
suara adzan subuh berkumandang di masjid sekitar kampung dan mereka yang laki laki sudah mulai berdatangan ke masjid di kampung itu begitu juga dengan Ridwan dan pak Agus tak ketinggalan juga Rayhan bocil satu itu tak pernah mau ketinggalan untuk ikut pergi ke masjid mereka keluar dari rumah, pak Agus dan Ridwan melirik kearah rumah Arif dan lampunya pun Masih belum ada yang menyala itu berarti Arif tak juga pulang, Ridwan dan pak Agus saling pandang dan mereka menggelengkan kepala sambil menarik nafas berat pak Agus menengadahkan kepalanya keatas sambil memejamkan matanya
" Ayo nanti kita ketinggalan berjamaah" katanya sambil berjalan cepat mendahului Ridwa dan Rayhan, Rayhan yang ditinggal kakeknya pun manyun
" kakek tunggu ih " katanya sambil berlari mengejar kakeknya tak perduli kakinya tersandung batu batu kecil setelah dapat mencapai tangan kakeknya langsung bergelayut manja, Ridwan yang melihat kelakuan anaknya hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya, lalu mengikuti mereka.
Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi sahabat sahabat Ridwan sudah datang begitu juga dengan Mira dan sahabat sahabatnya dan tak ketinggalan Syifa dan Bu Asih, begitu juga dengan yuni, mobil mobil mewah sudah berjajar terparkir di depan rumah
mereka turun dengan gagah dan cantiknya dan kehadiran mereka selalu sukses menarik perhatian warga sekitar, bersamaan dengan itu, datang pula mobil yang dikendarai Arif dan Mona, mereka berdua turun dari mobil dan pandangan Arif langsung tertuju pada Mira yang baru turun dari mobil yang dibukakan oleh
Reynand dengan gaun biru muda senada dengan hijabnya yang menambah anggun dan cantik disusul Syifa dan bu Asih.
" siapa laki laki itu" gumam Arif dalam hati
" bang kok berdiri disini ayok kita masuk " kata Mona kesal karena Arif yang menatap Mira dengan tatapan kagum, Arif terkesiap baru menyadari kalau Mona juga ada disana,
" misi misi tolong jangan menghalangi jalan jalan umum nih" kata seseorang dan dua orang wanita menerobos lewat diantara Mona dan Arif
" astaghfirullah maaf nggak sengaja mbak Mona waduh mana yang sakit minta Bambang Arif aja ya yang mijitin biasanya juga dia yang mijitin" sambung vita, ya kedua orang itu tak lain adalah Ana dan Vita
" ya sekalian ..." sambung Ana sambil menaik turunkan alisnya sambil tersenyum penuh arti dengan tangan bersedekap didepan dada, dan mereka saling pandang lalu berbalik dan berjalan sambil tertawa mereka yang melihat itu hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan absurd Mereka. Mona kesal dia mengepalkan tangannya ingin rasanya dia menyerang mereka tapi sadar mereka bukan tandingannya jangan mereka berdua satu orang saja dia akan tepar, mana mereka dikelilingi sama ganknya
" kamu ..." katanya sambil mengangkat tangannya tapi hanya mengambang di udara
" sudah jangan ladeni mereka, ntar kamu akan dipermalukan oleh mereka" kata Arif.
kedatangan mereka disambut oleh Susi, Ridwan dan pak Agus, mereka langsung dipersilahkan masuk setelah mereka masuk mereka pun duduk lesehan di karpet yang sudah di gelar. sedangkan Ridwan dan sahabat sahabatnya memilih ke belakang yang ada bale bale nya jadi mereka bebas ngobrol.
" wan ipar lu dari mana tuh sama ceweknya" bisik Budi , Ridwan hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu
" mau ke acara peringatan tujuh harian orang meninggal apa mau mangkal" sela Andi dan mereka pun tertawa cengengesan mendengar ucapan Andi.
__ADS_1
" dari semalem baru pada balik katanya cari penginapan buat tuh cewek eh lakinya malah ikut nginep" bisik Ridwan
" wow di moment seperti sekarang?" sambung Reynand yang tampak takjub mendengar kata kata Ridwan.
" gila emang tuh si Arif untung adek gue keburu sadar kalau kagak bisa gue bikin apem tuh dia" timpal Budi
" gue tambahin choco chips dah biar unyu" kata Andi dan mereka pun tertawa ngakak sambil saling lempar kulit kacang itulah mereka kalau sudah kumpul kelakuannya sudah kaya bocah TK semua
" Nand, sorry ya gara gara gue lu jadi bunda pernikahan lu sama Mira
" santai aja orang diundurnya cuma sampai lusa" jawab Reynand " tapi nggak resepsi dulu ya paling cuma kita kita aja sama keluarga gue soalnya kita mau nunggu kasus lu tuntas dulu biar tenang semuanya" sambungnya lagi.
" Eh ada yang beda nih, kayaknya ada yang udah pecah telor tuh" sela Farhan sambil tersenyum mengejek semua menoleh ke arah Farhan
" siapa?...." tanya yang lain kompak, Farhan menunjuk dengan dagunya ke arah Ridwan, orang yang ditunjuk cuek aja makan cemilan yang dihidangkan dengan wajah lempengnya
" bener lu? wah kagak sopan lu ngeduluin gue " kata Reynand sambil melempar Ridwan dengan bungkus rokok
" sakit anjrit" kata Ridwan sambil mengelus keningnya
" eh jones kalau gue ngajak lu, lu mau main sama siapa lu?" kata Ridwan , Andi yang sadar dengan kata katanya hanya nyengir.
" emang lu udah baikan sama dia" tanya Farhan
" setelah gue tahu semuanya kita mutusin buat memulai semuanya dari awal dan melupakan semuanya demi Rey, dan yang paling penting dia sudah menyadari kesalahannya dan mau memeperbaiki nya" kata Ridwan serius
" kita ikut senang buat lu berdua, lagian dia ngelakuin itu karena ancaman dari si Ivan dan si Riky jadi sebenarnya dia tidak salah selama ini dia sangat tertekan" kata Andi dan di angguki semuanya setuju
" tapi satu saran gue sebaiknya Susi pura pura belum berubah aja untuk menggali informasi" kata Reynand
" tapi apa nggak bahaya tuh Nand,?" tanya Andi
__ADS_1
" bahaya sih, sangat bahaya malah, tapi itu terserah lu sih sebagai lakinya" jawab Reynand
" berarti kita harus ganti strategi dong" tanya Andi lagi
" Ya emang harus ganti" kata Reynand
" iya dech sekarang kita fokus dulu ke acara ini sama acara pernikahan lu Nand" kata Ridwan
Diruang tengah tempat para wanita berkumpul Mereka juga sedang asik ngobrol, Susi yang dari tadi diam menguatkan diri untuk bicara
" Mir..." katanya, Susi menjeda ucapannya untuk mengambil nafas " aku mau minta maaf karena selama ini aku selalu bersikap buruk sama kamu" katanya sambil menatap Mira lekat dengan air mata yang sudah menetes " aku sadar aku salah menilai kamu, aku iri sama kamu karena bapak dan mama sangat menyayangi kamu, tapi sekarang aku sadar kenapa Mam sama bapak sangat sayang sama kamu karena juga sangat tulus menyayangi mereka, dan kamu rela berkorban tenaga pikiran dan juga semua tabungan kamu buat membantu biaya pengobatan mama, tapi aku malah benci sama kamu, aku minta maaf" katanya dengan wajah tertunduk dan air mata sudah membasahi pipinya,
" kamu nggak usah minta maaf kamu tidak salah, memang wajar kamu ngelakuin itu karena memang mama sama bapak terlalu baik padaku, kamu jangan merasa bersalah kamu mu kan jadi teman kita" tanya Mira sambil menggenggam tangan Susi lembut, Susi terkejut dengan jawaban Mira yang dia kira akan mengejeknya atau paling tidak memarahinya, Susi mengedarkan pandangannya pada semua orang terutama Ana dan Vita yang merupakan sahabat dari Mira, mereka memberi isyarat dengan mengangguk dan tersenyum, hati Susi serasa tertampar melihat kelapangan hati Mira dan sahabat sahabatnya yang mu menerimanya sebagai teman dan Sekarang dia baru sadar kenapa orang tuanya begitu menyayangi Mira dan sahabat sahabatnya, Susi memeluk Mira sambil menangis Vita dan Ana pun ikut bergabung
" kita tahu kamu bersikap seperti karena kamu terlalu banyak tekanan, sekarang kamu jangan takut lagi" kata Vita
" we have be strong woman, ok" timpal Ana dan mereka semua mengangguk.
" Ari ini teh kenapa teteh teteh semua jadi pelukan begini kayak Teletubbies" suara itu memecah keharuan dan mereka melerai pelukan mereka dan menatap kearah sumber suara yang tak lain pasti Yuni
" ah kamu mah Yun, kalau ada kamu suasana apapun selalu jadi ambyar " kata Vita menggerutu, Susi yang baru sadar dengan penampilan Yuni yang blink blink, atasan kuning, rok hijau ikat rambut merah dan jangan lupakan kaca mata hitam yang bertengger di atas kepala sontak membuat Susi tertawa terpingkal pingkal,
" Astaghfirullah Yuni kenapa kamu jadi begini?" kata Susi sambil mengusap air mata yang menggenang di ujung matanya
" lu tahu masih mending dandanan dia kayak gini Si, di sini nah kalau lu tahu dia kita ajak ke mall dandan dia kagak jauh beda dari ini" kata Ana sambil manyun ingat ketika mereka ke mall dan jadi bahan tertawaan semua pengunjung mall
Mereka semua tertawa sambil menggelengkan kepalanya
" kalian masih mending kalian tahu mbak ajak dia ke kantor mas Farhan, kalian mati tahu ekspresi para karyawan seperti apa? semua karyawan menatap dia kaget dan takut" kata Desi, pak Agus yang dari kemaren tak pernah menampakkan senyum ya pun tertawa mendengar kelakuan Yuni
" iiih teteh teteh mah norak tidak tahu ini teh pasen " katanya mantap, dan itu malah kembali mengundang tawa
__ADS_1
" pashion, Yun " koreksi Salma istri Budi
" pasen mbak kata artis di tv oge pasen ya Syifa ya" katanya sambil bertanya pada sifa yang lagi asyik main dengan Rayhan yang sama sekali tak merespon pertanyaan Yuni.