Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 108


__ADS_3

kini Arif dan Syifa sedang bermain di sebuah taman bermain yang ada di sebuah mall mereka bermain mandi bola dan semua permainan mereka mainkan dengan kegembiraan, kasih sayang yang Syifa dapatkan lengkap dari dua orang ayah dan ibu, jika orang lain akan malu mempunyai dua orang ayah atau sebaliknya tapi lain dengan Syifa dia akan memamerkan kalau dia punya dua orang ayah yang sayang padanya baginya tidak masalah justru dia akan bahagia karena berlimpah kasih sayang,


" sayang ayo makan dulu sudah siang " kata Arif sambil mencubit pelan pipi anak semata wayangnya


" Iiih ayah sakit" kata Syifa cemberut sambil mengusap pipinya yang sakit di cubit ayahnya


" masa sih kan ayah nyubitnya pelan " kata Arif sambil mengecup kening anaknya gemas


" tangan ayah kan besar " kata Syifa sambil memonyongkan bibirnya lucu, Arif tertawa bisa menggoda anaknya sekarang kebahagiaannya adalah Syifa dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya dia akan menebus waktu yang sudah terbuang karena kehadiran Mona dan Arif bertekad tak akan ada lagi yang bisa menjauhkan nya dari Syifa


" Ayah ayo katanya ngakak makan tapi malah melamun" kata Syifa sambil menggoyangkan tangan ayahnya, sontak Panggilan Syifa membuyarkan lamunannya, Arif langsung tersenyum kikuk merasa bersalah karena telah mengabaikan anaknya


" Ayah ngelamunin apa sih?" kata Syifa kesal karena merasa diabaikan oleh ayahnya


" ayah mikirin kita mau makan apa" kata Arif mencari alibi sambil terkekeh " kamu mau makan apa?" Syifa tampak berfikir


" Ifa mau makan ayam goreng ya ayah" katanya dengan mata berkedip lucu


" boleh, kenapa ayam goreng nggak yang lain " tanya Arif heran


" kan kasian ayahnya nanti uangnya habis kalau ku beli yang mahal, ntar ayah nggak mau ajak aku main lagi" katanya sambil mengangguk lucu, Hadi yang mendengar itu sangat terharu dan memeluk anaknya haru di tak menyangka anak seumuran Syifa bisa berfikir sejauh itu


" sayang apapun yang kamu mau ayah akan usaha berikan semampu ayah ayah kerja buat kamu mulai sekarang dan seterusnya apa yang kamu mau ayah kasih buat kamu" kata Arif dengan mata yang sudah berembun


" ayah memang ada uangnya?" tanyanya polos


" ada sayang" kata Arif " ayo, kamu mau makan apa"


"aku mau pizza rasa keju, boleh " katanya ragu


" boleh dong, mau berapa?" kata Arif sambil terkekeh mendengar pertanyaan anaknya

__ADS_1


" satu aja ayah nanti nggak habis, ntar mubazir


kata bunda nggak boleh buang makanan" Arif tersenyum mendengar penuturan anaknya


"Rey, Mir terimakasih kalian sudah mendidik anak kita dengan baik, kalian tidak mengajarka Syifa untuk membenci dan dendam padaku padahal kalau kalian mau kalian sangat berpeluang tapi tidak dengan kalian, kalian justru mengajarkan Syifa untuk selalu memberikan pengertian padanya pantas bapa dan mamah menyayangi kalian, mulai sekarang kita bertiga akan mendidik anak anak kita dan anak kalian adalah anakku juga" Arif bertekad dalam hati " iya ayah tau ayo, kita let's go my daughter" kata Arif


" ok Daddy" dan mereka y tertawa sambil berjalan menuju tempat makan yang diinginkan Arif


\*. \*. \*. \*


ditempat lain setelah kepergian Arif dan Syifa, Mira dan Reynand, mereka masih berdiri dihalaman tempat tadi mereka mengantar Syifa dan Arif


" Mas, aku khawatir Mona akan datang menemui bang Arif dan ketemu dengan Syifa" kata Mira, bagaimana pun Mira seorang ibu yang sangat mengkhawatirkan anaknya bila jauh darinya meskipun bersama ayah kandungnya


" kamu tenang saja Arif sudah insyaf kok" jawab Reynand mantap, mendengar hal itu dari suaminya Mira memicingkan matanya curiga


" maksudnya?" tanya Mira makin tak mengerti


" kita bicara didalam yuk disini dingin, kasihan anak papa kalau bundanya kedinginan" katanya sambil merengkuh pinggang istrinya, dan membimbingnya masuk kedalam, sesampainya mereka kedalam Farhan dan Budi sedang asik ngobrol


" udah barusan " jawab Reynand


" ada apa? sepertinya ada sesuatu yang aku tidak tahu " Mira menatap kedua kakaknya dan suaminya bergantian


" sebaiknya kita bahas ini sama anak anak" kata Farhan tanpa menjawab pertanyaan Mira


" sama bang Indra juga " sambung Budi


" ini dia apa sih Syifa nggak dalam bahaya kan?" Perasaan Mira makin tak enak


" sayang kamu tenang, Syifa baik baik saja lagian sudah ada orang orang Abang kamu yang ngawasin semua tentang anak kita, kamu tenang saja jangan panik nanti setres" kata Farhan sambil mengelus perut Mira yang masih rata, Mira menatap ragu pada mereka bertiga

__ADS_1


" kamu tenang saja dek Syifa akan baik baik saja Insyaallah tak akan terjadi apapun sama Syifa" kata Farhan lagi sambil tersenyum menengkan adik kesayangannya


" iya dek kamu jangan terlalu parno begitu, lagian sebrengsek brengsek nya Arif tak akan membiarkan anaknya terluka" sambung Budi dan mereka bertiga mengangguk memberi kekuatan pada Mira


" terus kita kumpul mu bahas apa?" tanya Mira


" kita akan bahas tentang Arif, ya sudah kita berangkat sekarang saja biar nggak kemalaman, kasian nih bumil gue "kata Reynand sambil merapihkan helaian rambut Mira yang berantakan


" memangnya kenapa dengan Bang Arif?" Mona masih penasaran


" ntar aku jelasin di jalan" kata Reynand, karena Reynand tahu Mira tak akan diam sebelum tahu apa yang terjadi


" ya udah yu ntar kemalaman" kata Farhan dan mereka pun berangkat setelah mereka berpamitan pada semua orang yang ada di rumah.


" mas katanya mau jelasin sesuatu ke aku tapi kok diem aza" kata Mira, kesal karena Reynand masih belum menjelaskan tentang maksud kepergian mereka


" sayang, kamu dengar aku, Arif sudah tahu tentang apa yang sudah di lakukan pada Syifa" Reynand menjeda ucapannya untuk melihat reaksi Mira tapi Mira hanya mengangguk pasrah


" iya memang bang Arif harus tau yang sebenarnya" kata Mira menghela napas berat lalu menghembuskan nya, Reynand tersenyum lega karena Mira bisa mengerti


" bahkan semuanya kita sudah memberitahu semua kejahatan Mona termasuk pada Susi "


kata Reynand sambil menggenggam tangan istrinya lembut memberi ketenangan


" lalu apa reaksinya?" tanya Mira penasaran


" dia menangis dan sepertinya dia akan insyaf karena dia mau membantu kita untuk menggali informasi dari Mona" Reynand menjeda ucapannya " sebenarnya dia sudah berniat untuk menjauhi Mona setelah kemarin bertemu Syifa yang waktu kita di taman itu, dan dia curhat sama sahabatnya dan sahabatnya itu menyarankan untuk menjauhi Mona, dan Arif juga mulai merasa gamang dengan ultimatum kita tentang Syifa yang today boleh bertemu Mona, dan setelah aku jelaskan semuanya, dia tambah yakin ingin membantu kita untuk mencari tahu siapa Mona yang sebenarnya, dengan cara yang unik" kata Reynand tersenyum penuh arti


" maksudnya?" tanya Mira


" ada deh, AW sakit sayang" kata Reynand mengusap pingn pinggang nya yang terasa sakit karena cubitan Mira

__ADS_1


" lagian kamu mah orang lagi serius mendengarkan malah gitu" kata Mira sambil maemanyunkan bibinya kesal.


" ntar aku jelasin semuanya bareng yang lain ya" kata Reynand sambil mengusap puncak kepala istrinya.


__ADS_2