
Ridwan berbaring di kasur sambil memikirkan langkah apa selanjut yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah yang sedang di hadapinya, dia tersenyum mengingat ucapannya pada Susi dia kaya anak ABG yang lagi cari perhatian, Ridwan menggelengkan kepalanya dia tidak mengerti kenapa bisa bicara seperti itu pada Susi, akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat dan besok dia akan membahas masalah Susi langkah apa yang harus diambil selanjutnya, dan tidak lupa dia menyuruh Rudi asistennya untuk menambah orang untuk mengawasi Susi Kate kalau benar Susi sudah bertobat maka berarti Susi dan Rayhan dalam bahaya dan harus dilindungi atau kalau memang Susi hanya menipunya dia kan dengan cepat mengetahuinya.
Keesokan harinya Ridwan sudah menghubungi para sahabatnya untuk membahas masalah semalam. ketika mereka sudah berkumpul
" jadi apa yang terjadi sekarang" kata reynand membuka pembicaraan
" iya dan lu kalau ngajak ketemuan kayak lu lagi sekarat aja nggak mau tahu orang lagi ngapain kita harus datang langsung" kata Farhan kesal karena dia harus membatalkan pertemuan dengan klien.
" iya untung gue gak lagi Operasi " kata Andi
"kakak tidak, aku ninggalin Operasi dan diganti sama dokter lain" kata Ana dengan mengerucutkan bibirnya kesal, Ridwan mendengarnya hanya terkekeh merasa lucu dengan ucapan para sahabatnya,
" sorry soalnya ini urgen" katanya sambil memutar pembicaraan semalam dengan Susi, dan ya Ridwan bukan hanya merekam pembicaraan Susi dengan Ivan saja tapi semua pembicaraan Ridwan dengan Susi dari awal sampai akhir pun dia rekam,dan ketika Sampai rekaman pembicaraan terakhir reaksi sahabat sahabatnya macam macam Reynand yang langsung menatap Ridwan dengan tajam, para wanita yang melotot kepada Ridwan, Budi yang menahan tawa dan yang lebih parah Farhan yang menyemburkan minuman yang sudah di mulutnya ke arah reynand dan Ridwan yang dengan cepat menyambar ponselnya untuk mematikan rekaman nya tapi terlambat
" eh ******, basah nih" reynand sambil mengibas ngibaskan bajunya yang basah kena sembur Farhan dan setelahnya suara tawa pecah di seluruh ruangan itu, Ridwan yang salah tingkah mengusap tengkuknya dengan muka memerah malu.
" eh sayang jangan lupa mimpiin aku ya" ledek reynand
" denger ya Susi sayang" ditambah lagi sama Andi dan tawa pun makin membahana.
" uuuuuh so sweet..." kata Vita
" Dede juga mau di so sweet in dong Bambang." tambah Mira
" sudah sudah itu gue hanya bercanda aja" sanggah Ridwan tapi sanggahan itu malah tambah jadi cibiran teman temannya
" bercanda apa bercanda serius juga nggak apa-apa kali bang" kata Ana dan tawa belum juga reda di ruangan itu.
" selamat siang..." tiba tiba ada yang datang ternyata itu adalah Rudi asistennya Ridwan sontak semua mata tertuju pada Rudi
" Rudi?..." kata Ana kaget
" Nana?" jawab Rudi juga tak kalah kaget
__ADS_1
" eh kalian saling kena?" tanya Ridwan
" iya pak ana teman saya waktu kuliah satu kampus tapi beda jurusan" jelas Rudi
" rud, kok kamu kenal sama bang Ridwan ?"
" Rudi asisten gue " kata Ridwan
" oooh..." kata Ana dan Mereka pun tersenyum
" oh ya rud kenalin mete semua sahabat saya, dan mulai sekarang kalau urusan diluar kantor kamu bersikap santai saja seperti mereka" kata Ridwan pada rudi
" tapi..." jawab Rudi merasa tidak enak
" sudah jangan menolak kalau kamu nganggap aku saudara" kata Ridwan
" ya sudah kalau itu mau anda" Kata Ridwan
" baiklah " kata Rudi pasrah
" ini kita lagi bahas masalah rekaman semalam kalau menurut kamu gimana" kata Ridwan pada rudi
" bagian yang mana?" tanya Rudi sambil menahan tawa
" ah s**l gue pake lupa lagi ngehapus bagian itu" kata Ridwan kesal karena sekarang dia jadi bulan bulanan Parra sahabatnya " suda pokonya sekarang kita bahas intinya, soalnya gue bingung harus ngapain" kata Ridwan yang sempat bersyukur dengan kedatangan Rudi, tapi dia sekarang menyesali kedatangan Rudi yang malah tambah parah lagi.
"ok kalau menurut gue sepertinya si Susi itu bener bener tidak sedang nipu" kata Reynand yang memang instingnya sebagai polisi Intel memang sangat tajam
" iya aku juga mikir nya kayak gitu, soalnya aku tau sedikit banyak lebih mengenal watak Susi" sambung Mira
" tapi kita juga jangan dulu percaya begitu saja," kata Farhan
" saya ada informasi tentang masa rekaman cctv sesaat sebelum penjebakan kamu waktu di beri obat tidur itu" kata Rudi dan mereka pun merekam sebuah obrolan terlihat Susi dengan wajah penuh dengan air mata dan dua orang laki laki yang membelakangi kamera,dan seorang perempuan yang da di samping susi
__ADS_1
" kamu dengar ya, kamu mau kan kalau anak yang ada di dalam kandungan kamu punya bapak " kata seorang laki-laki
" iya tapi aku nggak mau melimpahkan tanggung jawab pada orang yang sama sekali tidak bersalah, aku maunya kamu yang bertanggung jawab karena kamu yang melakukannya" kata Susi
" apa kamu mau aku yang bertanggung jawab?" kata laki laki yang satunya lagi" jangan mimpi kamu ya kita ngelakuin itu Aya dasar suka sama suka terus sekarang kamu mau aku nikahin kamu, jangan mimpi ya "
" Si dengarkan aku kali kamu nggak mau ngelakuin apa yang mereka suruh bagaimana tanggapan orang tua dan bang Arif kalau mereka tahu kamu hamil diluar nikah, kamu tahu sendiri kan kalau orang tua kamu itu adalah orang yang alim banget, kebayang dong apa reaksi mereka ketika mereka tahu itu dan yang tambah parah lagi laki laki itu tidak mu bertanggung jawab" bujuk perempuan itu yang ternyata adalah Mona
" tapi aku kasihan sama laki laki itu, dia sepertinya pria baik, dan terpaksa harus nikahin aku yang sudah kamu kotori" kata Susi marah
" ya sudah itu terserah kamu, dan satu hal lagi bagaimana kalau semua orang melihat video rekaman ketika kamu sedang melakukan itu kamu begitu terlihat sangat menikmatinya " seringai licik laki laki itu
" kalian jahat hu hu..." kata Susi sambil terduduk dilantai dengan tangis yang semakin pecah.
" eh lu denger ya lu cuma punya dua pilihan" kata laki laki yang satunya lagi
" Si, lu nggak rugi juga kalau lu nikah sama tuh laki dia cowok tajir idup lu bakal segal mewah" bujuk mona lagi
" aku nggak mau hidup mewah dengan hasil menipu hu hu...." kata Susi masih dengan posisi yang sama.
" ya sudah kalau lu nggak mau lu sebar aja tuh video biar tahu rasa ni cewek nggak tahu di untung ini" kata laki laki itu.
" jangan saya mohon jangan sebarkan video aib itu aku mohon" kata Susi sambil bersimpuh di hadapan mereka
" ya sudah lu cuma tidur bareng dia dan nggak ngelakuin apa apa juga terus lu pagi pagi lu nangis nangis dah tuh bilang kalau lu di per***a sama dia gampang kan " kata Mona lagi
" tapi aku kan bukan perawan lagi'
" urusan itu lu tenang saja kita yang urus dan jangan lupa lu tidur jangan pake baju sehelai pun" kata laki laki itu
" baiklah.." kata Susi menyerah sebab tak ada gunanya juga dia menolak
" nah gitu dong, dari tadi kek, susah amat" kata laki laki itu dan akhirnya mereka keluar dari ruangan itu.
__ADS_1