Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 43


__ADS_3

akhirnya mereka memutuskan untuk membagi dua kelompo. Andi, dan para perempuan kecuali mira memutuskan untuk menemui bu Diah, sedang yang lainnya membahas dulu masalah Mira dan Arif


" kamu pulang dulu ya nanti aku telepon" kata Arif pada Mona dengan nada lembut sambil mengelus pipinya yang kena tampar Ana, Mona bergelayut manja di lengan Arif dengan air mata dia bersikap seolah dia sangat teraniaya dan jadi korban, " sudah jangan sedih nanti obatin ya"


Mira yang menyaksikan itu hanya tersenyum kecut, hatinya sakit ketika melihat suaminya memperlakukan wanita lain tapi dia berusaha kuat agar tak terlihat lemah didepan Arif dan mona, karena Mira yakin kalau dia terlihat sedih mereka akan merasa menang.


" ya udah tapi janji yah kamu yang obatin" kata Mona manja dengan tatapan yang mengejek ke arah Mira


" iya..." kata Arif sambil tersenyum


" Arif ..." bentak pa agus, dia geram, malu dan kecewa kepada Arif dan jangan lupakan jejak jejak kemerahan di leher Arif dan Mona, pak Agus sampai merasa jijik melihat kelakuan anaknya yang sangat berubah.


" ya sudah kita ngobrol di resto depan saja saya sudah pesen tempat" kata budi dan langsung di ikuti semuanya karena hanya tinggal menyebrang jalan saja.

__ADS_1


setelah sampai di private room yang di pesan Budi mere duduk berhadapan dengan Mira yang di apit oleh kakak kakaknya, didepannya Arif dan pak Agus, Farhan sebagai anak tertua


dan menjadi wali sebagai pengganti almarhum ayahnya berdehem untuk memulai pembicaraan


" maaf sebelumnya mungkin kita harus membahas ini diwaktu yang kurang tepat" kata Farhan menjeda ucapannya mengedarkan pandangannya pada orang yang ada" tapi ini tak bisa di biarkan berlarut larut larut dan saya sebagai kakak tertua dari Mira sebagai pengganti almarhum ayah jadi saya yang bertanggung jawab atas adik saya" Farhan kembali menjeda ucapannya untuk mengambil nafas" dan menurut saya ini sudah keterlaluan melihat apa yang di lakukan anak bapak pada adik kami, saya sangat tersinggung karena Mira dirumah kami perlakukan seperti putri tapi, Dimata anak anda tak lebih dari seekor sapi perah, selama ini kami biarkan, karena Mira mencegah kami, karena dia ingin melihat ketulusan hati suaminya, dan ternyata kekhawatiran kami terjawab, dan itu sudah melewati batas kesabaran kami sebagai keluarga" kata Farhan


" iya tapi coba Abang fikir wanita seperti apa yang meninggal kan suami tanpa kabar"


"oh ya? apa iya kita pas Pasan dek?" tanya Farhan


" lagian apa salahnya sih kalau aku berniat untuk menikah lagi, banyak laki laki yang punya istri lebih dari satu, dan aku juga sedang berusaha untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga, Karena hanya dia yang bisa merubah kehidupan keluarga, dia kaya, cantik dia mau memberikan pekerjaan buatku" kata Arif lagi.


" jadi ternyata jalan yang kamu ambil untuk tidak memberi tahu siap kita tepat dek, dia hanya menganggap kamu wanita miskin yang layak di perlakukan semaunya dia" kata Farhan,

__ADS_1


Budi yang dari tadi diam akhirnya membuka suara


" ok dek sekarang kamu mau bagaimana?" katanya sambil mengelus lembut puncak kepala adiknya, Mira yang mendapat pertanyaan mengangkat kepalanya dan berkata


" aku mau pisah dari bang Arif, bang" kata Mira sambil tertunduk dan menangis, sekuat apapun Mira ternyata tak mampu lagi menahan desain air matanya.


"nak kelakuan Arif memang sangat keterlaluan dan bapak pun tak akan bisa memaafkan dia, tapi bagaimana dengan Syifa dia butuh orang tua lengkap, dan juga kami mamah dan bapak yang tak ingin kamu pergi" kata pak Agus dengan mata berkaca-kaca, pak Agus sangat menyayangi Mira Kate Mira yang begitu telaten memperhatikan semua kebutuhan mertuanya


" Mira akan tetap mengunjungi mama dan bapa dan kalian boleh kapan saja menemui Syifa, aku tak akan menutup akses kalian bersama Syifa,"


" kalau itu memang yang terbaik buat kamu dan Syifa bapak izinkan Karena bapak tak mau melihat kamu menderita karena perlakuan suami kamu" kata pak Agus pasrah.


dan akhirnya mereka memutuskan untuk kerumah sakit untuk menengok Bu Diah sekaligus pamit.

__ADS_1


__ADS_2