Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 19


__ADS_3

sementara Andi, Ridwan dan Arif masih di berjalan kaki karena dari rumah sakit dengan restoran tempat mereka tadi makan bisa di tempuh dengan jalan kaki.


" ndi, Mira sama ana udah lama mereka sahabatan?" tanya Ridwan


" udah lama sejak mereka SMA mereka bareng"


drrrt drrrrt ponsel Andi bergetar, Arif yang sedari tadi penasaran baru mau membuka mulutnya bertanya terhenti


" ya halo..."


"...."


"ok saya segera datang saya sedang di jalan"


Andi menoleh " sorry gue duluan ya, ada pasien yang harus segera di tangani, lain waktu kita ngobrol lagi tapi tanpa tuh gank riweuh ribet." lanjutnya lagi sambil berjalan lebih cepat meninggalkan mereka.


" wan , kamu udah lama kenal sama Andi" tanya Arif

__ADS_1


" gue sama Andi tuh dari TK kita barengan, selain sahabat dia juga sepupu gue, ya jadi orok gue udah kenal sama dia" jawab Ridwan


" ya pas kuliah aja kita ngambil jurusan beda baru kita pisah tapi kita masih tetap berhubungan" sambungnya lagi


" oh pantesan akrab banget" katanya Arif pelan tapi masih bisa didengar " wan kamu duluan aja keruangan mama gue mau ke toilet bentar"


Ridwan tidak menjawab dia hanya mengacungkan jempolnya sebagai persetujuan, dan mereka pun berjalan kearah berbeda, sesampai di toilet Arif membasuh mukanya dia ingin mendinginka wajah dan pikirannya yang sedang kacau karena kedatangan Mona kembali di hidupnya


" kenapa dia harus kembali di saat yang tidak tepat dan kembali mengacaukan pikiranku" Arif mengusap mukanya kasar"


dia masih sangat ingat dengan pengkhianatan yang Mona lakukan di saat dia sedang berencana untuk menikahinya walaupun tanpa restu dari orang tuanya, tapi Arif kekeuh karena sangat mencintai Mona, tapi ternyata Mona selingkuh dengan atasan Arif dan hal itu bukan hanya disaksikan oleh Arif saja tapi juga pa agus.


pak Agus dan Arif sedang makan di sebuah rumah makan karena Arif yang saat itu bekerja disebuah perusahaan dan pak Agus sedang mengunjungi Arif dan Susi yang juga ikut Arif untuk kuliah


" rif,itu bukannya pacar kamu yang waktu itu pernah kamu kanalin sama bapa dan mama?"


" Arif mengalihkan pandangannya kearah yang di tunjuk pak Agus, dan ternyata benar itu Mona tapi dengan siapa? karena terlihat sangat intim dan bahkan bisa dikatakan lebih dari sepasang kekasih tangan pria itu merengkuh pinggang Mona dan tangan Mona yang bergelayut manja di tangan lelaki itu tapi dengan siapa

__ADS_1


" dengan siapa dia mesra banget kayak orang pacaran, kamu belum putus kan sama dia?" tanya pa agus, Arif yang sangat percaya dengan Mona, masih mencoba berfikir positif, tapi apa yang dia dengar dan dia lihat sangat meyakinkan


" sayang kita lanjut yuk" kata laki laki itu sambil menjawil dagu Mona mesra sambil tersenyum dan akhirnya mereka berangkat tanpa menyadari kehadiran Arif dan pak Agus, Arif yang sudah tak tahan berdiri ingin menghampiri mereka dan ingin meminta penjelasan, tapi di tahan sama pak Agus


" jangan gegabah nanti jatuhnya fitnah, lebih baik kita ikuti untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi " kata pak Agus bersikap bijak walaupun perasaannya yakin apa yang sebenarnya terjadi dari Kenyataan yang terlihat dan di dengar dan akhirnya mereka mengikuti Mona dan laki laki itu, ternyata mereka menuju ke kostan Mona.


setelah agak lama menunggu mereka tak juga kunjung keluar dari kost Mona Arif yang sudah nggak sabar membuka pintu yang ternya tidak dikunci baru masuk Arif sudah di suguhkan pemandangan yang begitu menyakitkan mereka sedang berhubungan badan layaknya suami istri dan tak menyadari ada orang yang menonton aksi live mereka Arif hanya mematung melihatnya pak Agus yang baru masuk menyusul Arif pun kaget


" astaghfirullah, apa yang kalian lakukan?" teriak pak Agus, sontak mereka yang sedang asik bercinta pun sontak bangkit dengan tubuh yang sam sekali tidak tertutup sehelai benang pun dan langsung memungut pakaian mereka asal,


"ba baang kenapa Abang di sini?" tanya mona kaget dengan wajah memucat


" kenapa kamu bilang? harusnya aku yang tanya, apa yang kalian lakukan?"


" bang..."


" lu mau tau jawabannya apa? karena Mona butuh kemewahan gue butuh kehangatan, jelas?" Jawab lelaki itu yang ternyata adalah atasan Arif " ya mana mau dia sama Lo yang hanya karyawan biasa kayak Lo di banding gue yang seorang manajer" lanjutnya bangga

__ADS_1


Arif yang sudah mengepalkan tangannya siap untuk melayangkan pukulan untuk lelaki itu tertahan oleh cekalan pak Agus dan menggelengkan kepalanya sambil mengusap punggung anaknya menenangkan


" oke mulai saat ini kita putus dan jangan ganggu hidupku lagi" dan akhirnya pak Agus membawa Arif pergi dari tempat itu.


__ADS_2