah dengan mata yang sudah mengalir di wajah tuanya, setelah dia dinyatakan mengidap kanker badannya menurun drastis dan tampak lebih tua dari usianya.
" kamu yang sabar, jangan terlalu banyak pikiran kita berdoa saja semua baik baik saja, kita percaya bahwa Mira tak akan melakukan hal seperti ini kalau Arif tidak keterlaluan" kata pak Agus sambil membantu istrinya untuk tidur, dan merapihkan selimut istrinya dan mengecup kening istrinya sayang.
__ADS_1