Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 33


__ADS_3

Vita memarkirkan mobilnya di depan sebuah mall dan mereka pun masuk untuk berbelanja apa yang mereka inginkan dan Mira memilih beberapa pakaian karena baju bajunya masih dirumah sakit dan beberapa baju resmi karena selama dia belum kembali bersama Mira memutuskan untuk membantu Vita di firma hukum milik keluarga Vita


" iih lapar nyari makan yuk " kata Ana sambil memegang perutnya dan akhirnya mereka makan di tempat makanan siap saji dan mereka makan sambil bercanda dan tertawa bersama.


tanpa mereka sadar ada dua orang yang melihat kegiatan mereka dan itu adalah Mona dan Arif


" kamu lihat bang, kamu setengah mati nyari dia eh ternyata dia sedang asik shopping dan makan sama temen temennya tanpa dia peduli sama lelah dan khawatir nya kamu sama dia istri macam apa yang tega kayak dia" kata Mona memprovokasi Arif yang sudah kelihatan kesaksian itu menjadi keuntungan buat Mona

__ADS_1


" dia itu sayang dan cinta nggak sih sama kamu kok dia setega itu sama kamu, kamu dari semalam belum tidur nyari dia eh dia seperti itu dan dia tak peduli Sam ibu kamu yang masih sakit dirumah sakit" katanya sambil gencar saja membuat Arif membenci Mira, Arif yang sudah termakan omongan Mona langsung berjalan dengan cepat menghampiri Mira dan sahabatnya dan langsung mencekal lengan Mira denga kasar


" kamu itu istri macam apa sih suami setengah mati nyari kamu dan sampai sekarang belum sempat tidur juga mertua masih sekarat di rumah sakit kamu malah asik senang senang disini" kata Arif dengan suara tinggi tanpa peduli banyak pasang mata yang menyaksikan pertengkaran mereka.


" benar bang kamu lihat dia makan enak sedang kamu belum sempat makan karena mikirin dia dasar istri nggak tahu diri" Mona menimpali dengan tersenyum sinis


" eh Ferguson Lo ngaca Lo bilang Mira istri macam apa karena makan dan sahabatnya yang cewek semua terus apa kabar sama elo yang bininya Lo biarin bininya pergi malem malem karena Lo membela mantan kekasih Lo dan sekarang Lo bilang Mira istri macam apa yang makan sama sahabatnya nah Lo ngaca apa Lo peduli sama bini Lo yang semaleman kagak tidur sakit hati meratapi nasibnya yang nggak dianggap sama lakinya yang lebih membela mantan pacarnya dan sekarang lihat Lo bilang tadi semaleman kagak tidur nyari Mira tapi tapi Lo jalan sama mantan yang Lo bela dari pada bini Lo" kata Vita yang nggak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu

__ADS_1


Mira menghempas cekalan Arif


" bang kamu bilang nyari aku semaleman karena peduli sama aku atau arena desakan orang tua kamu yang sayang dan khawatir Sam menantunya, kenapa nggak kamu kejar saat aku akan ninggalin kamu, tapi ngga tuh kamu malah membiarkan aku pergi, apa itu yang kamu sebut peduli terus apa iya kamu peduli saat wanita itu bilang kalau aku pembantu kamu karena pakaian aku yang sederhana dan nggak dandan dan apa yang kamu lakukan kamu hanya diam membiarkan mantan pacar kamu ini menghina istri sah kamu dan ibu dari anak kamu" Mira menjeda ucapannya karena menghapus air matanya


" dan apa kamu sadar aku tak sempat memikirkan penampilan aku karena aku sibuk merawat ibu kamu yang sakit parah sama mengurus anak kita dan aku tanya selama lima tahun kita menikah apa kamu memperhatikan penampilan aku, aku sibuk juga mencari uang untuk menunjang ekonomi keluarga karena kamu nggak bekerja dan kamu ingat untuk biaya pengobatan mama saja dari keluarga aku dan tabungan bapak" kata Mira yang menangis tak mampu lagi melanjutkan ucapannya dadanya sesak Vita memeluk Mira dan Arif yang mendengar apa yang Mira katakan daun kaku tak memberikan pembelaan ataupun penolakan dia sadar apa yang dikatakan Mira semuanya benar tapi dia nggak terima kalau dia tuduh berselingkuh


" kamu dengar ya Mona itu wanita baik dia berniat membantu aku nyari kamu, kamu jangan sembarangan bicara kamu " kata arif

__ADS_1


" iya bang emang dia itu orang yang nggak tahu terima kasih harusnya kamu ceraikan saja istri kamu itu dia malah menjelekan kamu dan dan perhitungan banget sama mertua sendiri kalau memang dia istri yang baik dia tidak kan mengungkit semua kebaiknya apalagi didepan orang banyak" Mona masih terus memanas manasi Arif.


orang orang yang ada di sekitar tempat itu sudah berbisik bisik ada yang membela Mira dan ada pulang ada yang membela arif, Arif pun pergi meninggalkan mereka semua dengan langkah cepat tanpa mempedulikan semuanya dia marah dia merasa apa yang di katakan Mona sangat benar.


__ADS_2